Jangan Bercermin Terlalu Lama, Ini Alasannya

Jangan Bercermin Terlalu Lama, Ini Alasannya

Jangan Bercermin Terlalu Lama, Ini Alasannya – Bercermin adalah kebiasaan yang wajar dilakukan sehari – hari, terlebih jika ingin bepergian keluar rumah. Terutama bagi sebagian besar kaum  hawa, bercermin merupakan kewajiban saat berhias agar tampil sempurna. Tidak ada yang salah dengan kebiasaan dalam bercermin, namun dapat menjadi masalah jika intensitas berdiri di depan kaca terlalu lama. Bahkan dalam ajaran islam juga telah diatur mengenai bagaimana adab dalam bercermin.

(Credit : AP Photo/Amel Emric)

Sebelum bercermin, sebaiknya mengucapkan doa sebagai berikut.


اَللَّهُـمَّ كَمَا حَسَّـنْتَ خَلْقِـيْ فَحَسِّـنْ خُلُقِـيْ

Allahuma kamma hassanta khalqii fahassin khuluqii

Artinya :

“Ya Allah, sebagaimana telah Engkau baguskan penciptaanku, maka baguskan pula akhlakku”.

 

Dalam doa tersebut, dapat dimaknai bahwa semua yang manusia miliki adalah dari Allah SWT, sehingga apapun yang telah diberikan harus disyukuri. Bagaimanapun fisik seseorang, itu semua adalah pemberian Allah SWT. Dengan mengucapkan doa dan memaknai dengan hati semoga senantiasa termasuk dalam orang-orang yang bersyukur. Allahuma amin.

Manusia diciptakan Allah SWT dengan bentuk sebaik – baiknya, seperti pada firman Allah yang tertuang dalam Al – Quran.


لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

Laqad khalaqna al-insana fii ahsani taqwiim

Artinya :

“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. (QS. At – Tin : 4)


اللَّهُ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ قَرَاراً وَالسَّمَاء بِنَاء وَصَوَّرَكُمْ فَأَحْسَنَ صُوَرَكُمٍ

Allaahu alladzii ja’ala lakumu al-ardha qaraaran waalssamaa-a binaa-an washawwarakum fa-ahsana shuwarakum warazaqakum mina alththhayyibaati dzaalikumu allaahu rabbukum fatabaaraka allaahu rabbu al’aalamiina

Artinya :

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar, Dia membentuk rupamu lalu memperbagus rupamu, dan kepada-Nya tempat kembali”. (QS. Ghofir : 64)


يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ -٦- الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكٍَ


فِي أَيِّ صُورَةٍ مَّا شَاء رَكَّبَكٍَ

Yaa ayyuhaa al-insaanu maa gharraka birabbika alkariimi. Alladzii khalaqaka fasawwaaka fa’adalaka

Artinya :

“Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhan-mu Yang Maha Pengasih. Yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu”. (QS. Al-Infitar : 6 – 8 )

Bedasarkan ayat-ayat diatas, manusia diciptakan dalam bentuk yang baik telah sangat jelas dipaparkan. Dalam islam, hokum dalam bercermin diperbolehkan dengan ketentuan yang wajar. Sebaiknya sebelum bercermin diawali dengan berdoa agar selalu ingat bahwa apa yang kita miliki adalah ciptaan Allah dan kita harus mensyukuri apa yang telah diberikan. Disamping hal tersebut, saat melakukan aktivitas bercermin sebaiknya tidak terlalu lama, karena semakin lama menatap cermin, semakin banyak hal yang dianggap tidak sempurna dalam tubuh kita. Kondisi seperti ini yang sebaiknya dihindari.

Adapun alasan ilmiah mengenai bercermin. Pada manusia yang normal, kegiata bercermin hanya dilakukan dalam waktu yang wajar, tidak membutuhkan waktu lama tanpa melakukan aktivitas lainnya (misalnya mengaplikasikan make up). Jika kebiasaan bercermin dilakukan tidak wajar (berlebihan) maka dapat diindikasikan bahwa seseorang telah mengalami gangguan psikologi.

Penelitian yang dilakukan oleh Leads Univeristy School menyatakan bahwa bercermin dengan intensitas lama dan sering akan menimbulkan stress dan meningkatnya rasa cemas. Hal ini dapat disebabkan karena semakin lama bercermin, seseorang akan semakin memperhatikan detil dan focus terhadap sesuatu yang tidak sempurna pada tubuh. Kebiasaan tersebut dapat memicu terjadinya kelainan jiwa yang biasa disebut dengan Body Dysmorphic Disorder (BDD). Pada seseorang yang mengalami gangguan ini akan merasakan ketidakpuasan terhadap penampilan diri sendiri.

Penderita BDD biasanya selalu ingin mendapatkan tubuh sempurna, bahkan tidak jarang seseorang menjadi berlebihan untuk mendapatkan tubuh ideal. Tidak jarang bagi penderita wanita berusaha untuk mendapatkan tubuh yang ideal hingga harus menyiksa diri. Hal ini sangat tidak dianjurkan baik dari segi agama ataupun kesehatan.

Berdasarkan uraian diatas, sebaiknya kita sebagai umat muslim mulai membiasakan diri untuk berdiri di depan cermin sewajarnya dan seperlunya saja. Jangan lupa untuk selalu bersyukur, dan berdoa agar selalu dalam lindungan-Nya.

 

 

×