Bahaya keluh kesah saat di Tanah Suci

Bahaya keluh kesah saat di Tanah Suci

Allah subhanahu wa ta’ala telah menciptakan manusia dengan membekali sifat baik maupun sifat buruk. Salah satu dari beberapa sifat buruk yang diiliki manusia adalah berkeluh kesah, atau perasaan seseorang diaman merasa tidak kuat atas kejadian yang terjadi pada dirinya. Walaupun termasuk dalam sifat manusia, tapi sebenarnya Allah sangat melarang tiap orang yang beriman untuk berkeluh kesah. Tiap persoalan serta ujian yang diberikan Allah pastilah ada jalan keluarnya. Saat Anda sedang menjalani ibadah haji atau umroh, keluh kesah di Tanah Suci ini dilarang.

Berikut beberapa alasan berkeluh kesah dilarang di Tanah Suci:

Tanah Suci ibarat sebuah ujian di mana Anda belajar sabar dan tawakal. Itulah mengapa keluh kesah saat melakukan ibadah haji dan umroh sangat dilarang karena harusnya Anda banyak-banyak memanjatkan syukur. Karena tidak semua Muslim seberuntung Anda dan bisa melakukan perjalanan ibadah ini. Disamping biayanya yang mahal dan jamaahnya harus dalam keadaan prima. Maka alangkah baiknya keluh kesah itu diganti dengan syukur karena bersyukur akan membuat orang semakin kaya, kuat dan sehat serta bertambah rezekinya. Jika Anda Keluh kesah justru hanya akan membuat galau, capek, dan menjauhkan Anda dari Allah.

Selain menghindari keluh kesah di Tanah Suci, Anda juga sebaiknya tidak berbohong walau kebohongan kecil sekalipun. Sering berbohong bisa berujung pada dibohongi orang lain, lho. Jujur aja, karena jujur adalah salah satu sifat Nabi dan Rasul yang wajib Anda teladani. Mengingat keberadaan Anda di Tanah Suci sendiri adalah bentuk napas tilas perjalanan dakwah Nabi serta Rasul, maka disarankan banget untuk tidak berbohong pada orang lain.

Amalan buruk lain yang harus dihindari di Mekkah dan Madinah ialah mencaci orang lain walaupun Anda tidak suka orang itu dan dalam keadaan lelah setelah rangkaian ibadah seharian. Mencaci ataupun mengejek orang bukanlah ajaran Rasulullah melainkan ajaran setan. Karena sebenarnya tidak ada orang yang suka jika dirinya dicaci. supaya tidak mudah melontarkan cacian, ubahlah rasa benci dalam hati menjadi rasa cinta. Ingat-ingat aja kalau tiap orang pasti memiliki kebaikan didalam dirinya.

Sekecil apapun niat buruk dalam hati, apalagi sampai dilakukan, pasti masuk dalam catatan amal buruk dan kelak dapet balasannya. tidak ada satupun yang bakal luput dari pantauan-Nya. Ada banyak malaikat yang senantiasa mengawasi dan mencatat tiap perbuatan Anda. Mereka juga tahu semua perbuatan yang Anda lakukan. Jadi, hindari untuk keluh kesah di Tanah Suci dan perbanyak syukur.

Tips Agar Tak Perlu Khawatir Soal Pembayaran DAM

Tips Agar Tak Perlu Khawatir Soal Pembayaran DAM

Musim haji 1438 H sudah usai, pemerintah Indonesia telah disibukkan untuk mempersiapakan penyelenggaraan haji musim depan. Persiapan yang dilakukan tidaklah mudah karena ratusan ribu jemaah haji diberangkatkan ke Tanah Suci setiap tahunnya, sehingga pada awal tahun 1439 H, pemerintah sudah bersiap untuk pembentukan kepanitiaan baru untuk menyambut musim haji tahun 1439 H.

Banyak hal yang berkaitan dengan segala seluk beluk ibadah haji. Kali ini pembahasan akan berfokus terhadap pembayaran dam. Dam merupakan denda atau disebut juga sebagai tebusan yang dibebankan kepada jemaah haji atau umrah karena suatu pelanggaran aturan atau amalan wajib haji dan umrah baik disengaja maupun tidak disengaja. Dam sendiri memiliki arti mengalirkan darah sehingga denda dam akan dapat ditebus dengan cara menyembelih hewan kurban.

Dam tidak hanya berlaku pada jemaah haji melainkan juga berlaku kepada jemaah umroh yang melakukan pelanggaran. Peraturan yang dimaksud adalah seperti larangan ihram yang dilanggar atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji. Jangan khawatir mengenai dam, karena pada dasarnya saat melakukan haji dan memiliki waktu lebih lama untuk melakukan umroh sekaligus kita juga akan dikenai dam. Sebelum memasuki bagaimana cara pembayaran dam, sebaiknya diketahui terlebih dahulu jenis pelanggaran dan denda yang dikenakan karena hal tersebut.

Adapun aturan lainnya yang biasanya dikenakan dam adalah untuk haji tamattu dan haji qiran dimana terdapat dua niat bersamaan atau berurutan untuk melakukan umrah dan haji dalam satu kali perjalanan dari kampung halaman menuju Baitullah. Berikut beberapa kesalahan yang akan dikenai dam saat melakukan haji.

  1. Tidak berihram dari miqat
  2. Tidak melakukan mabit di Muzdalifah
  3. Tidak melakukan mabit di Mina
  4. Tidak melakukan pelontaran jumroh di jamarat
  5. Tidak melakukan Thawaf Wada
  6. Melakukan Haji Tamattu ataupun Haji Qiran

Berbeda dengan haji yang memiliki lebih banyak amalan wajib yang harus dipatuhi, umroh juga memiliki aturan yang harus dipatuhi. Selama melakukan ibadah umroh sebaiknya harus memenuhi semua rukun umroh dan menjauhkan diri dari beberapa hal haram. Pelanggaran aturan umroh ini juga akan dikenai dengan denda. Berikut beberapa pelanggaran yang dapat terjadi saat melakukan umroh dan wajib dikenai sanksi dengan pembayaran dam.

  1. Berbicara, menyentuh, mencium, dan hal lainnya yang dilakukan suami istri yang disertai dengan syahwat
  2. Berburu dan atau membunuh binatang buruan

Terdapat dua macam dam yang diberikan kepada jemaah yang melanggar aturan saat beribadah haji dan umroh. Berikut perbedaan dan jenis dam yang harus  dibayarkan berdasarkan pelanggaran aturannya.
Adapun kondisi lain yang menyebabkan seseorang dikenakan dam adalah sebagai berikut.

Lalu bagaimana cara pembayaran dam? Dahulu, pembayaran dam dapat dilakukan melalui munthawif atau pembimbing haji atau pembimbing umroh. Jika pembimbing haji merupakan petugas yang dipekerjakan dan diseleksi oleh pemerintah, untuk pembimbing ibadah umroh difasilitasi oleh biro pemberangkatan umroh yang digunakan. Untuk pelanggaran yang jelas pasti dikenakan bagi jemaah yang berangkat seperti menunaikan haji tamattu atau haji qiran, biasanya biaya sudah termasuk kedalam paket haji yang ditawarkan di awal pendaftaran haji. Namun dam yang biasanya ditanggung hanya berupa dam pelanggaran alasan haji tamattu dan haji qiran saja, selain itu tetap dibebankan kepada individu masing-masing yang melakukan pelanggaran.

Berbeda dengan umroh, paket umroh tidak mencantumkan biaya dam karena pelanggaran rukun umroh bukanlah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Dengan kata lain untuk pelanggaran rukun umroh biaasanya terjadi karena memang kondisi individu yang melakukan pelanggaran sehingga pembayaran dam tidak dibebankan sama sekali dalam paket umroh.

Pada saat ini, pembayaran dam telah diatur oleh Pemerintah Arab Saudi dimana harus dibayarkan melalui outlet resmi yang telah ditunjuk sebagai tempat pembayaran dam. Pembayaran dapat dilakukan di bank-bank Arab Saudi yang memang menfasilitasi khusus pembayaran dam. Pada saat musim haji, Pemerintah Indonesia sedang bernegosiasi dengan Pemerintah Arab Saudi untuk membuka outlet di lobby hotel yang digunakan sebagai pemondokan jemaah haji sehingga memudahkan dalam pembayaran.

Selama ini, jemaah haji diperbolehkan untuk membeli hewan kurban sendiri atau meminta orang lain untuk membayarkan dam. Namun pada praktiknya banyak terjadi kecurangan dan penipuan mulai dari harga kambing yang sangat mahal atau tidak memenuhi syarat untuk dikurbankan hingga penyelewengan dana yang dititipkan. Oleh karena itu peraturan baru ini diterbitkan untuk memperbaiki sistem pembayaran dam.

Pastikan Anda memilih travel haji terpercaya yang memberikan paket umroh dan paket haji jelas dan semua transparan. Jangan takut untuk bertanya, karena travel yang baik akan menjelaskan sedetil mungkin seluruh informasi tanpa harus ditanya terlebih dahulu. Semoga artikel ini bermanfaat.

 

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh – Tentunya setiap umat muslim mendambakan untuk berkunjung ke Baitullah dan melakukan perjalanan haji ataupun umroh disana. Tidak hanya berdoa dan bertawakal untuk mendapatkan kesempatan tersebut, namun kita juga harus memperhatikan banyak hal agar perjalanan haji dan umroh menjadi lancar. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita persiapkan sejak sekarang serta hal lain yang penting di ketahui saat melaksanakan ibadah nanti. Oleh karenanya penting bagi calon jemaah untuk banyak menyimak tips berhaji lancar agar memudahkan ibadah selama di Tanah Suci.

Perbanyak Olahraga Sebelum Berangkat

Hal paling utama yang mendukung kelancaran ibadah di Baitullah adalah kesehatan. Selama melakukan ibadah baik umroh maupun haji, kondisi kesehatan fisik harus diperhatikan. Pasalnya dalam melakukan ibadah, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang menyita energi, yaitu thawaf mengelilingi Ka’bah dan dilanjutkan dengan sa’i berlari kecil sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwa. Belum lagi untuk jemaah yang menunaikan haji, kegiatan fisik yang dilakukan lebih banyak dan lebih menguras energi karena ditambah kegiatan di Armina (Arafah – Muzdaliifah – Mina). Untuk meminimalkan resiko kondisi tubuh yang drop nantinya, bagi calon jemaah haji sebaiknya mulai membiasakan diri untuk melakukan olahraga ringan selama masih di kampung halaman. Tips haji sehat ini dapat diterapkan untuk membantu tubuh membiasakan diri agar saat di Tanah Suci nantinya tubuh lebih mudah beradaptasi dan menghindari dari kelelahan berlebihan.

Perbanyak Konsumsi Air Mineral Pengganti Cairan Tubuh

Negara Arab Saudi lebih banyak didominasi oleh gurun dimana kondisi cuaca disana cukup ekstrim. Bagi orang Indonesia yang terbiasa hidup pada iklim tropis, tinggal di Arab Saudi cukup membuat keseimbangan tubuh terkoyak. Kondisi iklim seperti ini juga dapat membuat tubuh menjadi tidak fit.  Agar umroh dan haji lancar, biasakan untuk mengkonsumsi air minum yang banyak selama di Tanah Suci nanti. Hal ini dianjurkan karena untuk menghindari kondisi tubuh mengalami dehidrasi. Saat perjalanan umroh, kondisi pengunjung yang melakukan ibadah di Baitullah tidak begitu banyak sehingga situasi dan kondisi disana lebih lenggang. Berbeda dengan haji, saat musim haji pengunjung yang melakukan ibadah jauh lebih banyak sehingga saat melakukan rangkaian kegiatan akan berdesak – desakan. Oleh sebab itu saat melakukan ibadah haji, sebaiknya calon jemaah haji lebih peduli dan mengerti kondisi diri sendiri agar haji lancar hingga kepulangan nantinya.

Jangan Tunda Makan

Selain konsumsi air minum untuk mengganti cairan tubuh, selama melakukan ibadah haji dan umroh penting untuk mengatur pola makan. Perjalanan umroh dengan menggunakan biro perjalanan umroh akan diuntungkan dengan pengaturan jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa. Oleh sebab itu, penting bagi calon jemaah umroh untuk mematuhi jadwal tersebut, termasuk saat jam makan. Jangan sesekali menunda makan selama masih di Tanah Suci karena menunda makan akan menyebabkan pencernaan bermasalah. Disamping itu tubuh juga membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas ibadah umroh.

Khusus untuk perjalanan haji, makan diberikan pada jam tertentu dari katering yang disewa oleh pemerintah. Karena makanan yang dibuat langsung dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan makan ratusan ribu jemaah, maka pembuatannya juga lebih awal. Hal ini menyebabkan lama ketahanan makanan yang diberikan kepada jemaah haji lebih pendek. Oleh sebab itu, saat makanan telah didistribusikan, sebaiknya jemaah haji langsung mengkonsumsinya. Menunda makan selain menyebabkan sakit pencernaan juga dapat membuat makanan yang disimpan tidak layak konsumsi (basi) dan dapat menyebabkan keracunan nantinya.

Perbanyak Asupan Vitamin dan Serat

Perbanyak konsumsi buah dan sayur baik untuk menunjang aktivitas selama beribadah di Tanah Suci agar umroh dan haji lancar. Banyak makan serat akan membuat pencernaan menjadi lebih nyaman, sedangkan konsumsi buah dapat meningkatkan asupan vitamin dalam tubuh. Khususnya vitamin C, dapat menjaga daya tahan tubuh agar lebih prima.

Persiapkan Obat Pribadi Dalam Tas

Selama melakukan perjalanan umroh dan haji, jangan lupa untuk menyediakan obat-obatan. Pihak biro perjalanan umroh atau panitia haji juga menyediakan perlengkapan medis untuk antisipasi jika jemaah jatuh sakit saat melakukan ibadah, namun tidak ada salahnya jika jemaah juga menyediakan obat-obatan di dalam tas. Terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan menyediakan obat-obatan pribadi di dalam tas yang dibawa kemanapun saat melakukan ibadah akan memudahkan untuk melakukan tindakan pertama apabila sewaktu – waktu jemaah mengalami sakit tiba – tiba. Walaupun situasi seperti itu tidak diinginkan untuk terjadi, namun tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan preventif untuk diri sendiri.

Jangan lupa pula untuk membawa dan mengenakan masker selama melakukan ibadah haji dan umroh. Khususnya untuk ibadah haji, lebih banyak kegiatan di luar (outdoor) dan ditambah dengan kondisi iklim kering di Arab Saudi. Baiknya jemaah haji mengenakan masker untuk menghindari dari debu dan gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga berfungsi melindungi diri dari virus dan bakteri yang menyebar di udara.

Dari ulasan diatas, penting bagi calon jemaah haji untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh agar haji dan umroh lancar nantinya. Penting juga bagi calon jemaah haji untuk menanyakan jadwal rinci pada paket haji ataupun paket umroh yang ditawarkan oleh travel umroh atau travel haji yang akan dipilih. Mengetahui kapan jadwal keberangkatan dan waktu tiba di Arab Saudi dapat membantu calon jemaah memprediksi cuaca yang terjadi di Jeddah, Mekah ataupun Madinah. Dengan begitu, persiapan calon jemaah haji akan lebih maksimal nantinya.

 

Tips Menjadi Haji Mabrur

Tips Menjadi Haji Mabrur – Haji mabrur adalah seorang haji yang baik, haji yang berhasil, haji yang sesuai dengan tujuan apa seseorang diperintahkan untuk berhaji. Haji yang mengembalikan hampa kepada kesucian. Beriman, patuh kepada perintah Allah, serta berakhlak yang lebih baik dibanding sebelum haji. Dapat menggapai derajat mulia seperti haji mabrur adalah idaman setiap muslim. Semua tamu Allah yang datang ke tanah suci pasti ingin menjadi haji yang mabrur. Namun, banyak hal yang dapat menggagalkan seseorang untuk merasakan nikmatnya haji mabrur. Terdapat langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meraih haji mabrur dan membuat ibadah haji semakin mendekatkan diri  kepada Sang Pencipta.

Tips-tips untuk dapat menjadi haji yang mabrur adalah sebagai berikut:

  1. Hendaknya haji yang dilakukan harus benar-benar ikhlas karena Allah. Motivasinya dalam berhaji tidak lain hanya karena mencari Ridha Allah dan bertaqarrub kepada Allah. Seorang jamaah haji melakukan ibadah haji bukan karena riya’ dan sum’ah, dan bukan pula karena ingin di gelar dengan sebutan “haji”. Seorang jamaah haji melakukan ibadah haji semata-mata mencari keridhaan dari Allah.
  2. Haji yang dilakukan oleh seorang jamaah haji harus serupa dengan sifat haji Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam. Artinya dalam melakukan proses ibadah haji, manusia dengan segenap kemampuannya mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam.
  3. Harta yang dipakai oleh seorang jamaah haji untuk melakukan ibadah haji adalah harta yang mubah bukan yang haram. Bukan harta yang diperoleh dari hasil transaksi riba, tipuan, judi, dan bentuk-bentuk lainnya yang diharamkan oleh Allah SWT. Tetapi harta yang digunakan untuk melakukan ibadah haji adalah harta yang didapat dari usaha yang halal.
  4. Hendaknya seorang jamaah haji menjauhi rafats atau mengeluarkan perkataan yang menimbulkan birahi/ bersetubuh, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan.

Terdapat tips lain yang dapat digunakan oleh jamaah haji agar dapat mendapatkan predikat haji mabrur. Tips-tips tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bertekad kuat untuk mendapatkan predikat mabrur. Tekad ini dibarengi dengan keyakinan akan segala kemurahan Allah SWT. Yakin Allah SWT mengampuni kesalahan dan kelemahan, melihat dan memberi pahala pada langkah baik hamba-Nya, serta menolong hamba yang beriman dari kesulitan yang dihadapinya.
  2. Beribahad dengan sikap “ihsan” yaitu beribadah seperti engkau melihat Allah. Jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Allah melihat engkau. Hadirkan Allah dalam setiap tempat dan waktu.
  3. Berbuat baik sebanyak banyaknya selama perjalanan ibadah haji. Bersifat pemberi, mudah menolong, serta mengalah demi kepentingan orang lain yang lebih membutuhkan.
  4. Sabar dan banyak bersyukur. Banyak hal yang tidak enak atau tidak terduga yang harus disikapi dengan sabar. Sementara anugerah Allah yang selalu datang selama beribadah haji patut untuk disyukuri.
  5. Seluruh rangkaian ibadah dijalankan sesuai dengan ilmu manasik yang dituntunkan Rosulullah SAW. Jangan banyak mengada-ada atau semata ikut-ikutan. Ibadah dibarengi dengan penghayatan atas hikmah-hikmah yang dikandung di dalamnya.

Mabrur atau tidaknya seorang jamaah haji hanya Allah Azza wa Jalla yang menilainya. Para ulama hanya menjelaskan tanda-tandanya sesuai dengan ilmu yang telah Allah Azza wa Jalla berikan kepada mereka. Jika tanda-tanda ini ada dalam ibadah haji seseorang jamaah haji, maka hendaknya seorang jamaah haji tersebut bersyukur atas taufik dari Allah Azza wa Jalla. Seorang jamaah haji boleh berharap ibadah hajinya diterima oleh Allah, dan sebaiknya seorang jamaah haji tersebut terus berdoa agar ibadahnya benar-benar diterima oleh Allah.

Urutan Kegiatan dalam Ibadah Haji

Urutan Kegiatan dalam Ibadah Haji

Urutan Kegiatan dalam Ibadah Haji – Pada kegiatan dan pelaksanaan Ibadah Haji, terdapat rangkaian urutan rukun dan wajib Haji yang harus dilaksanakan oleh semua jamaah Haji. Urutan kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

Urutan kegiatan saat melaksanakan ibadah Haji

Urutan kegiatan saat melaksanakan ibadah Haji

  1. Seblum tanggal 8 Dzulhijjah, calon jamaah haji mulai berbondong untuk melaksanakan Thawaf Quddum di Masjidil Haram, Mekkah. Setiap calon jamaah haji harus memakai pakaian Ihram (dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), sesuai miqatnya, kemudian berniat haji, dan membaca Talbiyah,


لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَشَرِيْكَ لَك

“Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka”.

Thawaf

Suasana Thawaf

 

  1. Tanggal 9 Dzulhijjah, pada pagi harinya semua calon jamaah haji menuju ke Padang Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf. Kemudian jamaah melaksanakan ibadah Wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang Arafah hingga Maghrib datang. Sebagaimana sabda Nabi, “Al-hajju Arafah“, yang berarti adalah inti dan puncak haji adalah melaksanakan wukuf di Arafah. Arafah berarti mengenal, mengetahui, dan menyadari. Sedangkan makna wukuf adalah berdiam diri. Dengan demikian, makna wukuf di Arafah adalah berdiam diri untuk meditasi dan menengadah guna merenungkan eksistensi diri di hadapan Allah SWT. dan dihadapan makhluk alam semesta kemudian melakukan transformasi ruhaniah secara besar-besaran.

Dengan wukuf di Arafah tersebut, orang-orang yang melaksanakan haji diharapkan menjadi arif dan sabar, dari mana ia berasal dan ke mana ia akan pergi, sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, serta memanifestasikan serta mengaplikasikan kesadaran tersebut dalam bentuk tindakan konkret dalam kehidupan pribadi dan kehidupan masyarakatnya.

Susana jemaah haji saat wukuf di Padang Arafah

Susana jemaah haji saat wukuf di Padang Arafah

  1. Tanggal 9 Dzulhijjah malamnya semua jamaah haji menuju Muzdalifah untuk melakukan mabbitatau bermalam dan mengambil batu untuk melontar jumroh secukupnya. Mabit di Muzdalifah artinya bermalam atau menginap selepas wukuf di Arafah. Pada bagian sebelah barat dari Muzdalifah terletak Masy’aril Haram, yaitu Gunung Quzah. Lebih diutamakan mabit dilakukan sampai setelah shalat Subuh sebelum berangkat ke Mina untuk melakukan Jumroh Aqobah.
  2. Tanggal 9 Dzulhijjah tengah malam (setelah mabit) jamaah meneruskan perjalanan ke Mina untuk melaksanakan ibadah melontar Jumroh. Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 5 kilometer sebelah timur Kota Mekkah, Arab Saudi. Mina terletak diantara Mekkah dan Muzdalifah. Mina mendapat julukan kota tenda, karena berisi tenda-tenda untuk jutaan jamaah haji dari seluruh dunia. Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Dzulhijah atau sehari sebelum wukuf di Arafah. Jamaah haji tinggal disini sehari semalam sehingga dapat melakukan shalat Dzuhur, Ashar, Magrib, Isya, dan Subuh. Kemudian setelah solat Subuh tanggal 9 Dzulhijjah, jamaah haji berangkat ke Arafah. Mina paling dikenal sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jumroh dalam ibadah haji. Lokasi lempar jumroh ada 3 yaitu Jumroh Aqabah, Jumroh Wusta, dan Jumroh Ula. Mina juga merupakan tempat penyembelihan binatang kurban.
  3. Tanggal 10 Dzulhijjah jamaah haji melaksanakan ibadah melempar Jumroh sebanyak tujuh kali ke Jumroh Aqabah sebagai simbol perlawanan manusia terhadap setan. Dalam ibadah haji, melempar jumroh tidak hanya dilakukan dalam satu hari melainkan tiga sampai empat hari. Ini menunjukkan perintah Allah yang sangat tegas agar manusia benar-benar memusuhi setan dan tidak bersekutu dengannya.

    Suasana kegiatan melempar jumroh

    Suasana kegiatan melempar jumroh

  4. Jika jamaah mengambil nafar awal maka dapat dilanjutkan perjalanan ke Masjidil Haram untuk Thawaf Haji. Sedangkan jika mengambil nafar akhir jamaah tetap tinggal di Mina dan dilanjutkan dengan melontar jumroh sambungan (Ula dan Wustha).
  5. Tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah melempar jumroh sambungan (Ula) di tugu pertama, kedua, dan ketiga.Waktu utama melontar jumroh adalah Jumroh Aqabah antara waktu dhuha sampai terbenam matahari pada hari Ied. Cara melontarkan jumroh adalah dengan 7 kali lontaran dengan membaca takbir setiap kali melontar.
  6. Jamaah haji kembali ke Mekkah untuk melaksanakan Thawaf Wada’ atau perpisahan sebelum pulang ke negara masing-masing. Thawaf Wada’ dilakukan pada saat akan meinggalkan Mekkah. Hukum Thawaf Wada’ adalah wajib, sehingga kalau tidak dikerjakan wajib membayar dam.

Semoga tulisan ini dapat membantu Anda dalam mempersiapkan perjalanan haji.

×