Kembali Terserang Penyakit, Diare Serang Jemaah Meningkat

Kembali Terserang Penyakit, Diare Serang Jemaah Meningkat

Kembali Terserang Penyakit, Diare Serang Jemaah Meningkat – Setelah sebelumnya 23 jemaah haji telah positif terjangkit diare di Madinah, saat ini kasus serupa kembali terjadi dan memakan korban hingga 65 orang. Pada peristiwa ini, jemaah haji yang terindikasi penyakit diare adalah Jemaah haji kloter 55 Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 55).

Ilustrasi

Sejumalah jemaah haji mengalami keluhan diare sejak Minggu 24 September 2017, sedangkan 20 jemaah haji lainnya mengalami hal serupa pada keesokan harinya. Penanganan medis telah diberikan kepada jemaah yang mengalami keluhan. Beberapa diantaranya dilarikan ke Tim Gerak Cepat (TGC) sektor satu, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan sebagian lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS). Penanganan pertama yang diberikan kepada jemaah haji adalah pemberian oralit dan suplai air minum yang banyak untuk menghindari kondisi tubuh mengalami dehidrasi.

Kondisi para Jemaah telah membaik keesokan harinya. Hingga Selasa (26/09), sebagian besar jemaah haji sudah kembali beraktivitas seperti biasa. Pada Rabu (27/09), semua Jemaah terserang diare telah dinyatakan pulih total.

Tidak jauh berbeda dengan kasus diare sebelumnya yang juga terjadi di Madinah, masalah utama yang menyebabkan wabah ini adalah kondisi makanan. Menurut Amin Handoyo, Kepala Daerah Kerja Mekah, mereka terjangkit penyakit melalui makanan yang dikonsumsi, bisa dari katering atau makanan lainnya. Walaupun sempat beredar rumor bahwa faktor utama penybab diare adalah makanan katering yang dikonsumsi oleh jemaah haji, namun pihak Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi belum bisa memastikan kebenarannya. Pasalnya makanan katering yang telah disewa oleh pihak PPIH tidak hanya menyediakan konsumsi untuk satu kloter saja melainkan beberapa kloter lainnya.

Katering yang melayani kloter JKG 55 adalah Ad-Dakhil (Black Stone) dan juga melayani 11 kloter lainnya. Kloter JKG 52 yang tinggal satu hotel dengan JKG 55 juga termasuk kedalam daftar yang dilayani pengusaha katering Ad – Dakhil. Katering Ad-Dakhil melayani sekitar 4000 – 5000 jemaah haji. Namun hanya jemaah haji kloter JKG 55 saja yang terjangkit diare. Oleh sebab itu masalah penyebab diare masih diselidiki.

Isu tersebut dilemahkan dengan adanya tes yang telah dilakukan oleh pihak PPIH setiap harinya. Pasalnya, setiap layanan katering yang telah dikontrak dengan PPIH pasti akan diuji kelayakannya. Tidak hanya itu, pihak PPIH juga melakukan tes dan turut mengkonsumsinya, sehingga apabila kualitas yang diberikan tidak baik seharusnya seluruh kloter dan seksi katering PPIH juga merasakan dampak yang sama.

Ada kemungkinan lain karena pola makan yang kurang disiplin yang dimiliki jemaah haji. Makanan katering yang diberikan kepada jemaah haji sebaiknya langsung dikonsumsi sesaat setelah didistribusikan. Penundaan konsumsi makanan akan berpengaruh pada kualitas makanan tersebut karena makanan yang diberikan memiliki batas tertentu untuk layak konsumsi. Hal ini sudah disampaikan oleh pihak PPIH sebelumnya, terlebih pada beberapa hari sebelumnya telah memakan korban 23 jemaah haji dengan kasus serupa. Disamping itu, penundaan konsumsi makanan juga berimbas pada kesehatan pencernaan. Pihak PPIH sudah mengatur sedemikian rupa jadwal termasuk jadwal makan agar Jemaah haji terhindar dari sakit. Oleh sebab itu, penundaan konsumsi katering bisa menjadi penyebab terjangkitnya diare pada sebagian Jemaah haji.

Faktor lingkungan juga memiliki andil dalam kasus ini. Hotel yang digunakan untuk menginap di Madinah tidak hanya diisi oleh jemaah haji Indonesia saja, melaikan terdapat pula jemaah haji dari negara lain. Perbedaan kebiasaan dan daya tahan tubuh juga memiliki pengaruh besar sehingga dapat membuat penyakit ini menyebar.

Kejadian ini membuat pihak Kementerian Kesehatan Arab Saudi melakukan pemeriksaan baik kepada perusahaan penyedia katering maupun pihak hotel. Mulau dari kebersihan, kesehatan lingkungan, hingga penilaian kualitas juga sedang dilakukan. Pihak PPIH Daker Madinah juga tidak tinggal diam. Mereka meminta pihak hotel untuk memperhatikan kebersihan lingkungan yang merupakan tanggungjawabnya.

Disisi lain, pihak KKHI mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Arab Saudi atas kerja keras yang telah diberikan selama musim haji 1438 H ini. Ambassador Health Awareness 1438 H telah jatuh kepada dr. Etik Retno Wiyati selaku Kepala Bidang KKHI Mekah. Adapunpenghargaan lainnya yang juga diberikan kepada KKHI atas partisipasinya dalam Program Kesehatan Haji Tahun 1438 H.

Pemberian penghargaan tersebut langsung dilakukan oleh Muneera Khaled Balahmar selaku Chief of Health Awarness Ambassador Program in Haj Ambassador Helath Awareness kepada dr. Etik Retno Wiyati pada Selasa 26 September 2017. Lalu pada penghargaan kedua diberikan langsung oleh dr. Musthafa bin Jamil Baljun selaku Dirjen Pelayanan Kesehatan Daerah Kerja Mekah kepada dr. Mezan selaku Kepala Seksi KKHI Daerah Kerja Mekah. Acara tersebut diselenggarakan di Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

KKHI berhak menerima penghargaan tersebut karena telah memberikan totalitas dalam penanganan kesehatan Jemaah haji musim ini. Beberapa program yang diberikan apresiasi antara lain kegiatan promotif preventif oleh Tim Promotif Preventif, pelayanan kuratif di KKHI dan pelayanan gerak cepat di lapangan.

×