Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji

Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji

Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji

Public Figure Internasional Yang Melakukan Haji – Haji merupakan kegiatan yang selalu diramaikan dan disambut hangat oleh umat muslim dari penjuru dunia, tidak terkecuali artis sekalipun. Untuk artis dalam negeri Indonesia yang memiliki mayoritas muslim dan menjadi penyumbang jemaah haji terbanyak setiap tahunnya, sudah tidak heran lagi banyak dari mereka menunaikan ibadah pada tahun tertentu. Namun ternyata di dunia Internasional, banyak juga public figure yang menunaikan haji bahkan beberapa diantaranya merupakan muslim minoritas dan sebagian lainnya sebagai mualaf. Berikut beberapa daftar nama public figure luar negeri yang telah menunaikan ibadah haji dan umroh.

Karim Benzema

Pesepak bola grup Real Madrid asal Perancis ini merupakan keturunan Aljazair yang beraga Islam sejak lahir. Beberapa orang mengunggah fot Benzema mengenakan pakaian ihram pada Agustus 2017 lalu. Foto yang beredar menunjukkan bahwa pesepak bola kelahiran 19 Desember 1987 tersebut sedang bersama anggota Kementerian Olahraga Arab Saudi berbincang di atas sofa.

Demba Ba

Pesepak bola berkebangsaan Senegal ini juga menunaikan ibadah haji pada tahun ini. Pria kelahiran 25 Mei 1985 ini mengunggah foto pada akun instagram pribadinya saat menunaikan ibadah haji pada 1 September 2017 lalu. Ia juga menuliskan kekagumannya atas perjalanan haji yang ia lakukan.

Zinedine Zidane

Ditengah karirnya yang melejit saat itu, Zinedine Zidane tidak lupa untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat muslim untuk melakukan ibadah haji. Ia beserta istri dan anak-anaknya menuaikan haji pada Januari 2004 lalu. Ia memaparkan perjalanan haji keluarganya dimulai melalui Jeddah dan mengunjungi Madinah terlebih dahulu hingga akhirnya melakukan ritual thawaf di Masjidil Haram, Mekkah. Walaupun ia tinggal di negara dengan muslim sebagai agama minoritas, hal ini tidak membuatnya lupa akan kewajibannya sebagai muslim yaitu beribadah sholat 5 waktu dan menunaikan haji.

Aamir Khan

Aamir Khan merupakan salah satu artis Bollywood yang beragama muslim. Islam dikenal sebagai agama mayoritas kedua setelah hindu di India. Ia tertangkap kamera sedang berada di depan Ka’bah pada musim haji tahun 2012 lalu. Ia diketahui menunaikan haji bersama ibunda tercinta dan rombongannya. Tidak luput dari pemantauan kamera paparazi, Aamir Khan diketahui menginap di hotel berbintang 7 yang berlokasi dekat dengan Masjidil Haram.

Veena Malik Khan

Veena Malik Khan merupakan salah satu artis Pakistan. Pakistan memiliki penduduk mayoritas muslim dan menjadi negara penyumbang jemaah haji terbanyak setelah Indonesia dan Bangladesh. Veena menunaikan umroh bersama dengan suaminya Asad Bashir pada tahun 2014. Ia menyerukan kepada semua muslim untuk berkunjung ke Mekah dan menunaikan ibadah haji minimal sekali seumur hidup. Ia juga berpendapat bahwa ia dan suaminya sangat beruntung dapat mengunjungi Tanah Suci.

Lizzy Anjorin

Lizzy Anjoring merupakan artis asal Nigeria. Ia telah lama menekuni dunia keartisan sebagai artis Yoruba Nollywood, dan memutuskan untuk memeluk Islam beberapa bulan lalu. Ia memutuskan untuk menunaikan haji pada tahun yang sama yaitu 2017. Sejak memeluk Islam, ia mengubah nama aslinya, Elizabeth yang diambil dari kitab nasrani, menjadi Aishat. Rasa antusias ditunjukkannya pada foto yang dia unggah di akun instagram saat menunaikan ibadah haji lalu.

Queenie Padlila

Queenie Padlila merupakan salah satu artis Filipina. Di lahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai sutradara, produser, dan artis senior Filipina. Queenie berkomitmen untuk berhijrah menjadi muslim sejak 8 bulan setelah ia memutuskan vakum dari dunia entertaiment pada tahun 2012. Ia juga melangsungkan ibadah haji di tahun yang sama. Sepulangnya dari berhaji, ia memutuskan untuk menjadi muslim yang baik dan mengenakan jilbab. Ia mendapatkan hikmat dari Allah sehingga merasa sangat damai dan memiliki tujuan hidup sepulang dari berhaji. Sang ayah juga sangat mendukung putrinya karena melihat perbedaan yang ia rasakan terhadap putrinya sepulang dari berhaji. Tidak berhenti disitu saja, Queenie mulai mencoba berdakwah setelah merasakan kenyamanan dan kebenaran atas Islam. Pada tahun 2014, ia memutuskan untuk menikah dengan lelaki Pakistan dan berfokus untuk memanajemen butik muslim di Dubai.

Frank Ribery dan Hamit Altintop

Kedua pemain sepak bola ini menunaikan umroh secara bersama-sama. Mereka berumrah pada Januari 2009 setelah melakukan pertandingan persahabatan di Jeddah, Arab Saudi. Frank yang diketahui menjadi mualaf ini memiliki nama muslim yaitu Bilal Yusuf Muhammad. Ia memilih Islam sebagai kepercayaannya karena Islam muncul disaat ia mencari jalan keselamatan.

Ketika orang-orang yang menjadi minoritas di lingkungannya memperjuangkan untuk menunaikan haji dan umroh, kita sebagai muslim yang diuntungkan karena berada di wilayah dengan pemeluk Islam terbanyak seharunya memiliki antusias yang sama dengan mereka. Semoga jalan untuk menunaikan ibadah haji dan umtoh dimudahkan dan dilancarkan. Amin.

Keuntungan Kloter Akhir Haji, Ibadah Haji, Travel Haji, Travel Umroh

Keuntungan Kloter Akhir Haji, Ibadah Haji, Travel Haji, Travel Umroh

Pada setiap musim haji, ratusan ribu calon jemaah haji Indonesia diberangkatkan menuju Arab Saudi melalui Jeddah ataupun Madinah untuk menunaikan ibadah haji. Jemaah haji yang diturunkan melalui bandara King Abdul Aziz, Jeddah, akan langsung diantarkan ke Mekah sebelum memasuki puncak haji. Sebaliknya, jemaah yang diturunkan melalui bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz biasanya akan transit dahulu di Madinah. Kedua bandara internasional tersebut dipadati jemaah haji dari berbagai negara pada musim haji. Oleh karena itu, Indonesia sebagai  negara dengan penyumbang jemaah haji terbanyak membagi pemberangkatan dengan sistem kloter dan gelombang.

Sistem Pembagian Kloter dan Gelombang Keberangkatan Haji

Sistem kloter dan gelombang dibuat untuk mempermudah dalam pengelolaan layanan ibadah haji. Sejak di Indonesia, jemaah haji sudah terbagi menjadi ratusan kloter yang dibedakan dari asal daerah pemberangkatan. Selain mengandung informasi daerah asal, terdapat sistem penomoran kloter sebagai urutan dalam pemberangkatan dan pemulangan. Setiap kloter diisi oleh 360 hingga 455 jemaah haji serta didampingi 5 petugas yang menemani keberangkatan hingga ke Arab Saudi. Pada musim haji tahun 1438 H lalu, jemaah haji Indonesia telah terbagi menjadi 512 kloter. Karena banyaknya kloter yang diberangkatnya, maka kloter akan dikelompokkan kembali berdasarkan jadwal keberangkatannya.

Sistem gelombang membedakan jadwal keberangkatan dan lokasi pemberangkatan. Terdapat dua gelombang yang digunakan oleh jemaah haji Indonesia regular yaitu gelombang pertama dan kedua. Untuk gelombang pertama, keberangkatan akan mendapatkan jadwal lebih awal mulai dari tiga minggu sebelum puncak haji. Gelombang pertama akan diturunkan melalui Madinah dan akan tinggal di Madinah 7 – 8 hari sebelum akhirnya diberangkatkan ke Makah untuk melakukan thawaf dan sa’i. Selama tinggal di Madinah, jemaah haji gelombang pertama akan melakukan ibadah Arbain terlebih dahulu kemudian berangsur berpindah ke Mekah sesuai urutan kedatangan di Madiah sebelumnya. Ibadah Arbain yang dimaksud adalah ibadah sholat berjamaah di Masjid Nabawi selama 40 waktu berturut – turut. Selanjutnya jemaah haji akan melakukan rangkaian kegiatan haji hingga puncak haji selesai dan akan langsung kembali ke Tanah Air.

Berbeda untuk gelombang kedua, mereka diturunkan melalui Jeddah dan langsung diberangkatkkan ke Mekah. Jangan khawatir bagi jemaah yang diberangkatkan melalui Jeddah karena nanti akan ada pergerakan kembali ke Madinah setelah puncak haji telah selesai. Terdapat kloter akhir haji yang diberangkatkan dari Mekah menuju Madinah. Pasalnya pergerakan gelombang kedua ke Madinah dilakukan secara bertahap mulai dari hari tasyriq ketiga dan setiap kloter memiliki waktu singgah di Madinah selama 7 – 8 hari dan kemudian akan langsung dipulangkan ke Indonesia melalui Madinah.

Baik gelombang pertama ataupun kedua, layanan fasilitas dan kegiatan yang diperoleh sama hanya saja waktu dan lokasinya yang berkebalikan. Bagi gelombang pertama, penurunan jemaah di Madinah dan kembali melalui Jeddah, sehingga masa tinggal di Madinah terletak di awal perjalanan. Berkebalikan dengan gelombang kedua yang diberangkatkan menuju Jeddah  dan kembali melalui Madinah sehingga masa tinggal di Madinah terletak di penghujung perjalanan haji. Namun keduanya memiliki proporsi waktu tinggal di Arab Saudi sama yaitu 40 hari. Bagi jemaah yang datang lebih dahulu akan dipulangkan terlebih dahulu pula.

Keuntungan Kloter Akhir Diberangkatkan

Bagi kloter akhir gelombang kedua akan diberangkatkan terakhir ke Madinah sehingga waktu di Mekah pasca haji menjadi lebih lama beberapa hari. Tinggal di Mekah lebih lama dapat digunakan untuk beribadah sebanyak – banyaknya di Masjidil Haram. Bagi seluruh jemaah haji, pastinya akan menggunakan waktu sebaik – baiknya selama berada di Tanah Suci sehingga jika waktu lebih banyak diperoleh di Mekah, gunakan untuk beribadah di Masjidil Haram yang suci. Banyak sekali tempat – tempat di Masjidil Haram yang mustajab untuk berdoa.

Keuntungan lainnya adalah ibadah yang dilakukan lebih khusyu dan tidak terburu – buru. Pasalanya waktu tinggal di Tanah Suci gelombang kedua khususnya kloter akhir akan lebih banyak pada pasca Armina atau saat rangkaian haji berada di penghujung musim. Hal ini menyembabkan rasa lega yang akan dirasakan pada kloter akhir karena rangkaian prosesi ibadah haji telah selesai dilakukan.

Disamping itu keuntungan lainnya adalah suasana di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang relatif lebih sepi dibandingkan saat pra atau puncak haji. Sebagian jemaah haji dari berbagai negara telah dipulangkan secara berangsur setelah pucak haji selesai. Hal ini tentunya menguntungkan bagi jemaah kloter akhir untuk melakukan ibadah baik di Masjidil Haram ataupun di Masjid Nabawi. Walapun tidak menutup kemungkinan pengunjung di kedua masjid tersebut benar-benar lenggang, namun keramaian jemaah di keduanya tidak seramai saat puncak haji lalu.

Lepas dari semua keutungan bagi gelombang kedua akhir yang menunaikan ibadah haji, adapaun beberapa kondisi dimana jemaah harus lebih mempersiapkan diri. Fasilitas yang diberikan panitia ibadah haji Indonesia telah menarik beberapa layanan beberapa minggu pasca puncak haji selesai. Seperti layanan bus shalawat yang diberikan untuk memfasilitasi jemaah dari pemondokan hingga Masjidil Haram telah dihentikan mengingat jemaah haji yang masih tinggal di Mekah sudah jauh berkurang. Oleh karenanya bagi jemaah haji yang tinggal di Mekah lebih lama dan layanan bus sudah dihentikan, baiknya membiasakan diri untuk berjalan kaki.

Semoga ulasan diatas memberikan gambaran bagi calon jemaah haji untuk mempersiapkan diri dalam melakukan perjalanan haji nantinya. Persiapan juga dapat dilakukan dengan melakukan konsultasi kepada pihak travel haji ataupun travel umroh yang bertanggungjawab atas keberangkatan calon jemaah haji. Jangan sungkan untuk menanyakan hal semendetail mungkin untuk menjamin kelancaran ibadah kita. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua.

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh

Tips Sehat Saat Berhaji dan Umroh – Tentunya setiap umat muslim mendambakan untuk berkunjung ke Baitullah dan melakukan perjalanan haji ataupun umroh disana. Tidak hanya berdoa dan bertawakal untuk mendapatkan kesempatan tersebut, namun kita juga harus memperhatikan banyak hal agar perjalanan haji dan umroh menjadi lancar. Sebenarnya banyak hal yang bisa kita persiapkan sejak sekarang serta hal lain yang penting di ketahui saat melaksanakan ibadah nanti. Oleh karenanya penting bagi calon jemaah untuk banyak menyimak tips berhaji lancar agar memudahkan ibadah selama di Tanah Suci.

Perbanyak Olahraga Sebelum Berangkat

Hal paling utama yang mendukung kelancaran ibadah di Baitullah adalah kesehatan. Selama melakukan ibadah baik umroh maupun haji, kondisi kesehatan fisik harus diperhatikan. Pasalnya dalam melakukan ibadah, terdapat beberapa rangkaian kegiatan yang menyita energi, yaitu thawaf mengelilingi Ka’bah dan dilanjutkan dengan sa’i berlari kecil sebanyak tujuh kali dari bukit Shafa ke Marwa. Belum lagi untuk jemaah yang menunaikan haji, kegiatan fisik yang dilakukan lebih banyak dan lebih menguras energi karena ditambah kegiatan di Armina (Arafah – Muzdaliifah – Mina). Untuk meminimalkan resiko kondisi tubuh yang drop nantinya, bagi calon jemaah haji sebaiknya mulai membiasakan diri untuk melakukan olahraga ringan selama masih di kampung halaman. Tips haji sehat ini dapat diterapkan untuk membantu tubuh membiasakan diri agar saat di Tanah Suci nantinya tubuh lebih mudah beradaptasi dan menghindari dari kelelahan berlebihan.

Perbanyak Konsumsi Air Mineral Pengganti Cairan Tubuh

Negara Arab Saudi lebih banyak didominasi oleh gurun dimana kondisi cuaca disana cukup ekstrim. Bagi orang Indonesia yang terbiasa hidup pada iklim tropis, tinggal di Arab Saudi cukup membuat keseimbangan tubuh terkoyak. Kondisi iklim seperti ini juga dapat membuat tubuh menjadi tidak fit.  Agar umroh dan haji lancar, biasakan untuk mengkonsumsi air minum yang banyak selama di Tanah Suci nanti. Hal ini dianjurkan karena untuk menghindari kondisi tubuh mengalami dehidrasi. Saat perjalanan umroh, kondisi pengunjung yang melakukan ibadah di Baitullah tidak begitu banyak sehingga situasi dan kondisi disana lebih lenggang. Berbeda dengan haji, saat musim haji pengunjung yang melakukan ibadah jauh lebih banyak sehingga saat melakukan rangkaian kegiatan akan berdesak – desakan. Oleh sebab itu saat melakukan ibadah haji, sebaiknya calon jemaah haji lebih peduli dan mengerti kondisi diri sendiri agar haji lancar hingga kepulangan nantinya.

Jangan Tunda Makan

Selain konsumsi air minum untuk mengganti cairan tubuh, selama melakukan ibadah haji dan umroh penting untuk mengatur pola makan. Perjalanan umroh dengan menggunakan biro perjalanan umroh akan diuntungkan dengan pengaturan jadwal yang sudah diatur sedemikian rupa. Oleh sebab itu, penting bagi calon jemaah umroh untuk mematuhi jadwal tersebut, termasuk saat jam makan. Jangan sesekali menunda makan selama masih di Tanah Suci karena menunda makan akan menyebabkan pencernaan bermasalah. Disamping itu tubuh juga membutuhkan energi untuk melakukan aktivitas ibadah umroh.

Khusus untuk perjalanan haji, makan diberikan pada jam tertentu dari katering yang disewa oleh pemerintah. Karena makanan yang dibuat langsung dalam jumlah banyak untuk memenuhi kebutuhan makan ratusan ribu jemaah, maka pembuatannya juga lebih awal. Hal ini menyebabkan lama ketahanan makanan yang diberikan kepada jemaah haji lebih pendek. Oleh sebab itu, saat makanan telah didistribusikan, sebaiknya jemaah haji langsung mengkonsumsinya. Menunda makan selain menyebabkan sakit pencernaan juga dapat membuat makanan yang disimpan tidak layak konsumsi (basi) dan dapat menyebabkan keracunan nantinya.

Perbanyak Asupan Vitamin dan Serat

Perbanyak konsumsi buah dan sayur baik untuk menunjang aktivitas selama beribadah di Tanah Suci agar umroh dan haji lancar. Banyak makan serat akan membuat pencernaan menjadi lebih nyaman, sedangkan konsumsi buah dapat meningkatkan asupan vitamin dalam tubuh. Khususnya vitamin C, dapat menjaga daya tahan tubuh agar lebih prima.

Persiapkan Obat Pribadi Dalam Tas

Selama melakukan perjalanan umroh dan haji, jangan lupa untuk menyediakan obat-obatan. Pihak biro perjalanan umroh atau panitia haji juga menyediakan perlengkapan medis untuk antisipasi jika jemaah jatuh sakit saat melakukan ibadah, namun tidak ada salahnya jika jemaah juga menyediakan obat-obatan di dalam tas. Terutama bagi jemaah yang memiliki riwayat penyakit sebelum berangkat ke Tanah Suci. Dengan menyediakan obat-obatan pribadi di dalam tas yang dibawa kemanapun saat melakukan ibadah akan memudahkan untuk melakukan tindakan pertama apabila sewaktu – waktu jemaah mengalami sakit tiba – tiba. Walaupun situasi seperti itu tidak diinginkan untuk terjadi, namun tidak ada salahnya untuk melakukan tindakan preventif untuk diri sendiri.

Jangan lupa pula untuk membawa dan mengenakan masker selama melakukan ibadah haji dan umroh. Khususnya untuk ibadah haji, lebih banyak kegiatan di luar (outdoor) dan ditambah dengan kondisi iklim kering di Arab Saudi. Baiknya jemaah haji mengenakan masker untuk menghindari dari debu dan gangguan pernapasan. Selain itu, masker juga berfungsi melindungi diri dari virus dan bakteri yang menyebar di udara.

Dari ulasan diatas, penting bagi calon jemaah haji untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh agar haji dan umroh lancar nantinya. Penting juga bagi calon jemaah haji untuk menanyakan jadwal rinci pada paket haji ataupun paket umroh yang ditawarkan oleh travel umroh atau travel haji yang akan dipilih. Mengetahui kapan jadwal keberangkatan dan waktu tiba di Arab Saudi dapat membantu calon jemaah memprediksi cuaca yang terjadi di Jeddah, Mekah ataupun Madinah. Dengan begitu, persiapan calon jemaah haji akan lebih maksimal nantinya.

 

×