Masjid ? Masjid Besejarah dan Keistimewaannya (Bagian II)

Masjid ? Masjid Besejarah dan Keistimewaannya (Bagian II)

Setelah membaca sedikit kisah sejarah Masjidil Haram dan keistimewaannya pada bagian I, masih terdapat masjid – masjid lain yang memiliki keutamaan khusus. Jika melakukan ibadah haji dan umroh, umat muslim pasti mengunjungi Masjidil Haram (Mekah) dan singgah sebentar di Masjid Nabawi (Madinah). Namun tidak jarang pula biro perjalanan memberikan paket untuk berkunjung ke Masjidil Aqsha (Palestina). Bukan tanpa alasan kunjungan diarahkan ke masjid – masjid tersebut, melainkan karena keutamaan dari masjid- masjid itu sendiri. Berikut ulasan sejarah dan keutamaan masjid agung bagi umat muslim selanjutnya.

2. Masjid Al – Aqsha

Masjid Al – Aqsha terletak di dalam tembok Kota Lama Yerusallem. Bangunan permanen Masjid Al – Aqsha dibangun oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan pada tahun 66 H hingga 73 H. Di Masjid Al – Aqsha ini merupakan bait yang pertama dibangun oleh Nabi Sulaiman as yang diyakini menjadi tempat singgahnya 10 Firman Tuhan yang diterima oleh Nabi Musa as sehingga dianggap penting bagi kaum Yahudi. Disamping itu, lokasi Masjid Al – Aqsha juga merupakan tempat dimana Nabi Isa as mendapatkan wahyu pertama kenabiannya.


سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ – 17:1

Artinya :

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami memperlihatkan kepadanya sebagian tanda – tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (QS. Al– Isra : 1)

Pada peristiwa Isra Mi’raj yang telah dilalui Nabi Muhammad SAW, beliau bersinggah ke Masjid Al – Aqsha sebelum Isra Mi’raj ke langit. Pada peristiwa tersebut, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk menunaikan shalat. Masjid Al – Aqsha yang kemudian disebut dengan Baitul Maqdis ini dijadikan sebagai arah kiblat umat muslim melakukan shalat sebelum akhirnya diturunkan surah Al – Baqarah ayat 144 tentang perubahan kiblat menghadap Ka’bah.

Berdasarkan hadist shahih juga telah diriwayatkan bahwa satu kali shalat di Masjidil Aqsha sama dengan 500 kali shalat di masjid – masjid lain, kecuali di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.


لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِي هَذَا وَمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

Artinya :

Dari Abu Hurairah berkata “Janganlah kalian bersusah payah melakukan perjalanan jauh kecuali menuju ketiga masjid : Masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjid Al – Haram (Mekah), dan Masjid Al-Aqsha.” (HR. Bukhari).

3. Masjid Nabawi

Masjid Nabawi merupakan masjid kedua setelah Masjid Quba yang dibangun oleh Rasulallah SAW saat pertama tiba di Madinah. Tanah tempat berdirinya Masjid Nabawi diperoleh dari wakaf Bani Najjar yang pada saat itu terdapat pohon kurma, puing – puing bangunan, serta makam orang – orang musyrik. Kemudian pemindahan makan dan perataan tanah dilakukan sebelum mulai pembangunan Masjid Nabawi.

Rasulallah SAW bersabda “Shalatlah di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keistimewaan lainnya dari Masjid Nabawi adalah terdapat raudhah (taman surga) yang terletak di antara mimbar Rasulallah SAW dengan rumah beliau.

Rasulallah SAW bersabda “Antara mimbarku dan rumahku merupakan taman dari taman – taman syurga”. (HR. Bukhar dan Muslim)

Apabila kita memanjatkan doa ketika di raudhah, niscaya Allah akan mendengar dan mengabulkannya, insyallah. Pada saat ini raudhad telah ditandai dengan karpet berwarna hijau, sehingga tidak heran jika banyak jemaah yang berebut untuk melakukan shalat di lokasi raudhah tersebut. Untuk pembagian jemaah laki – laki dan perempuan dibedakan waktu sehingga pada jam – jam tertentu raudhah digunakan untuk jemaah perempuan dan waktu lainnya untuk laki – laki

4. Masjid Quba

Mengulas sedikit mengenai mengapa Masjid Nabawi menjadi keutamaan walaupun bukan masjid pertama yang didirikan oleh Rasulallah SAW karena Masjid Nabawi dibangun dengan landasan ketaqwaan. Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun Rasulallah SAW saat melakukan perjalanan dari Mekah menuju Madinah. Beliau berhenti di tengah perjalanan untuk menunggu Ali bin Abi Thalib dan seraya membangun Masjid Quba dengan bantuan kaum muslimin. Rasulallah SAW semasa hidup juga selalu menyempatkan untuk mengunjungi Masjid Quba dan melakukan shalat sunnah didalamnya.

Diriwayatkan dari Bukhori dan Muslim, ketika pembangunan Masjid ini (Quba) selesai, Rasulllah SAW mengimami shalat selama 20 hari. Semasa hidupnya, beliau sellu pergi ke Masjid Quba setiap hari Sabtu, Senin, dan Kamis. Setelah Rasulallah SAW wafat, para sahabat menziarahi masjid ini dan melakukan shalat disana.

Adapun keutamaan jika melakukan ibadah di Masjid Quba yaitu seperti diriwayatkan hadist shahih berikut.

“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya, kemudian pergi ke Masjid Quba, lalu ia shalat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah”. (HR. Tirmdzi)

Dari wacana di atas, ketiga masjid – masjid tersebut merupakan masjid yang agung bagi umat muslim. Selain pahala yang dilipatgandakan, kita menjadi lebih tau mengapa masjid – masjid tersebut menjadi istimewa. Bagi Anda yang memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji dan umroh, sempatkan untuk mengunjungi Masjid Nabawi dan melakukan ibadah Arbain (shalat 40 waktu tanpa terputus) disana, nisacaya kita akan dijauhkan dari api neraka. Allahuma Amin.

 

Masjid ? Masjid Besejarah dan Keistimewaannya (Bagian I)

Masjid ? Masjid Besejarah dan Keistimewaannya (Bagian I)

Dalam sejarah umat Islam, terdapat beberapa masjid yang memiliki keistimewaan tersendiri. Masjid – masjid tersebut memiliki keistimewaan bukan tanpa sebab melainkan karena sejarah dibalik berdirinya masjid – masjid tersebut. Jadi tidak heran jika ibadah haji dan umrah mewajibkan umat muslim mengunjungi beberapa diantaranya, dan tidak jarang pula biro perjalanan memberikan paket untuk mengunjungi ketiganya.

Masjid – Masjid Besejarah dan Keistimewaannya

  1. Masjidil Haram

Dalam ajaran Islam, Masjidil Haram telah dibangun pada masa kenabian Nabi Ibrahim as dan putranya Nabi Ismail as. Mereka telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun Ka’bah yang kemudian dijadikan kiblat untuk semua muslim.

Hingga tiba masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, penghancuran semua berhala yang ada di sekitar Masjidil Haram telah dilakukan dengan bantuan Ali bin Abu Thalib. Pada tahun 692, renovasi pertama Masjidil Haram dilakukan dengan bagian tengah Masjidil Haram terdapat Ka’bah di ruangan terbuka.

Masjidil Haram merupakan kiblat pertama umat Islam dimana dahulu kiblat pernah dihadapkan ke arah Baitul Maqdis selama kurun waktu 13 tahun selama penyebaran agama Islam dan 16 – 17 bulan lamanya setelah Rasulallah SAW hijrah ke Madinah. Namun turunnya ayat – ayat suci Al – Quran meyakinkan bahwa perubahan arah kiblat dengan nyata.


إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ – 3:96


فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ – 3:97

Artinya :

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) uang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Disana terdapat tanda – tanda yang jelas, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan(diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang – orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (QS. Al – Imran : 96 – 97)

Perubahan arah kiblat membuat kaum Yahudi murka karena mereka berpendapat kiblat menghadap Baitul Maqdis jauh lebih mulia dibandingkan dengan menghadap ke Baitullah. Tidak berhenti sampai disitu, kaum Yahudi terus menyebarkan omong kosong untuk membuat kaum muslimin bingung. Namun Allah Maha Tahu segalanya, sehingga diturunkanlah Surah Al – Baqarah ayat 144 yang meyakinkan umat muslim jika arah kiblat berubah menghadap Ka’bah.


قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ – 2:144

Artinya :

Kami melihat wajahmu (Muhammad) seiring menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu kea rah itu. Dan sesungguhnya orang – orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. Al – Baqarah : 144)

Sekilas mengenai sejarah Masjidil Haram tersebut tidak terlepas dengan keistimewaannya. Kepada siapapun yang mengunjungi Masjidil Haram, maka akan merasakan keberkahan seperti yang telah diterangkan pada beberapa ayat berikut.

 


وَقَالُوا إِن نَّتَّبِعِ الْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّن لَّهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَىٰ إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِّزْقًا مِّن لَّدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ – 28:57

Artinya :

Dan mereka berkata, “Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” (Allah berfirman) Bukankan Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah – buahan dari segala macam (tumbuh – tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami ? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Al – Qasash : 57)


رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ – 14:37

Artinya :

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam – tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah – buahan, mudah – mudahan mereka bersyukur. (QS. Ibrahim : 37)

Berdasarkan ayat tersebut yang menceritakan doa Nabi Ibrahim as yang saat itu meninggalkan Siti Hajar dan Ismail as di sekitar Baitullah yang gersang, maka dijelaskan pada dua ayat diatas bahwa Maha Suci Allah telah memberikan limpahan rahmat dan rezekinya sehingga di sekitar Masjidil Haram menjadi tempat yang subur sehingga buah-buahan lebih mudah diperoleh.

Keistimewaan lainnya adalah adanya Sumur Zamzam yang tidak pernah kekeringan hingga saat ini. Limpahan air yang banyak dan memiliki banyak manfaat masih terus mengalir hingga sekarang.

Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani berbunyi bahwa Rasulallah SAW bersabda “Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”.

Masjidil Haram merupakan masjid yang agung, selain di di dalamnya terdapat Ka’bah kiblat seluruh umat muslim di dunia, di masjid tersebut juga terdapat Batu Hitam (Hajar Aswad) yang dipercaya merupakan peninggalan satu – satunya dari Nabi Ibrahim as. Terdapatnya Sumur Zamzam dan Maqam Ibrahim di sekitar Masjidil Haram menjadi bukti kekuasaan Allah SWT atas seluruh semesta. Masjid – masjid istimewa berikutnya akan dilanjutkan ke bagian II ya.

Jemaah Dihimbau Jaga Kesehatan Selama Di Madinah

Jemaah Dihimbau Jaga Kesehatan Selama Di Madinah

Sejak Selasa (12/09) kemarin, pergerakan jemaah haji menuju Madinah sudah dimulai. Sudah terdapat 16 kloter yang diberangkatkan kemarin dan disusul dengan 17 kloter pada Rabu (13/09).

Dokter penghubung di Mekah menerangkan bahwa kondisi cuaca di Madinah saat ini panas, sehingga jemaah haji Indonesia dihimbau untuk menjaga kondisi diri. Apabila jemaah haji tidak sanggup untuk melakukan aktivitas sesuai jadwal, jangan dipaksakan. Mengingat jemaah haji gelombang II berangkat menuju Madinah untuk melakukan kegiatan Arbain (shalat berjamaah 40 waktu), namun jemaah tetap harus memperhatikan kondisi kesehatan masing – masing.

Hotel yang digunakan sebagai tempat singgah jemaah haji memang memiliki jangkauan ke Masjid Nabawi. Namun tidak terlepas dengan kondisi cuaca yang panas, akan berdampak pada kesehatan jemaah haji. Terlebih energy jemaah telah banyak dikuras pada kegiatan – kegiatan sebelumnya.

Suhu di Madinah hari ini mencapai 43 – 45 derajat Celsius. Tentunya bagi jemaah Indonesia ini perlu membiasakan diri untuk memperbanyak konsumsi air mineral untuk menjaga cairan tubuh. Panitia juga menghimbau untuk membiasakan minum sebelum merasa haus karena dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi.

Jemaah haji Indonesia yang berada di Madinah akan dipulangkan ke Tanah Air setelah 8 – 9 hari menetap di Madinah. Waktu yang cukup lama tersebut dipergunakan untuk melakukan ibadah Arbain yang telah dijadwalkan sejak setibanya di Madinah. Pengaturan jadwal selama di Madinah pun cukup ketat agar ibadah dapat dicapai dan disesuaikan dengan jadwal kepulangan ke Tanah Air nantinya. Namun karena kondisi cuaca yang ekstrim ini, pihak panitia menghimbau bagi jemaah untuk tidak memaksakan diri karena banyak resiko yang mungkin bisa terjadi.

 

Gelombang II Beranjak Ke Madinah

Gelombang II Beranjak Ke Madinah

Hari Selasa pekan ini (12/09) jemaah haji gelombang II telah beranjak dari Mekah menuju Madinah. Jemaah akan bermalam disekitar lokai Masjid Nabawi. Sebanyak 16 kloter jemaah haji Indonesia yang bergabung dalam rombongan gelombang II ini.

Terdapat perbedaan antara jemaah haji gelombang I yang dipulangkan melalui Jeddah, jemaah haji gelombang II ini dipulangkan melalui Madinah dengan waktu tinggal di Madinah sendiri cukup lama yakni mencapai 8 – 9 hari. Bagi kloter yang tergabung dalam gelombang II ini mendapatkan jadwal tambahan yaitu ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Ibadah Arbain merupakan ibadah sholat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi.

Amin Handoyo, Kepala Daker Madinah menghimbau kepada jemaah untuk selalu berpergian beregu selama menjalankan ibadah Arbain. Besarnya Masjid Nabawi, ditambah dengan ramainya suasana pasca puncak haji ini akan berpotensi menyesatkan arah jemaah. Terdapat kemungkinan jemaah terpisah dari rombongan, sehinga perlu untuk saling mengingatkan. Adapun ibadah Arbain yang sudah dijadwalkan membuat pengaturan jadwal keberangkatan dari Mekah hingga persiapan pulang ke Tanah Air harus tepat waktu.

Amin juga mengingatkan jemaah haji untuk lebih sering minum air, karena cuaca di Madinah cukup panas yaitu mencapai 38 – 43 derajat Celcius dengan kondisi kelembaban 2%. Jangan menunggu haus, melainkan sesering mungkin mengkonsumsi air mineral karena dikhawatirkan jemaah mengalami dehidrasi.

Disamping hal tersebut, jemaah diminta untuk membawa kantong yang digunakan untuk menyimpan alas kaki dan turut dibawa masuk kedalam Masjid Nabawi. Fasilitas di Masjid Nabawi yang dilengkapi rak sepatu pada bagian pilar – pilar di dalam masjid memungkinkan jemaah untuk meletakkan alas kaki tidak jauh di sekitar tempat jemaah sholat. Namun harus di masukkan kedalam kantong terlebi dahulu untuk tetap menjaga kebersihan dan kesucian tempat sholat.

Pada jadwal kepulangan gelombang II pekan depan, jemaah juga harus tepat waktu mengingat diberlakukan jam check out dari hotel adalah 4 – 5 jam sebelum jam penerbangan. Oleh sebab itu, bagi jemaah gelombang II wajib mengikuti jadwal yang sudah ditentukan secara tepat waktu.

Keenam belas kloter jemaah haji yang diberangkatkan ke Madinah hari ini antara lain sebagai berikut.

  1. Embarkasi Surabaya 44 (SUB 044)
  2. Embarkasi Surabaya 45 (SUB 045)
  3. Embarkasi Surabaya 46 (SUB 046)
  4. Embarkasi Solo 48 (SOC 048)
  5. Embarkasi Solo 49 (SOC 049)
  6. Embarkasi Solo 50 (SOC 050)
  7. Embarkasi Solo 51 (SOC 051)
  8. Embarkasi Jakarta – Bekasi 48 (JKS 048)
  9. Embarkasi Jakarta – Bekasi 49 (JKS 049)
  10. Embarkasi Jakarta – Bekasi 50 (JKS 050)
  11. Embarkasi Jakarta – Bekasi 51 (JKS 051)
  12. Embarkasi Batam 14 (BTH 014)
  13. Embarkasi Palembang 09 (PLM 09)
  14. Embarkasi Jakarta – Pondok Gede 30 (JKG 030)
  15. Embarkasi Padang 14 (PDG 014)
  16. Embarkasi Lombok 01 (LOP 001)
Keistimewaan Masjid Nabawi

Keistimewaan Masjid Nabawi

Keistimewaan Masjid Nabawi – Masjid Nabawi menjadi lokasi tujuan utama, selain Masjidil Haram, bagi setiap umat muslim yang berkunjung ke tanah suci. Masjid Nabawi memiliki arsitektur yang sangat indah dengan nuansa sejarah penyebaran agama Islam yang kental. Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di tengah Kota Madinah. Masjid Nabawi dibangun di atas tanah wakaf As’ad bin Zurarah, tanah milik anak yatim Sahal dan Suhail yang dibeli seharga 10 dinar, serta tanah bekas makam muslimin yang telah rusak. Di awal pembangunannya, Masjid Nabawi hanya seluas 1.050 m2, namun pada masa pemerintahan Raja Fahd Masjid Nabawi mengalami perluasan hingga hampir mencapai 100.000 m2. Masjid Nabawi memiliki banyak keistimewaan, sebagai berikut :

  1. Shalat di Masjid Nabawi Lebih Baik dari 1000 Shalat di Masjid Lain

Dalam beberapa hadist, Rosulullah SAW bersabda tentang keutamaan sholat di Masjid Nabawi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda ” Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya, selain Masjidil Haram.”
  • Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda “ Barang siapa yang melaksanakan shalat di dalam masjidku (Masjid Nabawi) sejumlah 40 kali dan tanpa melewati satu kali ia shalat, maka mereka akan dicatat amal baiknya sebagai kebebasan dari neraka serta ia juga akan terhindar dari azab dan kemunafikan. “ [Riwayat Thabrani dan Ahmad]
  • Dari Sa’id bin Musaiyab, Nabi Muhammad SAW bersabda “Mereka tak perlu menyiapkan kendaraan, terkecuali untuk yang mengunjungi 3 masjid : Masjidil Aqsa, Masjidil Haram dan masjidku ini .” [Riwayat Bukhari Abu Dawud dan Muslim]
  1. Adanya Makam Rosulullah SAW

Makam Rosulullah SAW terletak di sisi timur Masjid Nabawi, tepat di bawah Green Dome. Dahulu, tempat makam Rosulullah SAW ini merupakan rumah beliau dengan Siti Aisyah. Berdampingan dengan makam Rosulullah SAW, terdapat makam dua sahabat beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. Bangunan pusara Nabi Muhammad SAW memiliki empat buah pintu, yaitu :

  • At-Taubah, merupakan pintu di sebelah kiblat
  • Fatimah, merupakan pintu di sebelah timur
  • Tahajjud, merupakan pintu di sebelah utara
  • Serta pintu di sebelah barat ke arah Roudloh yang sudah di tutup
  1. Adanya Raudloh

Roudloh atau taman surga, merupakan suatu tempat yang istimewa dan merupakan satu-satunya taman surga yang ada di bumi yang berada di dalam Masjid Nabawi. Roudloh terletak diantara rumah Rosulullah SAW dan mimbar beliau. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rosulullah SAW bersabda “ Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku.” Roudloh selalu dipadati oleh jamaah untuk berdoa. Jamaah wanita tidak diperkenankan untuk sholat di Roudloh apabila ada jamaah pria disana. Ketika waktu sholat wajib, Roudloh selalu dipenuhi oleh jamaah pria, sehingga untuk jamaah wanita hanya diberi kesempatan sholat di Roudloh pada waktu sholat sunnah Dhuha, dari pagi sampai menjelang waktu sholat Dzuhur.

Raudhah ditandai dengan karpet hijau di dalam Masjid Nabawi

  1. Adanya Mimbar Rosulullah SAW

Apabila menghadap kiblat, mimbar Rosulullah SAW berada di sebelah kanan Roudloh. Mimbar Rosulullah SAW terbuat dari kayu hutan yang diperoleh dari hutan di utara Kota Madinah. Mimbar ini memiliki tiga tingkat. Namun, saat Mu’awiyah pergi haji, beliau menambahkan beberapa tiang pada mimbar dan meletakkan mimbar yang asli pada bagian paling atas sehingga menjadi 9 tingkat. Terjadi banyak pergantian mimbar baru karena kebakaran yang terjadi di tahun 654 H dan 886 H. Mimbar yang ada sampai sekarang terbuat dari marmer dengan ukiran-ukiran yang dipoles emas. Pada bagian atas berbentuk kubah dengan empat tiang penyangga. Terdapat sebuah pintu di bagian bawah dengan tulisan ayat-ayat Al-Qur’an di atasnya. Mimbar ini diletakkan persis pada posisi mimbar Rosulullah SAW. Kini, mimbar Rosulullah memiliki 12 tingkat, dengan 9 tingkat berada di dalam pintu dan tiga tingkat di luar pintu.

  1. Mihrab

Mihrab merupakan suatu cekungan kecil yang biasa digunakan sebagai tempat imam memimpin sholat. Mihrab juga menjadi penanda arah kiblat. Mihrab Masjid Nabawi dibangun pertama kali setelah turun perintah Allah kepada Rosulullah untuk memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Baitullah, yaitu pada tahun 2 H. Sekarang, terdapat 5 mihram di Masjid Nabawi, yaitu:

  • Mihrab Majidi
  • Mihrab Nabawi
  • Mihrab Sulaiman
  • Mihrab Tahajjud
  • Mihrab Usmani

 

Semoga ulasan diatas dapat membuka wawasan mengenai Keistimewaan Masjid Nabawi dan dapat meningkatkan nilai keimanan kita, insyaallah.

×