Dalam sejarah umat Islam, terdapat beberapa masjid yang memiliki keistimewaan tersendiri. Masjid – masjid tersebut memiliki keistimewaan bukan tanpa sebab melainkan karena sejarah dibalik berdirinya masjid – masjid tersebut. Jadi tidak heran jika ibadah haji dan umrah mewajibkan umat muslim mengunjungi beberapa diantaranya, dan tidak jarang pula biro perjalanan memberikan paket untuk mengunjungi ketiganya.

Masjid – Masjid Besejarah dan Keistimewaannya

  1. Masjidil Haram

Dalam ajaran Islam, Masjidil Haram telah dibangun pada masa kenabian Nabi Ibrahim as dan putranya Nabi Ismail as. Mereka telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk membangun Ka’bah yang kemudian dijadikan kiblat untuk semua muslim.

Hingga tiba masa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW, penghancuran semua berhala yang ada di sekitar Masjidil Haram telah dilakukan dengan bantuan Ali bin Abu Thalib. Pada tahun 692, renovasi pertama Masjidil Haram dilakukan dengan bagian tengah Masjidil Haram terdapat Ka’bah di ruangan terbuka.

Masjidil Haram merupakan kiblat pertama umat Islam dimana dahulu kiblat pernah dihadapkan ke arah Baitul Maqdis selama kurun waktu 13 tahun selama penyebaran agama Islam dan 16 – 17 bulan lamanya setelah Rasulallah SAW hijrah ke Madinah. Namun turunnya ayat – ayat suci Al – Quran meyakinkan bahwa perubahan arah kiblat dengan nyata.


إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ – 3:96


فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَّقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ – 3:97

Artinya :

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) uang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam. Disana terdapat tanda – tanda yang jelas, (diantaranya) maqam Ibrahim. Barangsiapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan(diantara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang – orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam. (QS. Al – Imran : 96 – 97)

Perubahan arah kiblat membuat kaum Yahudi murka karena mereka berpendapat kiblat menghadap Baitul Maqdis jauh lebih mulia dibandingkan dengan menghadap ke Baitullah. Tidak berhenti sampai disitu, kaum Yahudi terus menyebarkan omong kosong untuk membuat kaum muslimin bingung. Namun Allah Maha Tahu segalanya, sehingga diturunkanlah Surah Al – Baqarah ayat 144 yang meyakinkan umat muslim jika arah kiblat berubah menghadap Ka’bah.


قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ – 2:144

Artinya :

Kami melihat wajahmu (Muhammad) seiring menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu kearah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu kea rah itu. Dan sesungguhnya orang – orang yang diberi Kitab (Taurat dan Injil) tahu, bahwa (pemindahan kiblat) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan. (QS. Al – Baqarah : 144)

Sekilas mengenai sejarah Masjidil Haram tersebut tidak terlepas dengan keistimewaannya. Kepada siapapun yang mengunjungi Masjidil Haram, maka akan merasakan keberkahan seperti yang telah diterangkan pada beberapa ayat berikut.

 


وَقَالُوا إِن نَّتَّبِعِ الْهُدَىٰ مَعَكَ نُتَخَطَّفْ مِنْ أَرْضِنَا ۚ أَوَلَمْ نُمَكِّن لَّهُمْ حَرَمًا آمِنًا يُجْبَىٰ إِلَيْهِ ثَمَرَاتُ كُلِّ شَيْءٍ رِّزْقًا مِّن لَّدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ – 28:57

Artinya :

Dan mereka berkata, “Jika kami mengikuti petunjuk bersama engkau, niscaya kami akan diusir dari negeri kami.” (Allah berfirman) Bukankan Kami telah meneguhkan kedudukan mereka dalam tanah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah – buahan dari segala macam (tumbuh – tumbuhan) sebagai rezeki (bagimu) dari sisi Kami ? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Al – Qasash : 57)


رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ – 14:37

Artinya :

Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam – tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan (yang demikian itu) agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah – buahan, mudah – mudahan mereka bersyukur. (QS. Ibrahim : 37)

Berdasarkan ayat tersebut yang menceritakan doa Nabi Ibrahim as yang saat itu meninggalkan Siti Hajar dan Ismail as di sekitar Baitullah yang gersang, maka dijelaskan pada dua ayat diatas bahwa Maha Suci Allah telah memberikan limpahan rahmat dan rezekinya sehingga di sekitar Masjidil Haram menjadi tempat yang subur sehingga buah-buahan lebih mudah diperoleh.

Keistimewaan lainnya adalah adanya Sumur Zamzam yang tidak pernah kekeringan hingga saat ini. Limpahan air yang banyak dan memiliki banyak manfaat masih terus mengalir hingga sekarang.

Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani berbunyi bahwa Rasulallah SAW bersabda “Shalat di Masjidku lebih utama 1000 kali dibandingkan shalat di masjid yang lain, kecuali Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama 100.000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid yang lain”.

Masjidil Haram merupakan masjid yang agung, selain di di dalamnya terdapat Ka’bah kiblat seluruh umat muslim di dunia, di masjid tersebut juga terdapat Batu Hitam (Hajar Aswad) yang dipercaya merupakan peninggalan satu – satunya dari Nabi Ibrahim as. Terdapatnya Sumur Zamzam dan Maqam Ibrahim di sekitar Masjidil Haram menjadi bukti kekuasaan Allah SWT atas seluruh semesta. Masjid – masjid istimewa berikutnya akan dilanjutkan ke bagian II ya.

×