Tiga Masjid Indah dan Bersejarah di Rusia

Tiga Masjid Indah dan Bersejarah di Rusia

Uni Soviet atau yang dikenal dengan Rusia ini dikenal sebagai negara komunis dimana negara tersebut menganut ideologi ateis universal. Namun Rusia mulai sudah mengenal agama setelah kekuasaan komunis berakhir, dan Islam adalah agama kedua yang mereka kenal setelah Kristen ortodoks. Islam dikenal di Rusia sejak tahun 922 yang disebarkan oleh Arab akibat pentaklukan yang terjadi pada abad ke-8. Negara perserikatan Rusia pertama yang mayoritas penduduknya muslim adalah Volga Bulgaria. Lalu pada abad ke – 18 dan ke – 19  Islam telah merambah ke kawasan Dagesttan, Chenchen, Circassia, Ingush dan pelosok Rusia.

Tiga Masjid Indah dan Bersejarah di Rusia

Meningkatnya penduduk muslim di Rusia berimplikasi terhadap pembangunan masjid di pelosok negeri beruang merah ini. Setidaknya telah terdapat ribuan masjid yang dibangun dan fungsikan sebagai tempat ibadah sampai saat ini. Tedapat tiga masjid di Rusia yang ikonik karena sejarah dan keindahannya. Mari kita simak masjid – masjid tersebut.

  1. Masjid Agung Moskow (Moskovsky Soborniy Mecet)

Masjid ini dideklarasikan sebagai masjid terbesar di Rusia yang terletak di Kota Moskow. Masjid ini juga sering disebut dengan Moscow Cathedral Mosque. Disebut sebagai katedral karena masih terpengaruh budaya Kristen ortodoks pada jaman dahulu yang menyebutkan gereja besar sebagai katedral sehingga penyebutan masjid besar pun digunakan kata katedral

Masjid bergaya Tartar ini mampu menampung hingga 10.000 jemaah. Masjid ini termasuk empat masjid tertua di Moskow setelah Moscow Historical Mosque, Yardem Mosque, dan Memorial Mosque. Masjid ini dibangun pada Juni 1904 dan mulai digunakan pada November tahun tersebut.

Butuh sepuluh tahun untuk melakukan renovasi Masjid Agung Moskow ini hingga akhirnya pada satu hari menjelang Idul Adha tahun 1436 H lalu, masjid ini resmi di buka. Pada perayaan peresmiannya pun tidak segan – segan di pimpin oleh Presiden Rusia Vladimir Putin dan dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dalam masa rekonstruksinya, masjid ini mengalami perluasan area hingga 20 kali lipat. Disamping itu, pembangunan masjid ini tidak terlepas dari peran Palestina yang menyumbangkan biaya pembangunan masjid atas nama anak – anak Palestina dan negara Turki yang memberikan mimbar dan mihrab di dalam masjid ini. Masjid ini juga terdapat kiswah Ka’bah yang diberikan oleh Raja Arab Saudi saat berkunjung ke Moskow. Kiswah Ka’bah tersebut dipasang pada dinding masjid. Sumbangan juga diperoleh dari banyak pihak yang tercantum dalam buku 300 halaman yang menuliskan nama – nama jemaah dan dermawan yang berperan dalam pembangunan masjid ini.

Masjid dibangun kembali menjulang keatas dengan 6 lantai dan dilengkapi 7 elevator. Pintu masuk masjid ini pun tidak tanggung – tanggung yakni terdapat 15 pintu dan termasuk fasilitas pintu khusus penyandang disabilitas. Masjid ini juga dilengkapi dengan 13 amplifier yang seluruhnya dapat dikendalikan melalui ruang control khusus. Adapun keindahan lainnya terletak pada lampu – lampu Kristal yang menjuntai terkait dari langit – langit masjid. Sejumlah 320 lampu digunakan sebagai penerangan di dalam masjid ini.

Pada sisi lainnya terdapat dua Menara menjulang yang menyerupai Menara Spasskaya Kremlin Moskow dan Syuyumblik Kremlin Kazan dengan ketinggian mencapai 78 meter. Pada bagian atas Menara diletakkan bulan sabit yang merupakan bagian asli dari masjid. Sedangkan pada kubah utama masjid dibuat dengan kertas emas pada lapisan luarnya. Hal ini ditunjukan karena letak masjid berada di Moskow yang identik dengan bangunan – bangunan berkubah emas.

  1. Masjid Biru Sankt Peterburg

Pada era pemerintahan Tsar Aleksandr III, kekaisaran Rusia menghormati kepentingan muslim sehingga pada tahun 1910 Masjid Biru Sankt Peterburg dibangun. Disamping itu, pembangunan masjid dilakukan sebagai penghormatan peristiwa meleburnya kawasan Asia Tengah dengan Uni Soviet. Masjid ini didesain memiliki dua menara setinggi 49 meter dengan tinggi kubah sekitar 39 meter. Bentuk kubah Masjid Biru dibuat menyerupai Mausoleum Guri Amir yang merupakan tempat bersejarah tempat penyimpanan abu kremasi penakluk Asia Tengah, Tamerlane

Pada pemerintahan komunis masa lalu, Uni Soviet memberlakukan alih fungsi tempat ibadah baik masjid ataupun gereja sebagai gudang untuk keperluan penyimpanan logistik saat Perang Dunia II terjadi. Tidak terkecuali dengan Masjid Biru yang difungsikan sebagai gudang. Tahun 1956, Presiden RI Soekarno melakukan kunjungan ke Uni Soviet dan beliau juga menyempatkan untuk mendatangi Masjid Biru namun fungsinya saat itu sudah berubah sebagai gudang.

Kunjungan tersebut memiliki arti penting karena setelahnya, Presiden Soekarno berdialog dengan pemimpin Rusia yaitu Nikita Khrushchev untuk mengembalikan fungsi Masjid Biru. Dan pada akhirnya sepuluh hari setelah dialog dilakukan, Masjid Biru kembali digunakan sebagai tempat ibadah umat muslim.

  1. The Heart of Chechnya Mosque (Masjid Jantung Chechnya)

Masjid Jantung Chechnya merupakan masjid terbesar di Eropa karena mampu mengakomodasi lebih dari 10.000 jemaah dengan luas lingkungan masjid mencapai 14 hektar yang terdiri dari bangunan masjid, galeri, dan lapangan. Pada sisi masjid terdapat empat Menara yang dibangun menjulang setinggi 63 meter. Nama masjid ini diberikan oleh Akhmad Kadyrov yang merupakan presiden pertama Republik Chechnya.

Dinding – dinding masjid dilapisi dengan marmer yang bertuliskan kaligrafi ayat – ayat suci Al-Quran. Kaligrafi tersebut dibuat langsung oleh pengrajin asal Turki yang ditorehkan menggunakan tinta emas. Adapun lampu – lampu kristal Swarovski yang dipasang menjuntai dari langit – langit masjid mempercantik interior masjid ini.

Pada awal pemerintahan komunis, pembangunan masjid sempat dihentikan, bangunan masjid yang megah juga menjadi sasaran untuk dihancurkan bahkan beberapa diantaranya dialih fungsikan menjadi gudang ataupun penjara. Seperti masjid Mukhtarov di Vladikavkaz (1905) yang akan dihancurkan oleh pemerintah Rusia namun digagalkan oleh pasukan Tartar dan Masjid Juma Derbent yang digunakan sebagai penjara dan saat ini telah masuk situs warisan budaya UNESCO. Namun pada masa Perang Dunia II, kamu muslim juga memiliki peran peting sehingga beberapa masjid pada masa itu masih boleh difungsikan sebagai tempat ibadah. Seiring dengan berjalannya waktu, renovasi masjid – masjid bersejarah di Rusia telah dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak sedangkan pembangunan masjid – masjid baru tetap dilakukan.

Sejarah penyebaran Islam di Rusia memang tak lekang oleh waktu. Banyaknya masjid – masjid megah yang terbangun di penjuru Rusia membukakan mata kita bahwa peradaban Islam sudah ada sejak lama di wilayah tersebut dan terus berkembang seiring berjalannya waktu. Semoga artikel ini membuka wawasan kita mengenai Islam ya. 🙂

×