Jemaah Haji Indonesia Wafat Mencapai 46 Orang

Jemaah Haji Indonesia Wafat Mencapai 46 Orang – Hingga kemarin hari Minggu (28/8/2017) setidaknya sudah tercatat 46 orang calon Jemaah haji yang dinyatakan meninggal dunia di Arab Saudi sejak pemberangkatan kloter pertama 28 Juli 2017 lalu. Sebagian besar calon Jemaah haji meninggal diakibatkan terkena serangan jantung dan gangguan pernapasan.

Berikut nama – nama calon Jemaah haji yang meninggal dunia di Mekah dan Madinah berdasarkan data dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia melalui Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat)

  1. Diah Rialati Kasbullah Tjasuri (SOC 05), meninggal dunia di RS Al Ansaar, Madinah, karena sakit pada saluran pernapasan.
  2. Samidi Ciro Sentono (BTH 06), meninggal dunia di RS King Fahd karena serangan jantung.
  3. Mudjiono Sukibat bin Somodimedjo (SUB 08), meninggal dunia di hotel karena mengalami serangan jantung.
  4. Supono Suseno Satari bin Suseno (SUB 07), meninggal dunia di halaman Masjid Nabawi karena mengalami serangan jantung.
  5. Amnah Hasri Husin binti Husin (MES 02), meninggal dunia di hotel karena serangan jantung.
  6. Sarnata Sarun (JKG 05), meninggal dunia di hotel karena serangan jantung.
  7. Ilebbi binti Jinatta Lepu (UPG 08) meninggal dunia di pelataran Masjid Nabawi karena serangan jantung.
  8. Hadiarjo Singarejo Singaleksana Kasenet bin Singarejo Kasenet (SOC 01), meninggal dunia di hotel karena serangan jantung.
  9. Sukamto bin Sudarman Muryadi (JKS 16), meninggal dunia di RS Al Anshoor, karena serangan jantung.
  10. Indriyani Wahadi Wiyono (SOC 02), meninggal dunia di RS Al Anshoor, karena penyakit jantung.
  11. Agus Salim Mulia Siregar (MES 02), meninggal dunia dikarenakan trauma pada tulang leher disebabkan terjatuh.
  12. Umi Nadiroh Yunus Husen (SUB 05), meninggal dunia di RS Al Anshoor, karena mengalami serangan jantung.
  13. Marfuah merupakan jemaah dari kloter 17 embarkasi Surabaya (SUB 17), meninggal dunia di Al Dar Hospital Madinah karena mengalami serangan jantung.
  14. Engkos Kostiman bin Darya dari embarkasi JKS 6, asal Parung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, wafat di Mekah karena serangan jantung.
  15. Slamet Tarni Achad (62), calon haji asal Ploso Kandang, Tulungagung, Jawa Timur, meninggal dunia di Mekah karena gangguan saluran pencernaan.
  16. Risda Yarni Muhammad Rasyid (47) dari embarkasi Batam kloter 6, meninggal dunia di pemondokan, Madinah.
  17. Siti Aminah Janip Sain (53) jemaah haji dari kloter 11 Jakarta-Bekasi, meninggal dunia di pemondokan, Mekah, akibat serangan jantung.
  18. Imas Yuhana Misbah dari Embarkasi Jakarta-Bekasi atau JKS 3 berumur 61 tahun, meninggal dunia di Mekah karena terkena serangan jantung.
  19. Ilyas Muhammad Jasa dari embarkasi Batam atau BTH 8, meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah. Ilyas meninggal dunia dalam umur 64 tahun.
  20. Ramlah Abdul Jalil Silalahi (69) asal embarkasi Medan atau MES 8, meninggal dunia di pemondokan saat mengikuti rangkaian ibadah Arbain di Madinah.
  21. Dahlia Hanum Nasution (60), berasal dari Embarkasih Medan kloter 5 (MES 5), meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi akibat serangan jantung.
  22. Jembar Untung Semo (61), berasal dari Embarkasih Surabaya kloter 18 (SUB 18), meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat gangguan pernafasan.
  23. Suyahtri Kasmi Tohjoyo (51) tahun, berasal dari Embarkasih Surabaya Kloter 7 (SUB 7), meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) karena serangan jantung.
  24. Dadang Iskandar Empan (65) dari Jakarta kloter 35 (JKS 35, meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) akibat serangan jantung.
  25. Nasiman Mochamad Sahlan (65), kloter 46 Solo (SOC 46), meninggal dunia di pemondokan karena ada pendarahan dalam tubuhnya.
  26. Ida Rosika P binti Maradaman HSB (78), kloter 007 embarkasi Medan, meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.
  27. Razali Haka bin Abdul Karim (82), 016 Batam, meninggal dunia di Masjid Mekah karena serangan jantung.
  28. Kusno bin Kadari Mursadi (75), kloter 041 embarkasi Surabaya meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan saluran pencernaan.
  29. Utami binti Kasan Kasti (46) kloter 040 Jakarta-Bekasi (JK 040) meninggal dunia Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah, karena gangguan pernapasan.
  30. Bedjo Al Juwahir bin Poncokromo (73), kloter 5 Embarkasi Surabaya (SUB 05) meninggal dunia di pemondokan Makkah karena serangan jantung.
  31. Sumaryam (62), kloter 53 Embarkasi Surabaya (SUB 53), meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.
  32. Emdenis bin Mukhtarudin (60) dari kloter 16 Embarkasi Padang (PDG 16), meninggal dunia di pemondokan Mekah karena gangguan pernapasan.
  33. Purni binti Pungut Minan (65), kloter 023 Jakarta meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena serangan jantung
  34. Iyah binti Saari Ili (50) kloter 040 embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 040) meninggal dunia di pemondokan Madinah karena serangan jantung.
  35. Solikhin bin Mursidik Dipawikrama (60) kloter 046 embarkasi Solo meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan pernapasan
  36. Sutomo bib H Sosro Harsono (83) kloter 022 Jakarta-Bekasi meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Mekah akibat tumor ganas.
  37. Enung binti Renung Ukin (79), kloter 003 Jakarta (JKG 003), meninggal dunia di pemondokan mekah karena gangguan pernapasan.
  38. Marzuki bin Abdur Rahmat (79), kloter 001 Palembang (PLM 001), meninggal dunia Sektor Mekah karena serangan jantung.
  39. Suwanah binti Hajemin Maridin (60), kloter 040 Jakarta (JKG 040). meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Ariport Jedah karena serangan jantung.
  40. Jakaria bin Jawas Pallo (54), dari kloter 015 Ujungpandang (UPG), meninggal dunia di Perjalanan menuju Mekah karena serangan jantung.
  41. Kaseri bin Kasan Dikromo (68), dari kloter 012 Surabaya (SUB 012), meninggal dunia di Sektor Mekah karena serangan jantung.
  42. Abdul Rahman bin Kelsabar (68), kloter 014 Ujungpandang (UPG 0014) meninggal dunia di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah karena gangguan saluran pernapasan.
  43. Sarfiddin bin Sahbuddin Muhammad (65) dari kloter 004 Batam (BTH 004) meninggal dunia di pemondokan mekah karena gangguan saluran pernapasan.
  44. Dasinah Sartam (78) dari kloter 026 Jakarta (JKG 026) meninggal di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah akibat serangan jantung.
  45. Taib Hrun Abu Bakar (65) dari kloter 001 Batam (BTH 001) meninggal di Kliinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekah akibat serangan jantung.
  46. Rohijah binti Adi Sunardi (49) kloter 046 Jakarta – Bekasi (JKS 016) meninggal di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Mekah karena serangan jantung.
Sejarah Haji dan Umroh

Sejarah Haji dan Umroh

Sejarah Haji dan Umroh – Kata sejarah diambil dari Bahasa Arab, “syajaratun” yang berarti pohon. Secara istilah, sejarah berarti gambaran sebuah pertumbuhan peradaban manusia dengan perlambangan ‘pohon’ yang tumbuh bermula dari biji kemudian menjadi pohon yang lebat rindang dan berkesinambungan. Haji secara bahasa berarti menuju ke suatu tempat. Namun secara syariat mengacu pada ziarah tahunan umat Islam ke Mekkah dengan maksud tertentu untuk melakukan ritual keagamaan diwaktu tertentu pula sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Sejarah berkaitan erta dengan perubahan. Sejarah haji dalam Islam bermula dari ribuan tahun lalu. Pada masa Nabi Ibrahim as (1861-1686 SM), yang merupakan keturunan Sam bin Nuh as (3900-2900 SM). Literatur dalam Islam menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim lahir di Urkasdim, kota penting di Mesopoyamia kemudian beliau berdiam pada sebuah lembah di negeri Syam. Ketika sampai berusia senja beliau belum juga diberikan keturunan, Sarah (istri Nabi Ibrahim) merasa sedih dan meminta Ibrahim menikahi Hajar. Allah SWT mengkaruniai seorang putra bernama Ismail dari Ibrahim dan Hajar. Sarah tidak mampu memedam rasa pilu hatinya karena tidak mendapatkan keturunan sepanjang perkawinannya dengan Nabi Ibrahim as.

Nabi Ibrahim kemudian mengaduka permasalahannya kepada Allah SWT. Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk membawa Ismail bersama Hajar menjauh dari Sarah. Kemudian malaikat Jibril turun dan membawa kendaraan cepat dan membawa Nabi Ibrahim beserta anak dan istrinya Hajar. Tempat tujuan dari perjalanan tersebut adalah Mekkah. Setibanya di Mekkah, Jibril menurukan mereka di posisi Ka’bah. Selanjutnya Nabi Ibrahim as bermaksud pulang kembali ke negeri Syam menemui Sarah. Hajar merasa sedih akan ditinggal oleh suaminya. Lalu Ibrahim beranjak pergi meninggalkan Hajar dan Ismail. Sehingga sampai ke bukit Kuday yang mempunyai lembah, Ibrahim berhenti sejenak dan melihat kepada keluarga yang ditinggalkannya. Ibrahim lalu berdoa, seperti yang diabadikan di dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 37, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, agar merek bersyukur”.

Setelah Ibrahim pergi, tinggallah Hajar bersama bayinya, Ismail. Ketika sinar matahari mulai menyengat, bayi Ismail menangis kehausan. Hajar pun panik mencari air. Awalnya Hajar naik ke bukit Safa tapi tidak menemukan setetes air. Lalu Hajar pergi lagi ke bukit Marwa dan disana pun Hajar tidak menemukan setetes air. Hajar panik dan sedikit putus asa, sehingga ia tidak menyadari telah tujuh kali berlalri bolak-balik antara bukit Safa dan Marwa. Namun Hajar tetap tidak menemukan air. Akhirnya dari bukit Marwa, Hajar melihat ke arah Ismail. Dia heran bayinya tiba-tiba berhenti menangis. Dia pun melihat air mengalir dari bawah kaki Ismail. Hajar berlari menuju tempat bayinya dan berusaha menggali pasir, serta membendung airnya sambil melafazkan kalimat ”Zam…Zam”. Sejak saat itu hingga sekarang, mata air tersebut dikenal seluruh penjuru dunia dengan sebutan sumur “Zam – Zam”.

Sumur Zam-Zam

Tiga hari kemudian, Nabi Ibrahim as datang meilhat kondisi anak dan istrinya. Hajar meminta izin kepada Ibrahim agar dapat bertetangga dengan Kabillah Jurhum yang beberapa hari yang lalu lewat di sekitar tempat itu dan meminta izin untuk tinggal berseberangan dengan Hajar. Nabi Ibrahim memberikn izin. Pada kesempatan berziarah selanjutnya, Ibrahim menyaksikan tempat itu sudah ramai oleh keturunan bangsa Jurhum. Ibrahim sangat senang melihat perkembangan itu.

Diusia remajanya, Ismail diperintahkah oleh Allah untuk membantu Ibrahim membangun Ka’bah. Kemudian ayah dan anak itu bekerja membangun Ka’bah sampai ketinggian tujuh hasta. Lalu Jibril menunjukan kepada mereka posisi “Hajar Aswad”. Ketika selesai pembangunan Ka’bah, Ibrahim dan Ismail melakukan ibadah Haji. Pada tanggal 8 Dzulhijah, Jibril turun menemui dan menyampaikan pesan kepada Ibrahim agar Ibrahim mendistribusikan air  Zam Zam ke beberapa tempat seperti Mina dan Arafah. Sejak saat itu, kaum Muslimin melaksanakan ritual Haji untuk berziarah ke Ka’bah setiap tahunya.

Demikian sedikit ulasan mengenahi sejarah awal haji dan umroh. Semoga bermanfaat.

×