Sejarah dan Kemegahan Masjidil Haram

Sejarah dan Kemegahan Masjidil Haram

Sejarah dan Kemegahan Masjidil Haram – Siapa yang tak kenal Masjidil Haram, masjid termegah di dunia yang mampu menampung hingga 850 ribu jemaah haji dan hingga 2 juta jemaah saat melakukan shalat ied. Masjidil Haram menjadi masjid utama umat muslim dimana seluruh umat muslim mendambakan untuk mengunjunginya dan beribadah di dalamnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam Masjidil Haram terletak Ka’bah, kiblat bagi seluruh umat melakukan shalat. Dibalik itu semua, sejarah pembangunan Masjidil Haram hingga bangunan masjid saat ini selalu menarik untuk dikupas.

Pada zaman pra sejarah, tepatnya adalah pada masa Nabi Adam as diturunkan ke bumi, Allah SWT mengutus untuk membangun Ka’bah untuk melakukan ibadah. Awalnya pembangunan tersebut dilakukan di sudut kota Mekah dengan nama Bakkah. Pada masa kepemimpinan Nabi Nuh as, bangunan tersebut hancur akibat banjir yang menerjang sehingga bangunan tersebut tidak ada lagi. Lalu Allah memerintahkan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as untuk membangun Ka’bah tepat dimana Ka’bah berdiri saat ini. Berkat usaha Nabi Ibrahim as beserta putranya Nabi Ismail as, Kab’bah dapat berdiri dengan Hajar Aswad pada salah satu sisinya. Tidak lupa pula di sekitar Ka’bah terdapat Maqam Ibrahim yang digunakan beliau sebagai pijakan saat membangun Ka’bah.

Membangun Ka’bah pada masa itu bukanlah hal mudah karena banyaknya orang yang masih menyembah berhala. Bahkan Nabi Ibrahim as harus menghancurkan banyak berhala di sekitar Ka’bah pada masa awal pembangunannya. Tidak berhenti disitu saja, pada tahun gajah atau 571 M ketika Nabi Muhammad SAW dilahirkan, Raja Abraha dari Yaman mengutus pasukan gajah untuk menghancurkan gajah. Namun tindakan tersebut digagalkan atas perintah Allah SWT dengan turunnya burung ababil yang membawa batu neraka dan dijatuhkan ke pasukan gajah sehingga mereka tewas dalam kondisi berlubang seperti yang telah dijelaskan pada surat Al-Fil (QS. 105: 1-4).

Perkembangan pembangunan Ka’bah dan Masjidil Haram terus dilakukan dari masa ke masa. Diperkirakan pada masa Rasulallah SAW masih berdakwah, luasan Masjidil Haram tidak lebih dari 2000 meter persegi saja. Namun karena semakin hari semakin banyak umat muslim yang mengunjunginya terlebih saat musim haji tiba, maka pelebaran Masjidil Haram terus dilakukan. Sejak masa kekhalifahan Ustman bin Affan, pelebaran yang dilakukan mencapai 2040 meter persegi dan kemudian dilebarkan lagi oleh Abdullah bin Zubair hingga 4050 meter persegi.

Dari segi pembangunan, bangunan Masjidil Haram telah mengalami beberapa kali perombakan. Penambahan dinding dan pintu serta Menara juga dilakukan sebagai upaya memperbaiki dan memberikan fasilitas agar cukup menampung jemaah yang menunaikan haji di Masjidil Haram. Masa masa kekhalifahan Utsmaniyah, saat itu dipimpin oleh Sultan Salim al Utsmani, Masjidil Haram sempat mengalami perombakan besar-besaran dengan dibantu oleh arsitek dari Turki bernama Mimar Sinan. Tidak hanya pilar masjid, bahkan kubah masjid diganti dan bagian dalam Masjidil Haram dihiasi dengan tulisan kaligrafi yang indah. Penambahan Menara juga dilakukan sehingga Masjidil Haram memiliki tujuh menara yang menjulang. Bangunan megah seperti ini cukup lama bertahan hingga tiga abad.

Dengan mengandalkan konsep seni dan memanfaatkan cahaya dan efek bayangan, bangunan ini menjadi terkenal. Filosiofi yang dibawa adalah kehangatan dan kesejukan serta sirkulasi air dan udara yang berpadu dapat menimbulkan rasa tentram. Gaya arsitek Masjidil  Haram ini digunakan sebagai simbol arsitektur islami.

Selanjutnya memasuki masa kekuasaan raja dari Arab Saudi, bangunan Masjidil Haram dirombak kembali.  Pada awal tahun 1955 hingga 1973, pembangunan Masjidil Haram berlangsung. Lantai-lantai masjid diganti menjadi marmer dengan tambahan 3 menara baru dan disertai perobohan 4 tiang yang dibangun oleh Utsmaniyah. Disamping itu, bukit Shafa dan Marwa dimasukkan kedalam bangunan Masjidil Haram.

Pergantian Raja Arab Saudi mengindikasikan adanya pembangunan baru yang dilakukan pada Masjidil Haram. Pasalnya saat tahta turun kepada Raja Abdullah bin Abdulaziz, pembangunan dilakukan untuk memperluas masjid agar mampu menampung 2 juta jemaah. Proyek besar ini berlangsung dari tahun 2011 lalu dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2020 mendatang. Pada Juli 2015, tahta kembali turun kepada putranya Raja Salman bin Abdul Aziz yang kemudian melanjutkan proyek pembanguan Masjidil Haram dan ditambahkan sarana prasarana lainnya penunjang ibadah haji seperti  tempat tinggal jemaah hingga terowongan untuk memudahkan akses  ke Masjidil Haram.

Jumlah pintu keseluruhan yang dimiliki oleh Masjidil Haram adalah 129 pintu dengan namanya masing-masing. Dari 129 pintu, terdapat 4 pintu utama dan 45 pintu saja yang dibuka selama 24 jam serta pintu khusus difabel untuk memberi kemudahan jemaah dengan keterbatasan fisik memasuki Masjidil Haram. Untuk saat ini, telah disediakan eskalator untuk memudahkan jemaah yang ingin melakukan ibadah di lantai atas. Jumlah eskalator yang disediakan ada tujuh buah.

Kemegahan Masjidil Haram memang tidak tertandingi. Dari segi keistimewaanya karena terdapat Ka’bah, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, Bukit Shafa – Marwa dan sumur Zamzam, hingga keindahan bangunannya yang membuat mata akan takjub dan bibir seraya bergumam Subhanallah. Semoga bacaan ini dapat menguatkan kita dan menjadi pematik untuk segera menunaikan ibadah haji dan umroh. Amin.

Karena tidak ada yang tidak mungkin  di dunia ini selama kita masih berpegang teguh pada ajaran Rasulallah SAW, sehingga ada banyak kemungkinan siapa saja dapat pergi berhaji atau umroh dan mengunjungi Baitullah secepatnya. Percayakan perjalanan umroh dan haji Anda pada travel umroh dan haji terpercaya yang memberikan paket umroh dan paket haji kompetitif dan baik. Semoga bermanfaat.

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh – Tentunya setiap umat muslim mendambakan untuk berkunjung ke Baitullah dan melakukan perjalanan haji ataupun umroh disana. Tidak hanya berdoa dan bertawakal untuk mendapatkan kesempatan tersebut, namun kita juga harus memperhatikan banyak hal agar perjalanan haji dan umroh menjadi lancar. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita persiapkan sejak sekarang serta hal lain yang penting di ketahui saat melaksanakan ibadah nanti. Oleh karenanya penting bagi calon jemaah untuk banyak menyimak tips berhaji lancar agar memudahkan ibadah selama di Tanah Suci.

Perbanyak Olahraga Sebelum Berangkat

Hal paling utama yang mendukung kelancaran ibadah di Baitullah adalah kesehatan. Selama melakukan ibadah baik umroh maupun haji, kondisi kesehatan fisik harus diperhatikan. Pasalnya dalam melakukan ibadah, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang menyita energi, yaitu thawaf mengelilingi Ka’bah dan dilanjutkan dengan sa’i berlari kecil sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwa. Belum lagi untuk jemaah yang menunaikan haji, kegiatan fisik yang dilakukan lebih banyak dan lebih menguras energi karena ditambah kegiatan di Armina (Arafah – Muzdaliifah – Mina). Untuk meminimalkan resiko kondisi tubuh yang drop nantinya, bagi calon jemaah haji sebaiknya mulai membiasakan diri untuk melakukan olahraga ringan selama masih di kampung halaman. Tips haji sehat ini dapat diterapkan untuk membantu tubuh membiasakan diri agar saat di Tanah Suci nantinya tubuh lebih mudah beradaptasi dan menghindari dari kelelahan berlebihan.

Perbanyak Konsumsi Air Mineral Pengganti Cairan Tubuh

Negara Arab Saudi lebih banyak didominasi oleh gurun dimana kondisi cuaca disana cukup ekstrim. Bagi orang Indonesia yang terbiasa hidup pada iklim tropis, tinggal di Arab Saudi cukup membuat keseimbangan tubuh terkoyak. Kondisi iklim seperti ini juga dapat membuat tubuh menjadi tidak fit.  Agar umroh dan haji lancar, biasakan untuk mengkonsumsi air minum yang banyak selama di Tanah Suci nanti. Hal ini dianjurkan karena untuk menghindari kondisi tubuh mengalami dehidrasi. Saat perjalanan umroh, kondisi pengunjung yang melakukan ibadah di Baitullah tidak begitu banyak sehingga situasi dan kondisi disana lebih lenggang. Berbeda dengan haji, saat musim haji pengunjung yang melakukan ibadah jauh lebih banyak sehingga saat melakukan rangkaian kegiatan akan berdesak – desakan. Oleh sebab itu saat melakukan ibadah haji, sebaiknya calon jemaah haji lebih peduli dan mengerti kondisi diri sendiri agar haji lancar hingga kepulangan nantinya.

Jangan Tunda Makan

Selain konsumsi air minum untuk mengganti cairan tubuh, selama melakukan ibadah haji dan umroh penting untuk mengatur pola makan. Perjalanan umroh dengan menggunakan biro perjalanan umroh akan diuntungkan dengan pengaturan jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa. Oleh sebab itu, penting bagi calon jemaah umroh untuk mematuhi jadwal tersebut, termasuk saat jam makan. Jangan sesekali menunda makan selama masih di Tanah Suci karena menunda makan akan menyebabkan pencernaan bermasalah. Disamping itu tubuh juga membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas ibadah umroh.

Khusus untuk perjalanan haji, makan diberikan pada jam tertentu dari katering yang disewa oleh pemerintah. Karena makanan yang dibuat langsung dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan makan ratusan ribu jemaah, maka pembuatannya juga lebih awal. Hal ini menyebabkan lama ketahanan makanan yang diberikan kepada jemaah haji lebih pendek. Oleh sebab itu, saat makanan telah didistribusikan, sebaiknya jemaah haji langsung mengkonsumsinya. Menunda makan selain menyebabkan sakit pencernaan juga dapat membuat makanan yang disimpan tidak layak konsumsi (basi) dan dapat menyebabkan keracunan nantinya.

Perbanyak Asupan Vitamin dan Serat

Perbanyak konsumsi buah dan sayur baik untuk menunjang aktivitas selama beribadah di Tanah Suci agar umroh dan haji lancar. Banyak makan serat akan membuat pencernaan menjadi lebih nyaman, sedangkan konsumsi buah dapat meningkatkan asupan vitamin dalam tubuh. Khususnya vitamin C, dapat menjaga daya tahan tubuh agar lebih prima.

Persiapkan Obat Pribadi Dalam Tas

Selama melakukan perjalanan umroh dan haji, jangan lupa untuk menyediakan obat-obatan. Pihak biro perjalanan umroh atau panitia haji juga menyediakan perlengkapan medis untuk antisipasi jika jemaah jatuh sakit saat melakukan ibadah, namun tidak ada salahnya jika jemaah juga menyediakan obat-obatan di dalam tas. Terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan menyediakan obat-obatan pribadi di dalam tas yang dibawa kemanapun saat melakukan ibadah akan memudahkan untuk melakukan tindakan pertama apabila sewaktu – waktu jemaah mengalami sakit tiba – tiba. Walaupun situasi seperti itu tidak diinginkan untuk terjadi, namun tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan preventif untuk diri sendiri.

Jangan lupa pula untuk membawa dan mengenakan masker selama melakukan ibadah haji dan umroh. Khususnya untuk ibadah haji, lebih banyak kegiatan di luar (outdoor) dan ditambah dengan kondisi iklim kering di Arab Saudi. Baiknya jemaah haji mengenakan masker untuk menghindari dari debu dan gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga berfungsi melindungi diri dari virus dan bakteri yang menyebar di udara.

Dari ulasan diatas, penting bagi calon jemaah haji untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh agar haji dan umroh lancar nantinya. Penting juga bagi calon jemaah haji untuk menanyakan jadwal rinci pada paket haji ataupun paket umroh yang ditawarkan oleh travel umroh atau travel haji yang akan dipilih. Mengetahui kapan jadwal keberangkatan dan waktu tiba di Arab Saudi dapat membantu calon jemaah memprediksi cuaca yang terjadi di Jeddah, Mekah ataupun Madinah. Dengan begitu, persiapan calon jemaah haji akan lebih maksimal nantinya.

 

Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Seperti yang telah umat muslim ketahui, Masjid utama nan megah bagi umat muslim di dunia ada 3, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Ketiga masjid tersebut istimewa karena memiliki peran penting dalam sejarah Islam bahkan telah dituangkan dalam ayat suci Al-Quran ataupun hadist yang menyebutkan keutamaan ketiganya. Khususnya di Masjidil Haram, terletak Ka’bah yang dimana seluruh umat muslim menunaikan ibadah berkiblat pada Ka’bah. Disamping itu setiap tahunnya pada bulan Dzulhijjah, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibanjiri jutaan jemaah yang menunaikan ibadah haji.

Ternyata selain ketiga masjid tersebut, masih banyak masjid – masjid megah nan indah lainnya yang tersebar di seluruh dunia, tak terkecuali di wilayah dengan kaum muslim minoritas. Keelokan masjid – masjid ini  akan membuat kagum para jemaah yang baru pertama kali mendatanginya. Berikut beberapa masjid megah di dunia setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Masjid Hassan II (Casablanca)

Masjid ini terkenal karena keindahan bangunannya yang bergaya klasik serta berada di tepi pantai Atlantik. Masjid yang berada di kota Casablanca, Maroko, ini diresmikan pada tahun 1993. Pembangunan masjid ini ditujukan untuk memperingati hari ulang tahun Raja Maroko yang saat itu menjabat, yaitu Raja Maroko Hassan II. Oleh karena itu penamaan masjid ini menggunakan nama Raja Maroko Hassan II. Masjid ini bukanlah masjid terbesar di Eropa namun Masjid Maroko Hassan II dianugerahi rekor dunia karena ketinggian Menara yang dibangun yaitu mencapai 210 meter.

Masjid Sheikh Zayed (Abu Dhabi)

Beralih ke ibukota Uni Emirat Arab yaitu Abu Dhabi, disana terletak Masjid Syeikh Zayed yang merupakan masjid terbesar. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1996 dan selesai pada tahun 2007 pada bidang tanah seluas 12 hektar. Kapasitas masjid ini dapat menampung hingga 40.000 jemaah.

Uni Emirat Arab merupakan negara perserikatan 7 negara penghasil minyak bumi, sehingga tidak heran jika bangunan di sana megah-megah, tak terkecuali dalam pembangunan masjidnya. Masjid Sheikh Zayed ini dibangun dengan arsitektur yang indah, perpaduan antara gaya Arab, India, Persia, dan Maroko. Pada bangunan kubahnya, sekilas mirip dengan Taj Mahal yang ada di India. Tidak hanya itu saja, pada bagian dalam masjid, dinding serta lantai dihiasi oranamen yang indah dan detil. Keindahannya disempurnakan dengan lokasi masjid yang berdekatan dengan sungai sehingga kemegahan masjid ini sudah mulai tampak jika dilihat dari kejauhan. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk beribadah namun juga diperbolehkan jika wisatawan ingin berkunjung di dalamnya. Bahkan pengelola masjid juga menyediakan tim pemandu untuk melakukan tur mengitari masjid. Untuk memasuki masjid ini tidak dipungut biaya, namun diwajibkan untuk berpakaian sopan dan menutup aurat.

Masjid Agung Roma

Italia terkenal dengan Colosseum dan Menara Pisa yang bergaya romawi, namun dibalik itu Italia memiliki masjid yang dinobatkan sebagai masjid terbesar di Eropa, yaitu Masjid Agung Roma. Masjid ini dibangun diatas tanah seluas 30.000 meter persegi dan dihubungkan dengan aula sebesar 100 meter persegi. Kapasitas jamaah yang dapat ditampung dalam masjid tersebut hingga 5.000 jemaah. Masjid ini diresmikan pada tahun 1995 dan masih beroperasi hingga sekarang.

Pembangunan masjid ini dilakukan oleh beberapa negara donatur muslim dan kaum muslim di Italia. Kepengurusan masjid ini juga berada di bawah otoritas negara muslim dan Arab yang menjadi donatur masjid tersebut. Walaupun masih beroperasi hingga saat ini, Masjid Agung Roma dapat dibilang sepi pengunjung, dan hanya saat-saat tertentu masjid ini ramai seperti saat shalat jumat, atau perayaan Islam lainnya.

Masjid Central Dome (Gronzy)

Masjid yang diresmikan pada tahun 2008 di ibukota Chechnya, Grozny ini juga disebut dengan Masjid Akhmad Kadyrov. Nama masjid ini diambil dari nama presiden Chechnya yang wafat pada tahun 2004 lalu. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2006 dan baru dapat diselesaikan pada tahun 2008. Gaya arsitektur yang dibawa masjid ini menyerupai Blue Mosque yang ada di Istambul, Turki. Arsitek yang membangun masjid ini juga berasal dari Turki.

Masjid ini dilengkapi oleh perpustakaan, kantor Islamic center, badan kepengurusan agama,, institusi agama, hingga asrama mahasiswa muslim. Karena lokasi pembangunan masjid ini berada di jalur gempa, maka saat konstruksi masjid dibangun, pondasi yang dibuat sudah mengandung material peredam getaran da telah di renacakan sedemikian rupa untuk menjaga keutuhan bangunan saat gempa terjadi.

Masjid Kul Sharif (Kazan)

Pada salah satu sudut kota Kazan, Rusia, terletak masjid indah dengan bangunan menyerupai negeri dongeng. Balutan warna putih dan biru pada kubanhnya membuat mata terbelalak untuk terus memandang keindahannya. Masjid ini mampu menampung 6.000 jemaah di dalamnya. Gaya arsitektur yang dibawa oleh masjid ini adalah perpaduan dari Volga Bulgarian, Ottoman, dan Renaissance.

Nah, apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya? Sebagian besar masjid yang telah dipaparkan diatas mungkin jarang kita dengar sebelumnya, namun tidak ada yang tidak mungkin untuk mengunjunginya. Biasanya dalam satu paket ibadah umroh, beberapa biro perjalanan umroh  atau biro perjalanan haji memasukan paket wisata bersamaan sehingga memungkinkan untuk mengunjungi tempat – tempat tersebut dengan harga lebih terjangkau dan didampingi oleh guide yang professional. Maka dari itu perlu untuk memilih travel umroh yang terpercaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan Islam ya.

Perbedaan Haji dan Umroh

Perbedaan Haji dan Umroh

Perbedaan Haji dan Umroh – Haji dan Umroh merupakan dua macam ibadah untuk umat muslim yang dilakukan di Kota Mekkah. Pengertian Umroh dalam bahasa Arab adalah salah satu kegiatan ibadah dalam agama Islam. Hampir mirip dengan ibadah Haji, Umroh dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di Kota Suci Mekkah, khususnya Masjidil Haram. Menurut syari’ah-nya, Umroh merupakan pelaksanaan tawaf di Ka’bah dan sa’i antara Shofa dan Marwah. Dengan kata lain, Umroh dapat dikatakan juga sebagai Haji kecil. Sedangkan ibadah Haji merupakan rukun Islam yang kelima dalam ajaran Islam, yang mana ibadah tersebut hukumnya wajib dilaksanakan bagi orang yang mampu. Ibadah haji hanya dapat dilaksanakan sekali dalam setahun yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu pada saat wuquf di Arafah. Namun, terdapat perbedaan antara Haji dengan Umroh.

Perbedaan antara Haji dan Umroh memang banyak orang yang belum mengetahuinya, terutama mereka yang belum belajar agama secara mendalam seperti di pesantren atau sekolah berbasis agama. Perbedaan antara Umrah dan Haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada waktu antara tanggal 8 – 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah.

Secara umum terdapat lima perbedaan utama antara ibadah Umroh dan ibadah Haji yang terdiri dari waktu, hukum, tata cara, dan lain-lain. Berdasarkan waktunya ibadah Haji tidak bisa dikerjakan di sembarang waktu. Dalam setahun, ibadah haji hanya dikerjakan sekali saja, yaitu pada tanggal 9 Dzulhijjah, saat wuquf di Arafah. Dalam setahun seorang tidak mungkin mengerjakan ibadah haji ini berkali-kali karena ibadah haji hanya bisa dilakukan sekali saja. Rangkaian ibadah Haji dimulai sejak bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah. Berbeda dengan Umroh yang bisa dikerjakan kapan saja tanpa ada ketentuan waktu. Dapat dikerjakan 7 hari dalam seminggu, 30 hari dalam sebulan dan 365 hari dalam setahun. Bahkan dalam sehari ibadah umroh dapat dilakukan berkali-kali, mengingat rangkaian ibadah umroh itu sangat sederhana, yaitu niat dan berihram dari miqat, tawaf di sekeliling Ka’bah, lalu diteruskan dengan mengerjakan ibadah sa’i tujuh kali antara Shafwa dan Marwah dan terakhir ber-Tahalul.

Umroh

Perbedaan lain antara Haji dan Umroh adalah tata pelaksanaannya. Dalam ibadah haji, selain wajib bertawaf di Ka’bah dan sa’i di Safa dan Marwah yang posisinya terletak masih di dalam Masjidil Haram, jamaah haji wajib mendatangi tempat lain di luar kota Mekkah, yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sedangkan pada ibadah umroh hanya melibatkan Ka’bah dan tempat sa’i, yang secara teknis semua terletak di dalam Masjidil Haram.

Selain tata pelaksanaan, terdapat perbedaan lain yang membedakan antara ibadah Haji dan Umroh yaitu hukumnya. Umat Islam telah sampai kepada Ijma’ bahwa ibadah haji hukumnya wajib, fardhu ‘ain bagi setiap muslim yang mukallaf dan mampu. Bahkan ibadah haji merupakan salah satu dari rukun Islam. Berbeda dengan ibadah Umroh. Menurut Mazhab Al-Hanafiyah dan Al-Malikiyah hukum dari ibadah Umroh adalah sunnah. Sedangkan pendapat Mazhab Asy-Syafi’iyah dan Al-Hanabilah mengatakan bahwa Umroh hukumnya wajib minimal sekali seumur hidup. Namun sesungguhnya secara teknis, semua orang yang menunaikan ibadah haji secara otomatis sudah pasti melakukan ibadah Umroh karena pada dasarnya ibadah haji adalah ibadah Umroh plus dengan tambahan ritual lainnya.

Itulah beberapa perbedaan haji dan umroh. Dengan mengetahui perbedaan kedua ibadah ini kita tidak lagi merasa bingung untuk menentukan mana ibadah haji dan ibadah umroh.

Keistimewaan Masjid Nabawi

Keistimewaan Masjid Nabawi

Keistimewaan Masjid Nabawi – Masjid Nabawi menjadi lokasi tujuan utama, selain Masjidil Haram, bagi setiap umat muslim yang berkunjung ke tanah suci. Masjid Nabawi memiliki arsitektur yang sangat indah dengan nuansa sejarah penyebaran agama Islam yang kental. Masjid ini dibangun oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat di tengah Kota Madinah. Masjid Nabawi dibangun di atas tanah wakaf As’ad bin Zurarah, tanah milik anak yatim Sahal dan Suhail yang dibeli seharga 10 dinar, serta tanah bekas makam muslimin yang telah rusak. Di awal pembangunannya, Masjid Nabawi hanya seluas 1.050 m2, namun pada masa pemerintahan Raja Fahd Masjid Nabawi mengalami perluasan hingga hampir mencapai 100.000 m2. Masjid Nabawi memiliki banyak keistimewaan, sebagai berikut :

  1. Shalat di Masjid Nabawi Lebih Baik dari 1000 Shalat di Masjid Lain

Dalam beberapa hadist, Rosulullah SAW bersabda tentang keutamaan sholat di Masjid Nabawi, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad SAW bersabda ” Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih baik dari 1000 shalat di masjid lainnya, selain Masjidil Haram.”
  • Dari Anas bin Malik, Nabi Muhammad SAW bersabda “ Barang siapa yang melaksanakan shalat di dalam masjidku (Masjid Nabawi) sejumlah 40 kali dan tanpa melewati satu kali ia shalat, maka mereka akan dicatat amal baiknya sebagai kebebasan dari neraka serta ia juga akan terhindar dari azab dan kemunafikan. “ [Riwayat Thabrani dan Ahmad]
  • Dari Sa’id bin Musaiyab, Nabi Muhammad SAW bersabda “Mereka tak perlu menyiapkan kendaraan, terkecuali untuk yang mengunjungi 3 masjid : Masjidil Aqsa, Masjidil Haram dan masjidku ini .” [Riwayat Bukhari Abu Dawud dan Muslim]
  1. Adanya Makam Rosulullah SAW

Makam Rosulullah SAW terletak di sisi timur Masjid Nabawi, tepat di bawah Green Dome. Dahulu, tempat makam Rosulullah SAW ini merupakan rumah beliau dengan Siti Aisyah. Berdampingan dengan makam Rosulullah SAW, terdapat makam dua sahabat beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar bin Khattab. Bangunan pusara Nabi Muhammad SAW memiliki empat buah pintu, yaitu :

  • At-Taubah, merupakan pintu di sebelah kiblat
  • Fatimah, merupakan pintu di sebelah timur
  • Tahajjud, merupakan pintu di sebelah utara
  • Serta pintu di sebelah barat ke arah Roudloh yang sudah di tutup
  1. Adanya Raudloh

Roudloh atau taman surga, merupakan suatu tempat yang istimewa dan merupakan satu-satunya taman surga yang ada di bumi yang berada di dalam Masjid Nabawi. Roudloh terletak diantara rumah Rosulullah SAW dan mimbar beliau. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rosulullah SAW bersabda “ Diantara rumahku dan mimbarku adalah taman-taman surga dan mimbarku berada di atas telagaku.” Roudloh selalu dipadati oleh jamaah untuk berdoa. Jamaah wanita tidak diperkenankan untuk sholat di Roudloh apabila ada jamaah pria disana. Ketika waktu sholat wajib, Roudloh selalu dipenuhi oleh jamaah pria, sehingga untuk jamaah wanita hanya diberi kesempatan sholat di Roudloh pada waktu sholat sunnah Dhuha, dari pagi sampai menjelang waktu sholat Dzuhur.

Raudhah ditandai dengan karpet hijau di dalam Masjid Nabawi

  1. Adanya Mimbar Rosulullah SAW

Apabila menghadap kiblat, mimbar Rosulullah SAW berada di sebelah kanan Roudloh. Mimbar Rosulullah SAW terbuat dari kayu hutan yang diperoleh dari hutan di utara Kota Madinah. Mimbar ini memiliki tiga tingkat. Namun, saat Mu’awiyah pergi haji, beliau menambahkan beberapa tiang pada mimbar dan meletakkan mimbar yang asli pada bagian paling atas sehingga menjadi 9 tingkat. Terjadi banyak pergantian mimbar baru karena kebakaran yang terjadi di tahun 654 H dan 886 H. Mimbar yang ada sampai sekarang terbuat dari marmer dengan ukiran-ukiran yang dipoles emas. Pada bagian atas berbentuk kubah dengan empat tiang penyangga. Terdapat sebuah pintu di bagian bawah dengan tulisan ayat-ayat Al-Qur’an di atasnya. Mimbar ini diletakkan persis pada posisi mimbar Rosulullah SAW. Kini, mimbar Rosulullah memiliki 12 tingkat, dengan 9 tingkat berada di dalam pintu dan tiga tingkat di luar pintu.

  1. Mihrab

Mihrab merupakan suatu cekungan kecil yang biasa digunakan sebagai tempat imam memimpin sholat. Mihrab juga menjadi penanda arah kiblat. Mihrab Masjid Nabawi dibangun pertama kali setelah turun perintah Allah kepada Rosulullah untuk memindahkan arah kiblat dari Baitul Maqdis ke Baitullah, yaitu pada tahun 2 H. Sekarang, terdapat 5 mihram di Masjid Nabawi, yaitu:

  • Mihrab Majidi
  • Mihrab Nabawi
  • Mihrab Sulaiman
  • Mihrab Tahajjud
  • Mihrab Usmani

 

Semoga ulasan diatas dapat membuka wawasan mengenai Keistimewaan Masjid Nabawi dan dapat meningkatkan nilai keimanan kita, insyaallah.

×