Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji

Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji

Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji

Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji – Haji merupakan kegiatan yang selalu diramaikan dan disambut hangat oleh umat muslim dari penjuru dunia, tidak terkecuali artis sekalipun. Untuk artis dalam negeri Indonesia yang memiliki mayoritas muslim dan menjadi penyumbang jemaah haji terbanyak setiap tahunnya, sudah tidak heran lagi banyak dari mereka menunaikan ibadah pada tahun tertentu. Namun ternyata di dunia Internasional, banyak juga public figure yang menunaikan haji bahkan beberapa diantaranya merupakan muslim minoritas dan sebagian lainnya sebagai mualaf. Berikut beberapa daftar nama public figure luar negeri yang telah menunaikan ibadah haji dan umroh.

Karim Benzema

Pesepak bola grup Real Madrid asal Perancis ini merupakan keturunan Aljazair yang beraga Islam sejak lahir. Beberapa orang mengunggah fot Benzema mengenakan pakaian ihram pada Agustus 2017 lalu. Foto yang beredar menunjukkan bahwa pesepak bola kelahiran 19 Desember 1987 tersebut sedang bersama anggota Kementerian Olahraga Arab Saudi berbincang di atas sofa.

Demba Ba

Pesepak bola berkebangsaan Senegal ini juga menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Pria kelahiran 25 Mei 1985 ini mengunggah foto pada akun instagram pribadinya saat menunaikan ibadah haji pada 1 September 2017 lalu. Ia juga menuliskan kekagumannya atas perjalanan haji yang ia lakukan.

Zinedine Zidane

Ditengah karirnya yang melejit saat itu, Zinedine Zidane tidak lupa untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim untuk melakukan ibadah haji. Ia beserta istri dan anak-anaknya menuaikan haji pada Januari 2004 lalu. Ia memaparkan perjalanan haji keluarganya dimulai melalui Jeddah dan mengunjungi Madinah terlebih dahulu hingga akhirnya melakukan ritual thawaf di Masjidil Haram, Mekkah. Walaupun ia tinggal di negara dengan muslim sebagai agama minoritas, hal ini tidak membuatnya lupa akan kewajibannya sebagai muslim yaitu beribadah sholat 5 waktu dan menunaikan haji.

Aamir Khan

Aamir Khan merupakan salah satu artis Bollywood yang beragama muslim. Islam dikenal sebagai agama mayoritas kedua setelah hindu di India. Ia tertangkap kamera sedang berada di depan Ka’bah pada musim haji tahun 2012 lalu. Ia diketahui menunaikan haji bersama ibunda tercinta dan rombongannya. Tidak luput dari pemantauan kamera paparazi, Aamir Khan diketahui menginap di hotel berbintang 7 yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram.

Veena Malik Khan

Veena Malik Khan merupakan salah satu artis Pakistan. Pakistan memiliki penduduk mayoritas muslim dan menjadi negara penyumbang jemaah haji terbanyak setelah Indonesia dan Bangladesh. Veena menunaikan umroh bersama dengan suaminya Asad Bashir pada tahun 2014. Ia menyerukan kepada semua muslim untuk berkunjung ke Mekah dan menunaikan ibadah haji minimal sekali seumur hidup. Ia juga berpendapat bahwa ia dan suaminya sangat beruntung dapat mengunjungi Tanah Suci.

Lizzy Anjorin

Lizzy Anjoring merupakan artis asal Nigeria. Ia telah lama menekuni dunia keartisan sebagai artis Yoruba Nollywood, dan memutuskan untuk memeluk Islam beberapa bulan lalu. Ia memutuskan untuk menunaikan haji pada tahun yang sama yaitu 2017. Sejak memeluk Islam, ia mengubah nama aslinya, Elizabeth yang diambil dari kitab nasrani, menjadi Aishat. Rasa antusias ditunjukkannya pada foto yang dia unggah di akun instagram saat menunaikan ibadah haji lalu.

Queenie Padlila

Queenie Padlila merupakan salah satu artis Filipina. Di lahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai sutradara, produser, dan artis senior Filipina. Queenie berkomitmen untuk berhijrah menjadi muslim sejak 8 bulan setelah ia memutuskan vakum dari dunia entertaiment pada tahun 2012. Ia juga melangsungkan ibadah haji di tahun yang sama. Sepulangnya dari berhaji, ia memutuskan untuk menjadi muslim yang baik dan mengenakan jilbab. Ia mendapatkan hikmat dari Allah sehingga merasa sangat damai dan memiliki tujuan hidup sepulang dari berhaji. Sang ayah juga sangat mendukung putrinya karena melihat perbedaan yang ia rasakan terhadap putrinya sepulang dari berhaji. Tidak berhenti disitu saja, Queenie mulai mencoba berdakwah setelah merasakan kenyamanan dan kebenaran atas Islam. Pada tahun 2014, ia memutuskan untuk menikah dengan lelaki Pakistan dan berfokus untuk memanajemen butik muslim di Dubai.

Frank Ribery dan Hamit Altintop

Kedua pemain sepak bola ini menunaikan umroh secara bersama-sama. Mereka berumrah pada Januari 2009 setelah melakukan pertandingan persahabatan di Jeddah, Arab Saudi. Frank yang diketahui menjadi mualaf ini memiliki nama muslim yaitu Bilal Yusuf Muhammad. Ia memilih Islam sebagai kepercayaannya karena Islam muncul disaat ia mencari jalan keselamatan.

Ketika orang-orang yang menjadi minoritas di lingkungannya memperjuangkan untuk menunaikan haji dan umroh, kita sebagai muslim yang diuntungkan karena berada di wilayah dengan pemeluk Islam terbanyak seharunya memiliki antusias yang sama dengan mereka. Semoga jalan untuk menunaikan ibadah haji dan umtoh dimudahkan dan dilancarkan. Amin.

Sejarah dan Kemegahan Masjidil Haram

Sejarah dan Kemegahan Masjidil Haram

Sejarah dan Kemegahan Masjidil Haram – Siapa yang tak kenal Masjidil Haram, masjid termegah di dunia yang mampu menampung hingga 850 ribu jemaah haji dan hingga 2 juta jemaah saat melakukan shalat ied. Masjidil Haram menjadi masjid utama umat muslim dimana seluruh umat muslim mendambakan untuk mengunjunginya dan beribadah di dalamnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam Masjidil Haram terletak Ka’bah, kiblat bagi seluruh umat melakukan shalat. Dibalik itu semua, sejarah pembangunan Masjidil Haram hingga bangunan masjid saat ini selalu menarik untuk dikupas.

Pada zaman pra sejarah, tepatnya adalah pada masa Nabi Adam as diturunkan ke bumi, Allah SWT mengutus untuk membangun Ka’bah untuk melakukan ibadah. Awalnya pembangunan tersebut dilakukan di sudut kota Mekah dengan nama Bakkah. Pada masa kepemimpinan Nabi Nuh as, bangunan tersebut hancur akibat banjir yang menerjang sehingga bangunan tersebut tidak ada lagi. Lalu Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as untuk membangun Ka’bah tepat dimana Ka’bah berdiri saat ini. Berkat usaha Nabi Ibrahim as beserta putranya Nabi Ismail as, Kab’bah dapat berdiri dengan Hajar Aswad pada salah satu sisinya. Tidak lupa pula di sekitar Ka’bah terdapat Maqam Ibrahim yang digunakan beliau sebagai pijakan saat membangun Ka’bah.

Membangun Ka’bah pada masa itu bukanlah hal mudah karena banyaknya orang yang masih menyembah berhala. Bahkan Nabi Ibrahim as harus menghancurkan banyak berhala di sekitar Ka’bah pada masa awal pembangunannya. Tidak berhenti disitu saja, pada tahun gajah atau 571 M ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Raja Abraha dari Yaman mengutus pasukan gajah untuk menghancurkan gajah. Namun tindakan tersebut digagalkan atas perintah Allah SWT dengan turunnya burung ababil yang membawa batu neraka dan dijatuhkan ke pasukan gajah sehingga mereka tewas dalam kondisi berlubang seperti yang telah dijelaskan pada surat Al-Fil (QS. 105: 1-4).

Perkembangan pembangunan Ka’bah dan Masjidil Haram terus dilakukan dari masa ke masa. Diperkirakan pada masa Rasulallah SAW masih berdakwah, luasan Masjidil Haram tidak lebih dari 2000 meter persegi saja. Namun karena semakin hari semakin banyak umat muslim yang mengunjunginya terlebih saat musim haji tiba, maka pelebaran Masjidil Haram terus dilakukan. Sejak masa kekhalifahan Ustman bin Affan, pelebaran yang dilakukan mencapai 2040 meter persegi dan kemudian dilebarkan lagi oleh Abdullah bin Zubair hingga 4050 meter persegi.

Dari segi pembangunan, bangunan Masjidil Haram telah mengalami beberapa kali perombakan. Penambahan dinding dan pintu serta Menara juga dilakukan sebagai upaya memperbaiki dan memberikan fasilitas agar cukup menampung jemaah yang menunaikan haji di Masjidil Haram. Masa masa kekhalifahan Utsmaniyah, saat itu dipimpin oleh Sultan Salim al Utsmani, Masjidil Haram sempat mengalami perombakan besar-besaran dengan dibantu oleh arsitek dari Turki bernama Mimar Sinan. Tidak hanya pilar masjid, bahkan kubah masjid diganti dan bagian dalam Masjidil Haram dihiasi dengan tulisan kaligrafi yang indah. Penambahan Menara juga dilakukan sehingga Masjidil Haram memiliki tujuh menara yang menjulang. Bangunan megah seperti ini cukup lama bertahan hingga tiga abad.

Dengan mengandalkan konsep seni dan memanfaatkan cahaya dan efek bayangan, bangunan ini menjadi terkenal. Filosiofi yang dibawa adalah kehangatan dan kesejukan serta sirkulasi air dan udara yang berpadu dapat menimbulkan rasa tentram. Gaya arsitek Masjidil  Haram ini digunakan sebagai simbol arsitektur islami.

Selanjutnya memasuki masa kekuasaan raja dari Arab Saudi, bangunan Masjidil Haram dirombak kembali.  Pada awal tahun 1955 hingga 1973, pembangunan Masjidil Haram berlangsung. Lantai-lantai masjid diganti menjadi marmer dengan tambahan 3 menara baru dan disertai perobohan 4 tiang yang dibangun oleh Utsmaniyah. Disamping itu, bukit Shafa dan Marwa dimasukkan kedalam bangunan Masjidil Haram.

Pergantian Raja Arab Saudi mengindikasikan adanya pembangunan baru yang dilakukan pada Masjidil Haram. Pasalnya saat tahta turun kepada Raja Abdullah bin Abdulaziz, pembangunan dilakukan untuk memperluas masjid agar mampu menampung 2 juta jemaah. Proyek besar ini berlangsung dari tahun 2011 lalu dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Pada Juli 2015, tahta kembali turun kepada putranya Raja Salman bin Abdul Aziz yang kemudian melanjutkan proyek pembanguan Masjidil Haram dan ditambahkan sarana prasarana lainnya penunjang ibadah haji seperti  tempat tinggal jemaah hingga terowongan untuk memudahkan akses  ke Masjidil Haram.

Jumlah pintu keseluruhan yang dimiliki oleh Masjidil Haram adalah 129 pintu dengan namanya masing-masing. Dari 129 pintu, terdapat 4 pintu utama dan 45 pintu saja yang dibuka selama 24 jam serta pintu khusus difabel untuk memberi kemudahan jemaah dengan keterbatasan fisik memasuki Masjidil Haram. Untuk saat ini, telah disediakan eskalator untuk memudahkan jemaah yang ingin melakukan ibadah di lantai atas. Jumlah eskalator yang disediakan ada tujuh buah.

Kemegahan Masjidil Haram memang tidak tertandingi. Dari segi keistimewaanya karena terdapat Ka’bah, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, Bukit Shafa – Marwa dan sumur Zamzam, hingga keindahan bangunannya yang membuat mata akan takjub dan bibir seraya bergumam Subhanallah. Semoga bacaan ini dapat menguatkan kita dan menjadi pematik untuk segera menunaikan ibadah haji dan umroh. Amin.

Karena tidak ada yang tidak mungkin  di dunia ini selama kita masih berpegang teguh pada ajaran Rasulallah SAW, sehingga ada banyak kemungkinan siapa saja dapat pergi berhaji atau umroh dan mengunjungi Baitullah secepatnya. Percayakan perjalanan umroh dan haji Anda pada travel umroh dan haji terpercaya yang memberikan paket umroh dan paket haji kompetitif dan baik. Semoga bermanfaat.

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh – Tentunya setiap umat muslim mendambakan untuk berkunjung ke Baitullah dan melakukan perjalanan haji ataupun umroh disana. Tidak hanya berdoa dan bertawakal untuk mendapatkan kesempatan tersebut, namun kita juga harus memperhatikan banyak hal agar perjalanan haji dan umroh menjadi lancar. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita persiapkan sejak sekarang serta hal lain yang penting di ketahui saat melaksanakan ibadah nanti. Oleh karenanya penting bagi calon jemaah untuk banyak menyimak tips berhaji lancar agar memudahkan ibadah selama di Tanah Suci.

Perbanyak Olahraga Sebelum Berangkat

Hal paling utama yang mendukung kelancaran ibadah di Baitullah adalah kesehatan. Selama melakukan ibadah baik umroh maupun haji, kondisi kesehatan fisik harus diperhatikan. Pasalnya dalam melakukan ibadah, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang menyita energi, yaitu thawaf mengelilingi Ka’bah dan dilanjutkan dengan sa’i berlari kecil sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwa. Belum lagi untuk jemaah yang menunaikan haji, kegiatan fisik yang dilakukan lebih banyak dan lebih menguras energi karena ditambah kegiatan di Armina (Arafah – Muzdaliifah – Mina). Untuk meminimalkan resiko kondisi tubuh yang drop nantinya, bagi calon jemaah haji sebaiknya mulai membiasakan diri untuk melakukan olahraga ringan selama masih di kampung halaman. Tips haji sehat ini dapat diterapkan untuk membantu tubuh membiasakan diri agar saat di Tanah Suci nantinya tubuh lebih mudah beradaptasi dan menghindari dari kelelahan berlebihan.

Perbanyak Konsumsi Air Mineral Pengganti Cairan Tubuh

Negara Arab Saudi lebih banyak didominasi oleh gurun dimana kondisi cuaca disana cukup ekstrim. Bagi orang Indonesia yang terbiasa hidup pada iklim tropis, tinggal di Arab Saudi cukup membuat keseimbangan tubuh terkoyak. Kondisi iklim seperti ini juga dapat membuat tubuh menjadi tidak fit.  Agar umroh dan haji lancar, biasakan untuk mengkonsumsi air minum yang banyak selama di Tanah Suci nanti. Hal ini dianjurkan karena untuk menghindari kondisi tubuh mengalami dehidrasi. Saat perjalanan umroh, kondisi pengunjung yang melakukan ibadah di Baitullah tidak begitu banyak sehingga situasi dan kondisi disana lebih lenggang. Berbeda dengan haji, saat musim haji pengunjung yang melakukan ibadah jauh lebih banyak sehingga saat melakukan rangkaian kegiatan akan berdesak – desakan. Oleh sebab itu saat melakukan ibadah haji, sebaiknya calon jemaah haji lebih peduli dan mengerti kondisi diri sendiri agar haji lancar hingga kepulangan nantinya.

Jangan Tunda Makan

Selain konsumsi air minum untuk mengganti cairan tubuh, selama melakukan ibadah haji dan umroh penting untuk mengatur pola makan. Perjalanan umroh dengan menggunakan biro perjalanan umroh akan diuntungkan dengan pengaturan jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa. Oleh sebab itu, penting bagi calon jemaah umroh untuk mematuhi jadwal tersebut, termasuk saat jam makan. Jangan sesekali menunda makan selama masih di Tanah Suci karena menunda makan akan menyebabkan pencernaan bermasalah. Disamping itu tubuh juga membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas ibadah umroh.

Khusus untuk perjalanan haji, makan diberikan pada jam tertentu dari katering yang disewa oleh pemerintah. Karena makanan yang dibuat langsung dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan makan ratusan ribu jemaah, maka pembuatannya juga lebih awal. Hal ini menyebabkan lama ketahanan makanan yang diberikan kepada jemaah haji lebih pendek. Oleh sebab itu, saat makanan telah didistribusikan, sebaiknya jemaah haji langsung mengkonsumsinya. Menunda makan selain menyebabkan sakit pencernaan juga dapat membuat makanan yang disimpan tidak layak konsumsi (basi) dan dapat menyebabkan keracunan nantinya.

Perbanyak Asupan Vitamin dan Serat

Perbanyak konsumsi buah dan sayur baik untuk menunjang aktivitas selama beribadah di Tanah Suci agar umroh dan haji lancar. Banyak makan serat akan membuat pencernaan menjadi lebih nyaman, sedangkan konsumsi buah dapat meningkatkan asupan vitamin dalam tubuh. Khususnya vitamin C, dapat menjaga daya tahan tubuh agar lebih prima.

Persiapkan Obat Pribadi Dalam Tas

Selama melakukan perjalanan umroh dan haji, jangan lupa untuk menyediakan obat-obatan. Pihak biro perjalanan umroh atau panitia haji juga menyediakan perlengkapan medis untuk antisipasi jika jemaah jatuh sakit saat melakukan ibadah, namun tidak ada salahnya jika jemaah juga menyediakan obat-obatan di dalam tas. Terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan menyediakan obat-obatan pribadi di dalam tas yang dibawa kemanapun saat melakukan ibadah akan memudahkan untuk melakukan tindakan pertama apabila sewaktu – waktu jemaah mengalami sakit tiba – tiba. Walaupun situasi seperti itu tidak diinginkan untuk terjadi, namun tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan preventif untuk diri sendiri.

Jangan lupa pula untuk membawa dan mengenakan masker selama melakukan ibadah haji dan umroh. Khususnya untuk ibadah haji, lebih banyak kegiatan di luar (outdoor) dan ditambah dengan kondisi iklim kering di Arab Saudi. Baiknya jemaah haji mengenakan masker untuk menghindari dari debu dan gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga berfungsi melindungi diri dari virus dan bakteri yang menyebar di udara.

Dari ulasan diatas, penting bagi calon jemaah haji untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh agar haji dan umroh lancar nantinya. Penting juga bagi calon jemaah haji untuk menanyakan jadwal rinci pada paket haji ataupun paket umroh yang ditawarkan oleh travel umroh atau travel haji yang akan dipilih. Mengetahui kapan jadwal keberangkatan dan waktu tiba di Arab Saudi dapat membantu calon jemaah memprediksi cuaca yang terjadi di Jeddah, Mekah ataupun Madinah. Dengan begitu, persiapan calon jemaah haji akan lebih maksimal nantinya.

 

Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Seperti yang telah umat muslim ketahui, Masjid utama nan megah bagi umat muslim di dunia ada 3, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Ketiga masjid tersebut istimewa karena memiliki peran penting dalam sejarah Islam bahkan telah dituangkan dalam ayat suci Al-Quran ataupun hadist yang menyebutkan keutamaan ketiganya. Khususnya di Masjidil Haram, terletak Ka’bah yang dimana seluruh umat muslim menunaikan ibadah berkiblat pada Ka’bah. Disamping itu setiap tahunnya pada bulan Dzulhijjah, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibanjiri jutaan jemaah yang menunaikan ibadah haji.

Ternyata selain ketiga masjid tersebut, masih banyak masjid – masjid megah nan indah lainnya yang tersebar di seluruh dunia, tak terkecuali di wilayah dengan kaum muslim minoritas. Keelokan masjid – masjid ini  akan membuat kagum para jemaah yang baru pertama kali mendatanginya. Berikut beberapa masjid megah di dunia setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Masjid Hassan II (Casablanca)

Masjid ini terkenal karena keindahan bangunannya yang bergaya klasik serta berada di tepi pantai Atlantik. Masjid yang berada di kota Casablanca, Maroko, ini diresmikan pada tahun 1993. Pembangunan masjid ini ditujukan untuk memperingati hari ulang tahun Raja Maroko yang saat itu menjabat, yaitu Raja Maroko Hassan II. Oleh karena itu penamaan masjid ini menggunakan nama Raja Maroko Hassan II. Masjid ini bukanlah masjid terbesar di Eropa namun Masjid Maroko Hassan II dianugerahi rekor dunia karena ketinggian Menara yang dibangun yaitu mencapai 210 meter.

Masjid Sheikh Zayed (Abu Dhabi)

Beralih ke ibukota Uni Emirat Arab yaitu Abu Dhabi, disana terletak Masjid Syeikh Zayed yang merupakan masjid terbesar. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1996 dan selesai pada tahun 2007 pada bidang tanah seluas 12 hektar. Kapasitas masjid ini dapat menampung hingga 40.000 jemaah.

Uni Emirat Arab merupakan negara perserikatan 7 negara penghasil minyak bumi, sehingga tidak heran jika bangunan di sana megah-megah, tak terkecuali dalam pembangunan masjidnya. Masjid Sheikh Zayed ini dibangun dengan arsitektur yang indah, perpaduan antara gaya Arab, India, Persia, dan Maroko. Pada bangunan kubahnya, sekilas mirip dengan Taj Mahal yang ada di India. Tidak hanya itu saja, pada bagian dalam masjid, dinding serta lantai dihiasi oranamen yang indah dan detil. Keindahannya disempurnakan dengan lokasi masjid yang berdekatan dengan sungai sehingga kemegahan masjid ini sudah mulai tampak jika dilihat dari kejauhan. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk beribadah namun juga diperbolehkan jika wisatawan ingin berkunjung di dalamnya. Bahkan pengelola masjid juga menyediakan tim pemandu untuk melakukan tur mengitari masjid. Untuk memasuki masjid ini tidak dipungut biaya, namun diwajibkan untuk berpakaian sopan dan menutup aurat.

Masjid Agung Roma

Italia terkenal dengan Colosseum dan Menara Pisa yang bergaya romawi, namun dibalik itu Italia memiliki masjid yang dinobatkan sebagai masjid terbesar di Eropa, yaitu Masjid Agung Roma. Masjid ini dibangun diatas tanah seluas 30.000 meter persegi dan dihubungkan dengan aula sebesar 100 meter persegi. Kapasitas jamaah yang dapat ditampung dalam masjid tersebut hingga 5.000 jemaah. Masjid ini diresmikan pada tahun 1995 dan masih beroperasi hingga sekarang.

Pembangunan masjid ini dilakukan oleh beberapa negara donatur muslim dan kaum muslim di Italia. Kepengurusan masjid ini juga berada di bawah otoritas negara muslim dan Arab yang menjadi donatur masjid tersebut. Walaupun masih beroperasi hingga saat ini, Masjid Agung Roma dapat dibilang sepi pengunjung, dan hanya saat-saat tertentu masjid ini ramai seperti saat shalat jumat, atau perayaan Islam lainnya.

Masjid Central Dome (Gronzy)

Masjid yang diresmikan pada tahun 2008 di ibukota Chechnya, Grozny ini juga disebut dengan Masjid Akhmad Kadyrov. Nama masjid ini diambil dari nama presiden Chechnya yang wafat pada tahun 2004 lalu. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2006 dan baru dapat diselesaikan pada tahun 2008. Gaya arsitektur yang dibawa masjid ini menyerupai Blue Mosque yang ada di Istambul, Turki. Arsitek yang membangun masjid ini juga berasal dari Turki.

Masjid ini dilengkapi oleh perpustakaan, kantor Islamic center, badan kepengurusan agama,, institusi agama, hingga asrama mahasiswa muslim. Karena lokasi pembangunan masjid ini berada di jalur gempa, maka saat konstruksi masjid dibangun, pondasi yang dibuat sudah mengandung material peredam getaran da telah di renacakan sedemikian rupa untuk menjaga keutuhan bangunan saat gempa terjadi.

Masjid Kul Sharif (Kazan)

Pada salah satu sudut kota Kazan, Rusia, terletak masjid indah dengan bangunan menyerupai negeri dongeng. Balutan warna putih dan biru pada kubanhnya membuat mata terbelalak untuk terus memandang keindahannya. Masjid ini mampu menampung 6.000 jemaah di dalamnya. Gaya arsitektur yang dibawa oleh masjid ini adalah perpaduan dari Volga Bulgarian, Ottoman, dan Renaissance.

Nah, apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya? Sebagian besar masjid yang telah dipaparkan diatas mungkin jarang kita dengar sebelumnya, namun tidak ada yang tidak mungkin untuk mengunjunginya. Biasanya dalam satu paket ibadah umroh, beberapa biro perjalanan umroh  atau biro perjalanan haji memasukan paket wisata bersamaan sehingga memungkinkan untuk mengunjungi tempat – tempat tersebut dengan harga lebih terjangkau dan didampingi oleh guide yang professional. Maka dari itu perlu untuk memilih travel umroh yang terpercaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan Islam ya.

Panitia Haji Malaysia, Pakistan , dan Bangladesh mengunjungi PPIH

Panitia Haji Malaysia, Pakistan , dan Bangladesh mengunjungi PPIH

Panitia Haji Malaysia, Pakistan, dan Bangladesh mengunjungi PPIH – Pada 19 September 2017 lalu, pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi kedatangan tamu dari Tim Tabung Haji Malaysia. Pertemuan rutin beberapa tahun belakangan ini yang selalu dilaksanakan menjelang fase akhir ibadah haji ini di gelar di Kantor PPIH Daerah Kerja Mekah. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Sri Ilham Lubis selaku Direktur Layanan Haji Luar Negeri, Ahmad Jauhari selaku Staf Teknis 3 Kantor Urusan Haji, Nasrullah Jasam selaku Kepala Daerah Kerja Mekah, dan para Kepala Seksi Layanan dari Daerah Kerja Mekah. Dari pihak Tim Tabung Haji Malaysia dipimpin oleh Datuk Syed Saleh Syed Abdur Rahman selaku Ketua Rombongan serta didampingi para pengarah operasional yang setara dengan Kepala Daker dan Kepala Bidang Layanan.

Pertemuan ini bertujuan untuk silaturahmi dan melakukan sharing pengalaman selama menjalankan tugas sebagai panitia penyelenggara haji di negara masing – masing. Disamping itu, Syeh Saleh juga mengutarakan bahwa Malaysia dan Indonesia masih satu rumpun sehingga profil jemaah haji Malaysia dengan Indonesia tidak berbeda jauh. Yang dimaksudkan dengan profil jemaah haji antara lain dari segi usia, pendidikan, dan profesi. Ia juga menambahkan bahwa kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Malaysia hanya 30.200 dengan durasi tinggal di Arab Saudi selama 45 – 55 hari. Tentunya jumlah tersebut masih jauh dibawah jumlah kuota yang di berikan kepada Indonesia.

Ada pertemuan tersebut, secara garis besar adalah sharing dimana pihak Malaysia ingin mengetahui pengelolaan yang telah dilakukan PPIH mulai dari persiapan, manasik, hingga pelaksanaan ibadah haji dengan kuota jemaah yang sangat banyak. Sri Ilham menjawab pertanyaan pihak Tim Tabung Haji Malaysia mengenai hal tersebut mulai dari pemaparan data jemaah haji Indonesia hingga manajemen operasional haji Indonesia. Pada tahun ini kuota jemaah haji Indonesia telah kembali normal pada angka 211.000 jemaah, namun pihak Arab Saudi memberikan tambahan 10.000 kuota sehingga total yang diberangkatkan pada tahun ini mencapai 221.000 jemaah.

Tidak lupa Sri Ilham juga menambahkan bahwa manajemen juga dibentuk sejak sebelum diberangkatkan. Jemaah haji Indonesia diorganisir dengan membentuk sistem kloter dan struktur petugas. Dalam satu kloter terdiri dari 360 – 455 jemaah haji yang didampingi oleh 5 orang petugas. Tim petugas yang dimaksud terdiri dari 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), 1 orang Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), dan 3 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI). Disamping itu Sri Ilham juga menjelaskan layanan apa saja yang jemaah haji Indonesia peroleh selama melaksanakan ibadah haji, antara lain layanan akomodasi, transportasi, dan katering.

Berdasarkan hasil berbagi pengalaman yang telah dilakukan, PPIH juga mendapatkan banyak informasi mengenai kondisi jemaah haji Malaysia. Pasalnya jumlah jemaah haji Malaysia jauh lebih sedikit sehingga pembagian kloternya juga hanya menjadi 100 lebih dengan jumlah jemaah haji 250 orang per kloter. Setiap kloter Malaysia tidak didampingi petugas selama perjalanan ke Arab Saudi, dan petugas baru bergabung setelah setibanya di Arab Saudi. Untuk lokasi akomodasi, karena jumlah jemaah haji Malaysia yang lebih sedikit menyebabkan penempatannya mengelompok pada jarak 900 meter dari Masjidil Haram. Pada proses manasik, jemaah haji Malaysia mendapatkan 17 kali pertemuan manasik dasar dan 2 hari intensif manasik praktik. Pada program tersebut, jemaah haji Malaysia diberikan situasi yang mencerminkan kondisi saat haji nantinya termasuk saat melakukan mabit di Mina dan Arafah. Adapun ujian yang diselenggarakan untuk memastikan penyampaian materi kepada jemaah haji Malaysia, jika terdapat jemaah haji yang belum lolos, maka akan dilakukan proses manasik kembali.

Seusainya pertemuan tersebut, mereka memanfaatkan untuk berkeliling. Tidak lupa Tim Tabung Haji Malaysia melakukan diskusi ringan sembari melanjutkan peninjauan di Kantor Daker Mekah.

Selang beberapa hari setelahnya, PPIH juga mendapatkan kunjungan kembali oleh pihak panitia misi haji dari Pakistan dan Bangladesh pada Rabu 22 September 2017 lalu. Pakistan dan Bangladesh termasuk penyumbang jemaah haji peringkat 5 besar. Pada musim haji 1438 H tahun ini, Pakistan berada diperingkat kedua yang memperoleh kuota 179.000 jemaah haji setelah Indonesia sedangkan Bangladesh mendapatkan peringkat keempat dengan kuota sebesar 129.000 jemaah haji setelah India.

Sama seperti kunjungan Malaysia sebelumnya, delegasi dari Pakistan dan Bangladesh ingin mengetahui bagaimana manajemen yang dilakukan Indonesia sebagai penyumbang jemaah haji terbanyak tahun ini untuk memberikan kualitas layanan yang baik kepada jemaahnya. Pada awal pertemuan, mereka menyempatkan diri untuk memapaparkan kondisi dan profil jemaah haji masing – masing negara.

Pertemuan ini bertujuan untuk bertukar informasi mengenai kelebihan dan kekurangan dari misi haji masing – masing negara. Dengan begitu, pelayanan tahun depan harus lebih baik lagi dan saling belajar dengan negara tetangga. Sri Ilham menuturkan bahwa persiapan penyelenggaraan haji dimulai sejak awal, sehingga pada saat penutupan operasional haji musim ini menandakan bahwa perencanaan haji musim dapat sudah dimulai.

Indonesia berusaha memberikan pelayanan yang terbaik pada beberapa tahun terakhir ini. Oleh karenanya dari segi akomodasi, transportasi, hingga katering juga telah dipikirkan baik – baik hingga Menteri Agama pun turun tangan mengeluarkan Peraturan Menteri yang mengatur tentang layanan haji di Arab Saudi.

Sri Ilham juga menambahkan manajemen yang diberlakukan Indonesia dalam pembagian daerah kerja dan sektor. Setiap sektor telah tersedia petugas haji yang siap siaga 24 jam selama musim haji berlangsung guna memudahkan jemaah haji Indonesia jika membutuhkan bantuan.

Dari segi masa tinggal, Indonesia memiliki masa tinggal lebih pendek dari kebanyakan negara lainnya yaitu 40 hari yang diatur dengan manajemen keberangkatan dan pemulangan jemaah haji secara bertahap oleh PPIH. Sedangkan untuk Pakistan dan Bangladesh, masa tinggal hingga 45 hari.

Untuk akomodasi, Indonesia memiliki spek tertentu untuk tempat tinggal dari fasilitas, jarak dan kapasitas pemondokan yang digunakan. Pada tahun ini Indonesia membutuhkan 155 hotel dengan jarak beragam untuk menampung jemaah haji Indonesia yang sangat banyak. Sri Ilham menambahkan bahwa hotel yang terletak 1,5 km hingga 4,5 km juga difasilitasi sarana transportasi bus shalawat untuk menuju Masjidil Haram. Sedangkan Pakistan sendiri mengaku bahwa pihaknya menyewa hotel dengan jumlah 195 hotel dan jarak hingga 7 km.

Pertemuan ini berguna untuk memperbaiki sistem manajemen misi haji masing – masing negara. Diharapkan dengan kunjungan ini dapat menjadikan motivasi ketiga negara untuk memberikan layanan lebih baik lagi tahun depan dengan bercermin dari kekurangan pada tahun ini.

×