Daftar Perlengkapan yang Harus Dibawa dalam Perjalanan Ibadah Umroh

Daftar Perlengkapan yang Harus Dibawa dalam Perjalanan Ibadah Umroh

Setelah seluruh dokumen persiapan selesai dan tinggal menunggu waktu keberangkatan, hal penting yang harus dilakukan adalah menyiapkan segala perlengkapan dan mengemasnya seringkas mungkin, agar tidak merepotkan dan bisa memudahkan kegiatan ibadah. Berikut ini adalah panduan dalam mempersiapkan berbagai perlengkapan ibadah umroh Anda:

Dokumen-Dokumen Penting

  • Paspor, visa, dan asuransi perjalanan
  • Tiket perjalanan PP
  • Identitas pribadi, termasuk di dalamnya name tag, atau perlengkapan identitas yang diberikan pihak penyelenggara, seperti misalnya slayer atau gelang bertuliskan nama dan nomor paspor.
    Uang tunai yang sudah ditukarkan di money changer dan kartu debet berlogo Cirus, Master atau logo lainnya yang bisa digunakan secara global di luar negeri.

Tips: Jika hendak bepergian ke luar negeri, pindai dan siapkan salinan seluruh dokumen penting Anda dan simpan ke dalam tas yang berbeda sebagai cadangan, jikalau dokumen aslinya hilang atau tercecer.

Jadwal Perjalanan, Ibadah, dan Kelengkapannya

Jadwal & Agenda Kegiatan
Agar selalu berada di jalur yang benar dan tidak terpisah dari rombongan, usahakan agar selalu mematuhi jadwal yang telah ditetapkan penyelenggara. Oleh karena itu, siapkan jadwal tersebut selalu di tas tangan Anda, agar dapat dilihat sewaktu-waktu.
Jika memungkinkan, bawalah peta atau rute perjalanan untuk memudahkan Anda kembali ke base camp jika Anda tersesat.
Alamat hotel dan data orang yang sewaktu-waktu bisa dihubungi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diharapkan.

Perlengkapan Komunikasi

  • Telepon seluler dan chargernya
  • Simcard yang sudah didaftarkan roaming internasional
  • Buku telepon berisi nomor-nomor penting yang bisa dihubungi sebagai antisipasi jika telepon seluler Anda hilang atau rusak.

Tips: untuk menghemat biaya komunikasi, Anda bisa memanfaatkan sarana internet dengan menggunakan jaringan yang tersedia di sana.

Perlengkapan Pribadi

Pakaian ganti, pakaian dalam, kaus kaki, sarung tangan dan jaket/sweter secukupnya.
Perlengkapan mandi dan kebersihan lainnya, seperti sabun cair, sikat dan pasta gigi, sampo, tabir surya, pelembab kulit dan bibir, bahkan pembalut dan pantyliner bagi wanita. Usahakan produk yang dipakai tidak mengandung alkohol dan parfum, sebab saat ihram hal tersebut tidak diperkenankan untuk digunakan. Perlengkapan tidur, seperti selimut tipis, dan bantal tiup (ada yang berbentuk kotak atau huruf U)

Perlengkapan kesehatan, seperti obat-obatan pribadi dan suplemen kesehatan.

Perlengkapan lain-lain seperti:

  • Payung lipat
  • Kaca mata hitam
  • Sendal jepit
  • Masker untuk menghalau debu
  • Kantong plastik untuk menyimpan sendal saat salat di masjid dan untuk pakaian kotor
  • Tas ransel, dan jika perlu, tas lipat ekstra untuk menyimpan oleh-oleh.

Tips: Karena waktu pelaksanaan umroh tidak selama ibadah haji, yaitu hanya 9-12 hari, bawalah perlengkapan secukupnya, yang penting saja dan tidak usah terlalu banyak. Misalnya perlengkapan mandi dan cuci bisa dibawa di dalam botol-botol berukuran kecil, atau bahkan sachet.

Perlengkapan Ibadah
Perlengkapan Umum

  • Buku panduan doa & zikir umroh. Atau agar lebih ringkas, Anda bisa mengunduh aplikasinya di Playstore.
  • Gunting kuku untuk persiapan ihram
  • Gunting kecil untuk tahallul

Perlengkapan Ibadah untuk Wanita

  • Mukena minimal 2 buah
  • Pakaian ihram wanita 2 set

Perlengkapan Ibadah untuk Pria

  • Kain ihram 2 set
  • Ikat pinggang

Tips: simpan peralatan yang tajam, seperti gunting, gunting kuku, atau pisau cukur di dalam bagasi/koper, jangan masukkan ke dalam tas kabin karena akan terpindai oleh mesin pemeriksa di bandara dan dikategorikan sebagai benda tajam, sehingga harus dikeluarkan.

Demikianlah rincian perlengkapan umroh yang kami buat secara sistematis. Untuk lebih mudahnya, buatlah daftar check list untuk membantu mengontrol kelengkapan barang-barang tersebut. Selamat menunaikan ibadah umroh, Semoga Allah senantiasa memberikan keselamatan dan keridaan dalam ibadah Anda kali ini.

Pesan utk Jamaah Haji dan Umroh

Pesan dan Wasiat Penting untuk Jamaah Haji dan Umrah

Oleh
Kumpulan Ulama

DITERBITKAN DAN DIEDARKAN OLEH DEPARTEMEN AGAMA, WAQAF, DAAWAH DAN BIMBINGAN ISLAM, SAUDI ARABIA

Jama’ah haji yang budiman.

Kami panjatkan puji kepada Allah, yang telah melimpahkan taufiq kepada anda sekalian untuk dapat menunaikan ibadah haji dan ziarah ke Masjid Haram, semoga Allah menerima kebaikan amal kita semua dan membalasnya dengan pahala yang berlipat ganda.

Kami sampaikan berikut ini pesan dan wasiat, dengan harapan agar ibadah haji kita diterima oleh Allah sebagai haji yang mabrur dan usaha yang terpuji.

[1] Ingatlah, bahwa anda sekalian sedang dalam perjalanan yang penuh berkah, perjalanan menuju Ilahi dengan berpijakkan Tauhid dan ikhlas kepada-Nya, serta memenuhi seruan-Nya dan ta’at akan perintah-Nya. Karena tiada amal yang paling besar pahalanya selain dari amal-amal yang dilaksanakan atas dasar tersebut. Dan haji yang mabrur itu balasannya adalah sorga.

[2] Waspadalah anda sekalian dari tipu daya syetan, karena ia adalah musuh yang selalu mengintai anda. Maka dari itu hendaknya anda saling mencintai dalam naungan rahmat Ilahi dan menghindari pertikaian dan kedurhakaan kepada-Nya. Ingatlah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda : “Artinya : Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu, sebelum ia mencintai saudaranya sebagaimana mencintai dirinya sendiri”.

[3] Bertanyalah kepada orang yang berilmu tentang masalah-masalah agama dan ibadah haji yang kurang jelas bagi anda, sehingga anda mengerti. Karena Allah telah berfirman : “Artinya : Maka bertanyalah kamu kepada orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahui”. Dan Rasul pun telah bersabda : “Artinya : Barangsiapa yang dikehendaki Allah untuk di karuniai kebaikan, maka ia niscaya memberinya kefahaman dalam agama”.

[4] Ketahuilah, bahwa Allah telah menetapkan kepada kita beberapa kewajiban dan menganjurkan kita untuk melakukan amalan-amalan yang sunnah. Akan tetapi tidaklah diterima amalan sunnah ini apabila amalan-amalan yang wajib tadi disia-siakan.

Hal ini sering kurang disadari oleh sebagian jama’ah haji, sehingga terjadilah perbuatan yang menggangu dan menyakiti sesama mu’min. Sebagai contoh ; ketika mereka berusaha untuk mencium Hajar Aswad, ketika melakukan ramal (berlari kecil pada tiga putaran pertama) dalam tawaf qudum, ketika shalat dibelakang Maqam Ibrahim, dan ketika minum air Zamzam.

Amalan-amalan tersebut hukumnya hanyalah sunnah, sedangkan mengganggu dan menyakiti sesama mu’min adalah haram. Patutkah kita mengerjakan suatu perbuatan yang haram hanya semata-mata untuk mencapai amalan yang sunnah ..? Maka dari itu hindarilah perbuatan yang dapat mengganggu dan meyakiti satu sama lain, mudah-mudahan dengan demikian Allah memberikan pahala yang berlipat ganda bagi anda sekalian.

Kemudian kami tambahkan beberapa penjelasan sebagai berikut

[a] Tak layak bagi seorang muslim melakukan shalat disamping wanita atau dibelakangnya, baik di Masjid Haram ataupun di tempat lain dengan sebab apapun, selama ia dapat menghindari hal itu. Dan bagi wanita hendaklah melakukan shalat dibelakang kaum pria.

[b] Pintu-pintu dan jalan masuk ke Masjid Haram adalah tempat lewat yang tak boleh di tutup dengan melakukan shalat di tempat tersebut walaupun untuk mengejar shalat jama’ah.

[c] Tidak boleh duduk atau shalat didekat Ka’bah atau berdiam diri di Hijir Ismail atau di Maqam Ibrahim, sebab hal itu dapat mengganggu orang-orang yang sedang melakukan tawaf. Lebih-lebih disaat penuh sesak, karena yang sedemikian itu dapat membahayakan dan mengganggu orang lain.

[b] Mencium Hajar Aswad hukumnya adalah sunnat, sedangkan menghormati sesama muslim adalah wajib. Maka janganlah menghilangkan yang wajib hanya semata-mata untuk mengerjakan yang sunnat. Dan dikala penuh sesak cukuplah anda berisyarat (mengacungkan tangan) kearah Hajar Aswad sambil bertakbir, dan terus berlalu bersama orang-orang yang melakukan tawaf. Seusai anda melakukan tawaf janganlah keluar dengan menerobos barisan, tetapi ikutilah arus barisan tersebut sehingga anda dapat keluar dari tempat tawaf dengan tenang.

[c] Mencium rukun Yamani tidak termasuk sunnat, cukuplah anda menjamahnya dengan tangan kanan apabila tidak penuh sesak, seraya mengucapkan “Bismillah wallahu Akbar”.

Akhirnya, kami berpesan kepada segenap kaum muslimin agar selalu berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan Al-Sunnah. “Dan ta’atlah kamu sekalian kepada Allah dan Rasu-Nya supaya kamu dikaruniai rahmat”.

[Disalin dari buku Petunjuk Jamaah Haji dan Umrah Serta Penziarah Masjid Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa sallam, pengarang Kumpulan Ulama, hal 4 – 7 dengan sub judul Pesan dan Wasiat Penting, diterbitkan dan di edarkan oleh Departement Agama, Waqaf, Dakwah dan Bimbingan Islam, Saudi Arabia]

×