Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Seperti yang telah umat muslim ketahui, Masjid utama nan megah bagi umat muslim di dunia ada 3, yaitu Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha. Ketiga masjid tersebut istimewa karena memiliki peran penting dalam sejarah Islam bahkan telah dituangkan dalam ayat suci Al-Quran ataupun hadist yang menyebutkan keutamaan ketiganya. Khususnya di Masjidil Haram, terletak Ka’bah yang dimana seluruh umat muslim menunaikan ibadah berkiblat pada Ka’bah. Disamping itu setiap tahunnya pada bulan Dzulhijjah, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dibanjiri jutaan jemaah yang menunaikan ibadah haji.

Ternyata selain ketiga masjid tersebut, masih banyak masjid – masjid megah nan indah lainnya yang tersebar di seluruh dunia, tak terkecuali di wilayah dengan kaum muslim minoritas. Keelokan masjid – masjid ini  akan membuat kagum para jemaah yang baru pertama kali mendatanginya. Berikut beberapa masjid megah di dunia setelah Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Masjid Hassan II (Casablanca)

Masjid ini terkenal karena keindahan bangunannya yang bergaya klasik serta berada di tepi pantai Atlantik. Masjid yang berada di kota Casablanca, Maroko, ini diresmikan pada tahun 1993. Pembangunan masjid ini ditujukan untuk memperingati hari ulang tahun Raja Maroko yang saat itu menjabat, yaitu Raja Maroko Hassan II. Oleh karena itu penamaan masjid ini menggunakan nama Raja Maroko Hassan II. Masjid ini bukanlah masjid terbesar di Eropa namun Masjid Maroko Hassan II dianugerahi rekor dunia karena ketinggian Menara yang dibangun yaitu mencapai 210 meter.

Masjid Sheikh Zayed (Abu Dhabi)

Beralih ke ibukota Uni Emirat Arab yaitu Abu Dhabi, disana terletak Masjid Syeikh Zayed yang merupakan masjid terbesar. Masjid ini mulai dibangun pada tahun 1996 dan selesai pada tahun 2007 pada bidang tanah seluas 12 hektar. Kapasitas masjid ini dapat menampung hingga 40.000 jemaah.

Uni Emirat Arab merupakan negara perserikatan 7 negara penghasil minyak bumi, sehingga tidak heran jika bangunan di sana megah-megah, tak terkecuali dalam pembangunan masjidnya. Masjid Sheikh Zayed ini dibangun dengan arsitektur yang indah, perpaduan antara gaya Arab, India, Persia, dan Maroko. Pada bangunan kubahnya, sekilas mirip dengan Taj Mahal yang ada di India. Tidak hanya itu saja, pada bagian dalam masjid, dinding serta lantai dihiasi oranamen yang indah dan detil. Keindahannya disempurnakan dengan lokasi masjid yang berdekatan dengan sungai sehingga kemegahan masjid ini sudah mulai tampak jika dilihat dari kejauhan. Masjid ini tidak hanya digunakan untuk beribadah namun juga diperbolehkan jika wisatawan ingin berkunjung di dalamnya. Bahkan pengelola masjid juga menyediakan tim pemandu untuk melakukan tur mengitari masjid. Untuk memasuki masjid ini tidak dipungut biaya, namun diwajibkan untuk berpakaian sopan dan menutup aurat.

Masjid Agung Roma

Italia terkenal dengan Colosseum dan Menara Pisa yang bergaya romawi, namun dibalik itu Italia memiliki masjid yang dinobatkan sebagai masjid terbesar di Eropa, yaitu Masjid Agung Roma. Masjid ini dibangun diatas tanah seluas 30.000 meter persegi dan dihubungkan dengan aula sebesar 100 meter persegi. Kapasitas jamaah yang dapat ditampung dalam masjid tersebut hingga 5.000 jemaah. Masjid ini diresmikan pada tahun 1995 dan masih beroperasi hingga sekarang.

Pembangunan masjid ini dilakukan oleh beberapa negara donatur muslim dan kaum muslim di Italia. Kepengurusan masjid ini juga berada di bawah otoritas negara muslim dan Arab yang menjadi donatur masjid tersebut. Walaupun masih beroperasi hingga saat ini, Masjid Agung Roma dapat dibilang sepi pengunjung, dan hanya saat-saat tertentu masjid ini ramai seperti saat shalat jumat, atau perayaan Islam lainnya.

Masjid Central Dome (Gronzy)

Masjid yang diresmikan pada tahun 2008 di ibukota Chechnya, Grozny ini juga disebut dengan Masjid Akhmad Kadyrov. Nama masjid ini diambil dari nama presiden Chechnya yang wafat pada tahun 2004 lalu. Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 2006 dan baru dapat diselesaikan pada tahun 2008. Gaya arsitektur yang dibawa masjid ini menyerupai Blue Mosque yang ada di Istambul, Turki. Arsitek yang membangun masjid ini juga berasal dari Turki.

Masjid ini dilengkapi oleh perpustakaan, kantor Islamic center, badan kepengurusan agama,, institusi agama, hingga asrama mahasiswa muslim. Karena lokasi pembangunan masjid ini berada di jalur gempa, maka saat konstruksi masjid dibangun, pondasi yang dibuat sudah mengandung material peredam getaran da telah di renacakan sedemikian rupa untuk menjaga keutuhan bangunan saat gempa terjadi.

Masjid Kul Sharif (Kazan)

Pada salah satu sudut kota Kazan, Rusia, terletak masjid indah dengan bangunan menyerupai negeri dongeng. Balutan warna putih dan biru pada kubanhnya membuat mata terbelalak untuk terus memandang keindahannya. Masjid ini mampu menampung 6.000 jemaah di dalamnya. Gaya arsitektur yang dibawa oleh masjid ini adalah perpaduan dari Volga Bulgarian, Ottoman, dan Renaissance.

Nah, apakah Anda tertarik untuk mengunjunginya? Sebagian besar masjid yang telah dipaparkan diatas mungkin jarang kita dengar sebelumnya, namun tidak ada yang tidak mungkin untuk mengunjunginya. Biasanya dalam satu paket ibadah umroh, beberapa biro perjalanan umroh  atau biro perjalanan haji memasukan paket wisata bersamaan sehingga memungkinkan untuk mengunjungi tempat – tempat tersebut dengan harga lebih terjangkau dan didampingi oleh guide yang professional. Maka dari itu perlu untuk memilih travel umroh yang terpercaya. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan tambahan wawasan Islam ya.

Selain di Arab Saudi, 5 Masjid ini Juga Menakjubkan

Tiga Masjid Indah dan Bersejarah di Rusia

Uni Soviet atau yang dikenal dengan Rusia ini dikenal sebagai negara komunis dimana negara tersebut menganut ideologi ateis universal. Namun Rusia mulai sudah mengenal agama setelah kekuasaan komunis berakhir, dan Islam adalah agama kedua yang mereka kenal setelah Kristen ortodoks. Islam dikenal di Rusia sejak tahun 922 yang disebarkan oleh Arab akibat pentaklukan yang terjadi pada abad ke-8. Negara perserikatan Rusia pertama yang mayoritas penduduknya muslim adalah Volga Bulgaria. Lalu pada abad ke – 18 dan ke – 19  Islam telah merambah ke kawasan Dagesttan, Chenchen, Circassia, Ingush dan pelosok Rusia.

Tiga Masjid Indah dan Bersejarah di Rusia

Meningkatnya penduduk muslim di Rusia berimplikasi terhadap pembangunan masjid di pelosok negeri beruang merah ini. Setidaknya telah terdapat ribuan masjid yang dibangun dan fungsikan sebagai tempat ibadah sampai saat ini. Tedapat tiga masjid di Rusia yang ikonik karena sejarah dan keindahannya. Mari kita simak masjid – masjid tersebut.

  1. Masjid Agung Moskow (Moskovsky Soborniy Mecet)

Masjid ini dideklarasikan sebagai masjid terbesar di Rusia yang terletak di Kota Moskow. Masjid ini juga sering disebut dengan Moscow Cathedral Mosque. Disebut sebagai katedral karena masih terpengaruh budaya Kristen ortodoks pada jaman dahulu yang menyebutkan gereja besar sebagai katedral sehingga penyebutan masjid besar pun digunakan kata katedral

Masjid bergaya Tartar ini mampu menampung hingga 10.000 jemaah. Masjid ini termasuk empat masjid tertua di Moskow setelah Moscow Historical Mosque, Yardem Mosque, dan Memorial Mosque. Masjid ini dibangun pada Juni 1904 dan mulai digunakan pada November tahun tersebut.

Butuh sepuluh tahun untuk melakukan renovasi Masjid Agung Moskow ini hingga akhirnya pada satu hari menjelang Idul Adha tahun 1436 H lalu, masjid ini resmi di buka. Pada perayaan peresmiannya pun tidak segan – segan di pimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam masa rekonstruksinya, masjid ini mengalami perluasan area hingga 20 kali lipat. Disamping itu, pembangunan masjid ini tidak terlepas dari peran Palestina yang menyumbangkan biaya pembangunan masjid atas nama anak – anak Palestina dan negara Turki yang memberikan mimbar dan mihrab di dalam masjid ini. Masjid ini juga terdapat kiswah Ka’bah yang diberikan oleh Raja Arab Saudi saat berkunjung ke Moskow. Kiswah Ka’bah tersebut dipasang pada dinding masjid. Sumbangan juga diperoleh dari banyak pihak yang tercantum dalam buku 300 halaman yang menuliskan nama – nama jemaah dan dermawan yang berperan dalam pembangunan masjid ini.

Masjid dibangun kembali menjulang keatas dengan 6 lantai dan dilengkapi 7 elevator. Pintu masuk masjid ini pun tidak tanggung – tanggung yakni terdapat 15 pintu dan termasuk fasilitas pintu khusus penyandang disabilitas. Masjid ini juga dilengkapi dengan 13 amplifier yang seluruhnya dapat dikendalikan melalui ruang control khusus. Adapun keindahan lainnya terletak pada lampu – lampu Kristal yang menjuntai terkait dari langit – langit masjid. Sejumlah 320 lampu digunakan sebagai penerangan di dalam masjid ini.

Pada sisi lainnya terdapat dua Menara menjulang yang menyerupai Menara Spasskaya Kremlin Moskow dan Syuyumblik Kremlin Kazan dengan ketinggian mencapai 78 meter. Pada bagian atas Menara diletakkan bulan sabit yang merupakan bagian asli dari masjid. Sedangkan pada kubah utama masjid dibuat dengan kertas emas pada lapisan luarnya. Hal ini ditunjukan karena letak masjid berada di Moskow yang identik dengan bangunan – bangunan berkubah emas.

  1. Masjid Biru Sankt Peterburg

Pada era pemerintahan Tsar Aleksandr III, kekaisaran Rusia menghormati kepentingan muslim sehingga pada tahun 1910 Masjid Biru Sankt Peterburg dibangun. Disamping itu, pembangunan masjid dilakukan sebagai penghormatan peristiwa meleburnya kawasan Asia Tengah dengan Uni Soviet. Masjid ini didesain memiliki dua menara setinggi 49 meter dengan tinggi kubah sekitar 39 meter. Bentuk kubah Masjid Biru dibuat menyerupai Mausoleum Guri Amir yang merupakan tempat bersejarah tempat penyimpanan abu kremasi penakluk Asia Tengah, Tamerlane

Pada pemerintahan komunis masa lalu, Uni Soviet memberlakukan alih fungsi tempat ibadah baik masjid ataupun gereja sebagai gudang untuk keperluan penyimpanan logistik saat Perang Dunia II terjadi. Tidak terkecuali dengan Masjid Biru yang difungsikan sebagai gudang. Tahun 1956, Presiden RI Soekarno melakukan kunjungan ke Uni Soviet dan beliau juga menyempatkan untuk mendatangi Masjid Biru namun fungsinya saat itu sudah berubah sebagai gudang.

Kunjungan tersebut memiliki arti penting karena setelahnya, Presiden Soekarno berdialog dengan pemimpin Rusia yaitu Nikita Khrushchev untuk mengembalikan fungsi Masjid Biru. Dan pada akhirnya sepuluh hari setelah dialog dilakukan, Masjid Biru kembali digunakan sebagai tempat ibadah umat muslim.

  1. The Heart of Chechnya Mosque (Masjid Jantung Chechnya)

Masjid Jantung Chechnya merupakan masjid terbesar di Eropa karena mampu mengakomodasi lebih dari 10.000 jemaah dengan luas lingkungan masjid mencapai 14 hektar yang terdiri dari bangunan masjid, galeri, dan lapangan. Pada sisi masjid terdapat empat Menara yang dibangun menjulang setinggi 63 meter. Nama masjid ini diberikan oleh Akhmad Kadyrov yang merupakan presiden pertama Republik Chechnya.

Dinding – dinding masjid dilapisi dengan marmer yang bertuliskan kaligrafi ayat – ayat suci Al-Quran. Kaligrafi tersebut dibuat langsung oleh pengrajin asal Turki yang ditorehkan menggunakan tinta emas. Adapun lampu – lampu kristal Swarovski yang dipasang menjuntai dari langit – langit masjid mempercantik interior masjid ini.

Pada awal pemerintahan komunis, pembangunan masjid sempat dihentikan, bangunan masjid yang megah juga menjadi sasaran untuk dihancurkan bahkan beberapa diantaranya dialih fungsikan menjadi gudang ataupun penjara. Seperti masjid Mukhtarov di Vladikavkaz (1905) yang akan dihancurkan oleh pemerintah Rusia namun digagalkan oleh pasukan Tartar dan Masjid Juma Derbent yang digunakan sebagai penjara dan saat ini telah masuk situs warisan budaya UNESCO. Namun pada masa Perang Dunia II, kamu muslim juga memiliki peran peting sehingga beberapa masjid pada masa itu masih boleh difungsikan sebagai tempat ibadah. Seiring dengan berjalannya waktu, renovasi masjid – masjid bersejarah di Rusia telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak sedangkan pembangunan masjid – masjid baru tetap dilakukan.

Sejarah penyebaran Islam di Rusia memang tak lekang oleh waktu. Banyaknya masjid – masjid megah yang terbangun di penjuru Rusia membukakan mata kita bahwa peradaban Islam sudah ada sejak lama di wilayah tersebut dan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Semoga artikel ini membuka wawasan kita mengenai Islam ya. 🙂

×