Keajaiban Surah Al-Fatihah

Keajaiban Surah Al-Fatihah

Keajaiban Surah Al-Fatihah – Al-Quran adalah kita yang menjadi pedoman hidup seluruh umat muslim. Setiap huruf didalamya tersimpan berjuta hikmah dan kebaikan sebagai lentera hidup yang sesungguhnya. Susunan huruf hingga membentuk kata dan kalimat yang tertuang di dalam Al-Quran sungguh indah. Pilihan diksi yang digunakan sangat sempurna, sehingga ayat berbunyi dengan indah dan lembut tanpa mengesampingkan detil makna yang terkandung di dalamnya. Sungguh luar biasa setiap ayat yang tercantum dalam Al-Quran.

Seyogyanya sebagai umat muslim hendaknya hafal dan mengamalkan Surah Al-Fatihan. Surah ini merupakan surat utama yang selalu dilafalkan setiap menunaikan ibadah shalat baik fardu maupun sunnah. Pada setiap rakaat shalat wajib hukumnya untuk membaca Surah Al-Fatihah dan menjadi tidak sah shalatnya jika surah ini tidak dibaca dengan sempurna. Mengapa Surah Al-Fatihah sangat istimewa hingga menjadi bacaan wajib saat beribadah umat muslim? Ternyata banyak sekali kandungan surah pertama dalam Al – Quran ini yang perlu diketahui. Pada sebuah tafsir Al-Quran, dijelaskan beberapa kandungan Surah Al-Fatihah yang membuktikan kelembutan dari tersebut yang juga menjadi Surah Pembukaan dalam Al-Quran.

Pertama

Sebelum membaca Surah Al-Fatihah dianjurkan untuk mengucapkan ta’awudz.

Bacaan ta’awudz juga diwajibkan untuk dibaca sebelum membaca surah-surah Al-Quran. Namun menurut pendapat Ja’far ash-Shadiq, pembacaan ta’awudz tidak diwajibkan pada amal kebaikan lainnya termasuk ibadah. Ada arti dibalik pembacaan ta’awudz sebelum membaca Al-Quran yaitu untuk membersihkan lisan manusia yang tidak luput dari dosa. Mungkin masih ada dosa yang telah dilakukan lisan seperti berkata tidak benar, berkata kotor, berghibah, atau hal lainnya yang tercela, sehingga lisan perlu disucikan engan membawa ta’awudz terlebih dahulu sebelum membaca ayat kursi Al-Quran yang suci.

Kedua

Ayat pertama dalam Surah Al-Fatihah dan juga merupakan ayat pertama dalam Al-Quran adalah bacaan basmallah. Ayat pertama ini sangat mecerminkan Islam yang selalu mengawali segala sesuatu dengan bacaan basmalah sebelum melakukan suatu hal agar mendapatkan ridho Allah SWT. Bahkan Rasulallah SAW bersabda pada sebuah hadist riwayat Abu Daud yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang tidak diawali degan bacaan basmallah akan terputus amalnya. Hadist tersebut menunjukkan bagaimana bacaan basmalah atau ayat pertama Al-Fatihah memiliki peran yang besar dalam segala amal perbuatan yang dilakukan hamba-Nya. Kebaikan yang dilakukan semua bergantung pada niat, ridho, dan rahmat Allah SWT, sehingga jangan pernah lupakan bacaan basmallah untuk segala sesuatu.

Dalam ayat pertama ini terkandung makna untuk selalu memohon dalam rahmat dan lindungan-Nya. Tidak lain untuk membentengi diri dari godaan setan. Ali ash-Shabuni menyatakan bahwa dalam ayat ini juga terkandung penegasan kepada kaum musyrikin yang menyembah Tuhan selain Allah SWT. Dengan membaca basmallah, setan dan jin tidak akan berani mendekatkan diri kepada manusia.

Ketiga

Pada ayat kelima terdapat lafadz  na’budu yang berarti kami menyembah. Serta terdapat lafadz nasta’in yang berarti kami memohon pertolongan. Terjemahan ini memperlihatkan bahwa sebagai manusia, kita adalah bagian kecil dan bukan apa-apa di mata Allah SWT. Tersirat makna bahwa manusia memohon pertolongan, ampunan dan meminta untuk diterima segala doa-doanya kepada Allah SWT. Pemilihan kedua lafadz tersebut sangat lirih dan indah namun memiliki arti yang sangat mendalam.

Keempat

Pada ayat ketujuh yang merupakan ayat terakhir yang paling panjang dalam Surah Al-Fatihah, digunakan lafadz an’amta yang berarti “yang Engkau beri nikmat” yang disandingkan dengan penyeruan nama Allah SWT untuk menunjukkan bagaimana Allah SWT Maha Pemberi Nikmat dan Maha Adil kepada seluruh umatnya. Pada klausa selanjutnya di ayat yang sama untuk penyebutan lafadz maghdhu yang berasal dari kata ghadhab (murka) dan lafadz dhaaliin dari kata dhalal (penyesatan) tidak disandingkan dengan nama Allah SWT.

Disamping keindahan dan kelembutan bacaan Al-Quran khususnya dalam penafsiran Surah Al-Fatihah, janji Allah SWT terhadap ganjaran yang diberikan kepada umatnya yang membacanya sangat besar. Dalam sebuah  hadist, Rasulallah SAW bersabda “Membaca Surah Al-Fatihah memiliki pahala seperti membaca sepertiga Al-Quran.”

Subhanallah, betapa mulia kandungan Surah Al-Fatihah yang kita kumandangkan setiap harinya. Adapun hikmah lainnya yang dapat diperoleh dengan amalan Surah Al-Fatihah yaitu dengan membacanya sebanyak 20 kali setiap selesai shalat fardu dan memohon perlindungan kepada Allah SWT, dapat memberikan kemudahan dalam segala urusan di dunia serta memberikan pintu rejeki.

Melalui artikel ini semoga kita semua semakin beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT dengan selalu mengingat Allah dan memperbanyak ibadah. Tidak hanya kewajiban ibadah sholat fardu saja yang penting dikiatkan, melainkan mengusahakan untuk memampukan diri menunaikan ibadah haji atu umroh juga termasuk ibadah mulia. Haji wajib hukumnya untuk umat muslim yang mampu sedangkan umroh bersifat sunnah namun juga memiliki keutamaan. Pertimbangkan mulai dari sekarang memilih biro perjalanan terpercaya untuk mendampingi Anda dalam beribadah ke Baitullah.

×