Doa ? Doa Saat Berhaji (2)

Doa – Doa Saat Berhaji (2) – Setelah sebelumnya pernah dibahas mengenai bacaan doa-doa ketika menunaikan ibadah haji dari mulai berangkat Safar hingga Sa’I, pada artikel ini akan diulas mengenai doa-doa ketika berada di Padang Arafah, melempar Jumroh, hingga saat penyembelihan hewan Qurban.

  1. Doa Ketika berada di Muzdalifah

Berdasarkan hadist HR.Muslim, pada saat berada di Muzdalifah, dianjurkan membaca Takbir, Tahlil, dan Tauhid.

“Rasulullah SAW nai unta bernama Al-Qaswa hingga di Masy’ari Haram, lalu beliau menghadap kiblat, berdoa, membaca takbir dan tahlil serta kalimat tauhid. Beliau terus berdoa hingga fajar menyingsing. Kemudian beliau berangkat (ke Mina) sebelum matahari terbit”. (HR. Muslim)

  1. Doa Saat Melempar Jumroh Kubra

“Allah Maha Besar”

Bacaan tersebut dilakukan setiap kali melontarkan kerikil di Jumroh Aqobah (Kubra) hingga 7 kerikil habis. Setelah itu Talbiyah Haji dihentikan.

  1. Doa Saat Menyembelih Hewan Qurban

“Dengan menyebut Nama Allah, Allah Maha Besar. Ya Allah sesungguhnya (sembelihan ) ini dari Engkau dan untuk Engkau, Ya Allah Terimalah dariku”.

Penyembelihan hewan Qurban dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijjah atau sering disebut dengan Hari Nahr. Dan diperkenankan pula untuk menyembelih pada hari Tasyriq (pada tanggal 11 – 13 Dzulhijjah).

  1. Doa Ketika Melempar Jumroh pada Hari Tasyriq

Pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah atau sering disebut dengan hari Tasyriq, diperkenankan pula untuk melakukan lempar jumroh kembali, dengan ketentuan dan urutan sebagai berikut.

  1. Melempar 7 kerikil disertai dengan seruan Takbir pada setiap lemparan di Jumrah Ula.
  2. Melempar 7 kerikil disertai dengan seruan Takbir pada setiap lemparan di Jumrah Wustha.
  3. Melempar 7 kerikil disertai dengan seruan Takbir pada setiap lemparan di Jumrah Aqobah

Adapun adab ketika selesai melempar jumroh.

  1. Setelah melempar jumroh Ula, berdiri di samping kanan tempat melempar jumroh, lalu menghadap kiblat dengan mengangkat kedua telapak tangan kemudian membaca doa sebanyak-banyaknya dan sepanjang-panjangnya.
  2. Setelah melempar jumroh Wustha, berdiri di samping kiri tempat melempar jumroh, lalu menghadap kiblat dengan mengangkat kedua telapak tangan kemudian membaca doa sebanyak-banyaknya dan sepanjang-panjangnya.
  3. Setelah melempar jumroh Aqobah, tidak perlu berdiri disampingnya lalu berdoa karena Rasulullah tidak melakukan itu.

 

Adapun ketentuan waktu yang anjurkan untuk melakukan pelemparan jumroh.


عَنْ جَابِرٍ قَالَ: رَأَيْتُ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْمِى اَلْجَمْرَةَ ضُحًى يَوْمَ النَّحْرِ وَحْدَهُ وَرَمَى بَعْدَ ذَلِكَ بَعْدَ زَوَالالشَّمْسِ -رواه مسلمِ

Jabir berkata : Aku melihat Rasulallah shallallahu’alaihi wa sallam melontar satu jumroh pada waktu dhuha di hari Nahr. Dan sesudah itu hari-hari berikutnya (tanggal 11 – 13 Dzulhijjah / Hari Tasyriq) beliau melempar setelah tergelincir matahari. (HR. Muslim)

Yang dimaksud pada hadist diatas, pelemparan Jumrah Aqobah (Kubra) dilakukan tanggal 10 Dzulhijjah yakni pada waktu dhuha, sedangkan waktu yang diutamakan adalah dari dhuha hingga terbenamnya matahari. Sedangkan pada hari Tasyriq, pelemparan jumrah Sughro maupun Kubra sebaiknya dilakukan setelah tergelincir matahari (zawal), yaitu saat matahari lebih condong kebarat atau setelah dzuhur.

Beberapa ulama berpendapat bahwa pelemparan jumroh pada hari Tasyriq setelah zawal adalah mutlak. Namun menurut Imam Rafi, pendapat tersebut lemah. Rasulallah tidak pernah melempar jummroh pada hari Tasyriq sebelum zawal, namun beliau juga tidak memberikan larangan untuk melempar jumroh sejak setelah fajar.


وَجَزَمَ الرَّافِعِيُّ بِجَوَازِهِ قَبْلَ الزَّوَالِ كَاْلإِمَامِ ضَعِيْفٌ وَإِنْ اعْتَمَدَهُ اْلإسْنَوِيُّ وَزَعَمَ أَنَّهُ الْمَعْرُوْفُ مَذْهَبًا وَعَلَيْهِ فَيَنْبَغِي جَوَازُهُ مِنَ الْفَجْرِ

Artinya: Al-Rafi’i menetapkan, boleh melempar jumrah (pada hari Tasyriq) sebelum zawal (zhuhur) seperti pendapat al-Imam. Ini pendapat yang lemah, walaupun menjadi pegangan al-Isnawi yang menyatakan bahwa pendapat tersebut adalah pendapat yang ma’ruf (dikenal) dalam mazhab (al-Syafi’iyah). Karenanya (qaul dla’if), seyogyanya diperbolehkan melempar jumrah itu sejak terbit fajar (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj bi Syarh al-Minhaj pada hamisy Hasyiah al-Syirwani, Mesir: al-Tijariah al-Kubra, Juz IV, hal. 138).

Demikian ulasan mengenai doa saat berhaji mulai dari muzdhalifah hingga selesai melempar jumroh. Untuk mengetahui doa-doa haji lainnya dapat kunjungi “Doa-Doa Berhaji (1)”. Semoga bermanfaat.

 

 

Doa ? Doa Saat Berhaji (1)

Doa ? Doa Saat Berhaji (1)

Doa – Doa Saat Berhaji (1) – Ibadah haji merupakan ibadah yang paling dinantikan setiap umat muslim karena tidak semua orang memiliki kesempatan dan mampu untuk melakukannya. Bagi umat muslim yang belum mampu untuk menunaikan ibadah haji, maka tidak diwajibkan baginya untuk berhaji. Dalam menunaikan ibadah haji, terdapat beberapa rangkaian yang harus dikerjakan dan tentunya setiap rangkaian memiliki aturan dan diawali dengan doa. Berikut beberapa kutipan doa – doa yang digunakan saat melakukan rangkaian berhaji.

  1. Doa Berangkat Safar

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Maha Suci Tuhan yang menundukkan kendaraan ini untuk kami, sedang sebelumnya kami tidak mampu. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami (di hari Kiamat). Ya Allah! Sesungguhnya kami mohon perbuatan yang meridhakan-Mu. Ya Allah! Permudahlah perjalanan kami ini, dan dekatkan jarak bagi kami. Ya Allah! Engkau teman dalam berpergian dan yang mengurusi keluarga(ku). Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keleahan dalam berpergian, pemandangan yang menyedihkan dan perubahan yang jelek dalam harta dan keluarga.” (HR. Muslim)

  1. Bacaan Niat Haji

“Kupenuhi Panggilan-Mu ya Allah untuk Haji”

  1. Bacaan Talbiyah

“Aku datag memenuhi panggilan-Mu ya Allah, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, Aku datang memenuhi penggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Aku datang memenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, nikmat dan segenap kekuasaan milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu”

Bacaan talbiyah dilakukan secara terus menerus selama berhaji dan dihentikan setelah melempar Jumroh Aqobah (Kubro). Dan diijinkan pula menambahkan bacaan tahlil.

  1. Doa Masuk Masjid

“Ya Allah berilah shalawat dan salam atas Muhammad, Ya Allah bukakan bagiku pintu-pintu rahmat-Mu”.

  1. Doa Saat Melihat Ka’bah

“Ya Allah Engkaulah keselamatan, dari-Mu lah keselamatan, maka hidupkanlah kami dengan penuh kesejahteraan wahai Rabb kami”. (riwayat Umar bin Khattab ra)

  1. Doa Memulai Thawaf

“Dengan Nama Allah dan Allah Maha Besar”

Doa ini berlaku pada’rukun’ Hajar Aswad, sebelum meyentuh, atau mencium Hajar Aswad.

  1. Doa Saat Menuju Maqam Ibrahim

“Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat Shalat” (QS: Al – Baqarah:125)

  1. Bacaan Sholat di belakang Maqam Ibrahim

Saat menunaikan ibadah haji khususnya setelah melakukan Thawaf, disunnahkan untuk melakukan sholat di belakang Maqam Ibrahim sebleum menuju bukit Safaa – Marwa. Adapun adab khusus dalam melakukan shalat Sunnah yaitu setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama dilanjutkan dengan membaca surah Al – Kafirun, sedangkan pada rakaat kedua membaca surah Al – Ikhlas.

  1. Doa Menuju Bukit Safaa – Marwa

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Bitullah atau ber-umrah maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan berangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al – Baqarah: 125)

Lalu dilanjutkan membaca

“Aku memulai dengan apa yang Allah memulai darinya”

  1. Doa Ketika Berada di Bukit Shafaa dan Marwa

“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan tiada sekutu baginya, baginya segenap kerajaan dan segala pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Mampu atas segala sesuatu, tiada Tuhan selain Allah semata dan tidak ada sekutu baginya, Dia memenuhi janji-Nya, Dia membela Hamba-Nya dan Ia kalahkan sendiri musuh-musuh-Nya”.

Doa tersebut dibaca sebanyak 3 kali dalam satu kali berdoa dan diselingi dengan dzikir. Urutan yang dimaksud adalah dzikir – doa – dzikir – doa – dzikir.

  1. Doa Saat Melakukan Sa’i

“Ya Rabb, ampunilah dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Mulia.(Ibnu Mas’ud ra)

  1. Doa Saat Keluar Masjid

“Dengan Nama Allah, semoga shalawa dan salam terlimpahkan kepada Rasulullah. Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu. Ya Allah, peliharalah aku dari godaan setan yang terkutuk.”(Riwayat Ibnu Majah)

Demikian beberapa doa yang dibaca saat memulai ibadah haji hingga selesai Sa’i pada artikel ini. Untuk kelanjutan doa-doa hingga rangkaian ibadah haji selesai dapat kunjungi artikel “Doa – Doa Saat Berhaji (2)”. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah untuk kita semua 🙂 .

×