Satu Hari Menjelang Pemberhentian Bus Shalawat

Satu Hari Menjelang Pemberhentian Bus Shalawat

Satu Hari Menjelang Pemberhentian Bus Shalawat – Tinggal dalam hitungan hari bus shalawat akan berhenti beroperasi. Bus yang disediakan sebagai sarana prasarana transportasi di Mekah ini sudah mendekati tanggal terakhir pengoperasian yakni pada Selasa 26 September 2017 mendatang.

Bus Shalawat Menurunkan Jemaah Haji Indonesia (kemenag.go.id)

Bus shalawat merupakan bus yang mengantar jemput jemaah haji dari  hotel menuju Masjidil Haram selama musim haji. Bus shalawat telah dioperasikan sejak 6 Agustus 2017 lalu. Menurut Kepala Bidang Transportasi Subhan Cholid yang bertanggungjawab mengurus perihal sarana transportasi jemaah haji Indonesia selama menunaikan ibadah haji di Arab Saudi mengatakan bahwa bus shalawat telah dijadwalkan beroperasi pada 22 hari sebelum puncak haji di Armina dan 22 hari pasca Armina. Bus shalawat sendiri setiap harinya melakukan operasi 24 jam.

Bus shalawat diberhentikan pada Rabu (27/09) mendatang sesuai dengan jadwal keberangkatan terakhir jemaah haji menuju Madinah. Hingga hari ini, layanan bus shalawat tetap beroperasi walaupun sudah tampak lenggang. Bahkan pada saat subuh, bus shalawat tetap berjalan sesuai dengan jadwalnya untuk melayani jemaah haji Indonesia yang melakukan ibadah di Masjidil Haram. Petugas halte tetap berjaga seperti biasanya.

Cholid menambahkan bahwa saat ini terdapat lokasi yang masih dilayani oleh bus shalawat yaitu Aziziyah Janubiyah, Aziziyah Syimaliyah 2, Mahbas Jin, Syisyah, Syisyah Raudhah, Syisyah 1, Syisyah 2, Raudhah, Jarwal / Biban, dan Misfalah. Total keseluran jemaah yang masih dilayani bus shalawat adalah sebanyak 11.947 jemaah. Wilayah lainnya sudah kosong dikarenakan jemaah sudah diberangkatkan ke Madinah atau ke Jeddah untuk dipulangkan ke Tanah Air. Walaupun semakin hari, jemaah haji Indonesia yang menggunakan layanan bus shalawat berkurang, bus ini tetap akan beroperasi hingga semua jemaah sudah diberangkatkan beranjak dari Mekah.

Bus Shalawat (kemenag.go.id)

Pada awal pengoperasiannya hingga saat ini, bus shalawat telah memberikan kemudahan kepada jemaah haji Indonesia sehingga dapat dengan mudah mengunjungi Masjidil Haram. Terdapat 46 halte yang disediakan untuk melakukan penjemputan dari hotel menuju Masjidil Haram melalui tiga terminal yaitu terminal Jiad, Syib Amir, dan Bab Ali. Kurang lebih sebanyak 176.226 jemaah haji Indonesia telah memanfaatkan layanan bus shalawat ini.

Jumlah armada bus shalawat yang disediakan menyesuaikan dengan jumlah jemaah haji yang akan dilayani, sehingga pada waktu mendekati puncak haji dan beberapa hari setelahnya, jumlah armada yang dioperasikan lebih banyak dibandingkan saat ini. Pada puncak haji lalu, armada bus shalawat yang disediakan dan beroperasi mencapai 352 bus. Semua pengoperasian berjalan dengan lancar dan tidak terdapat masalah berarti berkat kerja keras seluruh petugas yang bertugas siang dan malam. Sekitar 175 orang petugas diberi tanggungjawab dalam menangani layanan bus shalawat ini termasuk siap siaga selama 24 jam bergantian.

Bus Shalawat Menaikkan Jemaah Haji Indonesia (kemenag.go.id)

Cholid mengimbuhkan bahwa panitia seksi transportasi memang memiliki tanggungjawab ekstra, walaupun cuaca terik menyengat dan kelelahan tidak memutuskan niat untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh jemaah haji Indonesia pada musim haji 1438 H ini.

Jemaah Menyelundupkan Air Zamzam Berkurang Setelah Tayangan Berita

Jemaah Menyelundupkan Air Zamzam Berkurang Setelah Tayangan Berita

Sudah menginjak hari kesembilan sejak gelombang pertama jemaah haji dipulangkan ke Tanah Air melalui Jeddah. Selama itu pula banyak ditemui kasus tentang koper jemaah haji yang dibongkar saat berada di Bandara King Abdul Aziz.

Bukan menjadi berita yang mengherankan jika jemaah haji berupaya untuk membawa Air Zamzam ke kampung halaman. Sebenarnya jemaah haji memiliki bagian masing – masing Air Zamzam yang akan di bagikan setibanya di Indonesia yaitu sebanyak 5 liter per orang. Namun jumlah itu dirasa masih kurang bagi sebagian jemaah haji. Alhasil mereka yang merasa bagiannya kurang banyak, mencoba memberanikan diri dengan cara meyelundupkan Air Zamzam di dalam kopernya.

Berbagai bentuk cara untuk mengelabui petugas dilakukan. Sebagian besar telah menyembunyikan botol – botol berisi Air Zamzam pada lipatan baju, sajadah, dan bercampur dengan barang – barang lain di dalam koper guna mengelabuhi petugas bandara. Namun hal yang tidak disadari oleh jemaah adalah screening yang dilakukan adalah menggunakan X-ray, sehingga cairan dalam jumlah besar akan terlihat pada monitor pengawas. Koper yang telah diidentifikasi terdapat Air Zamzam dilakukan pembongkaran oleh petugas dan tentu saja Air Zamzam tersebut akan disita. Selain menghambat antrian, disisi jemaah haji pun hal ini menjadi lebih merepotkan karena isian koper akan menjadi berantakan.

Adanya larangan pembawaan Air Zamzam ini bukan tanpa sebab. Peraturan penerbangan telah menetapkan batasan cairan yang boleh dibawa serta saat melakukan penerbangan. Hal ini mengacu pada rekomendasi International Civil  Aviation Organization (ICAO) pada 2006 lalu mengenai potensi tindak kejahatan dan terorisme menggunakan liquid (cairan), aerosol, dan gel (jel) yang disingkat LAG. Oleh sebab itu untuk menjaga keamanan penerbangan, diberlakukan aturan ketat yang tidak memperbolehkan cairan dalam jumlah banyak masuk dalam pesawat. Batas cairan maksimum yang dapat disertakan adalah 100 ml saja. Disamping itu, untuk wadah penyimpanan  (container) yang digunakan juga maksimum 100 ml.

Mengingat banyaknya pelanggaran penyelundupan Air Zamzam yang dilakukan jemaah haji Indonesia, pihak petugas perlindungan jemaah (linjam) tidak bosan – bosannya memberikan pengarahan dan sosialisasi kepada jemaah yang masih berada di Arab Saudi. Namun upaya tersebut masih belum efektif karena masih banyak temuan jemaah yang dibongkar kopernya saat pengecekan melalui X-ray.

Beberapa hari belakangan ini masih ditemui kasus seperti itu namun sudah sangat berkurang. Menurut penuturan Rimsyahtono linjam sektor 11, penurunan kasus tersebut dipengaruhi oleh tayangan televisi. Beberapa hari telah dikabarkan melalui televisi mengenai pembongkaran koper dan screening menggunakan X-ray. Disamping itu, sebagian jemaah mengaku mendapatkan broadcast melalui sosial media mengenai hal tersebut sehingga mereka lebih memilih sesuai aturan daripada memaksakan diri menyelundupkan Air Zamzam kedalam koper.

Rimsyahtono menambahkan bahwa sosialisasi visual dirasa lebih efektif dan tepat sasaran dibandingkan sosialisasi konvensional yang selama ini diterapkan. Pasalnya pihak panitia telah berulang kali memperingatkan namun banyak yang tidak mengindahkan larangan tersebut.

Diharapkan setelah beredarnya video pembongkaran koper jemaah haji Indonesia dapat memberikan pelajaran dan peringatan bagi jemaah yang masih di Arab Saudi. Karena melanggar aturan akan menyusahkan jemaah haji sendiri dan tidak mendapatkan manfaat apapun.

Skema Tanazul Sudah Dijalankan, Tiga Jemaah Gagal Kembali Ke Tanah Air

Skema Tanazul Sudah Dijalankan, Tiga Jemaah Gagal Kembali Ke Tanah Air

Menindaklanjuti banyaknya jemaah haji yang memiliki masalah medis, skema tanazul mulai dijalankan. Tanazul merupakan  skema pemulangan jemaah haji yang tidak bersama dengan jadwal kepulangan kloter jemaah haji tersebut.

Skema tanazul dikhususkan bagi jemaah haji yang telah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan sudah memiliki kondisi membaik. Jemaah haji yang memiliki masalah medis di KKHI dan kondisi kesehatannya memenuhi persyaratan penerbangan akan di pulangkan ke Tanah Air. Skema ini bertujuan untuk mempercepat jadwal pemulangan jemaah haji sesuai dengan kondisi kesehatannya, mengingat perjalanan dari Arab Saudi menuju Indonesia juga memerlukan waktu cukup lama.

Adapun syarat lainnya yang diperbolehkan untuk menggunakan kursi tanazul adalah jemaah haji yang dipulangkan tersebut akan pulang bersama dengan kloter lain dari embarkasi yang sama. Jika lintas embarkasi masih tidak diperbolehkan. Selain itu, untuk jemaah haji dengan kondisi yang sudah membaik akan dikembalikan ke kloter semula agar dapat kembali ke Indonesia bersama dengan kloter aslinya.

Hingga Selasa 12 September 2017 pada database KKHI tercatat sekitar 49 orang pasien laki-laki dirawat di ruang isolasi, 44 orang pasien perempuan di rawat di ruang isolasi, 31 orang di rawat di ICU plus intermediate, 146 orang di IGD, dan 20 orang di bagian psikiatri atau gangguan kejiwaan yang seluruhnya masih di rawat di KKHI.  Diluar catatan tersebut, Kepala Sub Bagian Humas KKHI dr. Ayesha menambahkan bahwa masih terdapat 149 jemaah haji yang dilarikan ke RS Arab Saudi untuk mendapatkan penanganan lebih. Hingga saat ini jumlah jemaah haji yang telah meninggal dan keluar Certificate of Death (COD) di Mekah sebanyak 328 jemaah.

Sebagian besar pasien KKHI merupakan jemaah lansia yang telah memiliki riwayat sakit sejak sebelum berangkat ke Tanah Suci. Salah satu penanggungjawab medis di KKHI Mekah, dr. Nirwan mengatakan bahwa kursi penerbangan tanazul tidak dipungut biaya karena sudah termasuk dalam kontrak dengan maskapai penerbangan, sedangkan untuk jumlah kursinya kurang lebih 85 orang. Setidaknya sdah 10 tim yang telah diberangkatkan ke Jeddah untuk tanazul dimana setiap tim terdapat 2 – 3 jemaah. Semua bergatung pada kondisi jemaah, seperti pada Selasa lalu terdapat jemaah haji yang masih di KKHI Mekah sedangkan kloternya sudah berangkat menuju Madinah. “Jemaah tersebut akan kita rawat dahulu hingga membaik dan akan kami lakukan evakuasi ke Madinah” imbuh Nirwan.

Pasien tanazul yang diberangkatkan pada Rabu (13/09) lalu ke Jeddah dikabarkan gagal dipulangkan ke Indonesia. Pasalnya, kondisi tiga jemaah tersebut tiba – tiba menurun sesampainya di Jeddah. Sebelum diberangkatkan, ketiganya memiliki kondisi membaik selama dirawat di KKHI Mekah sehingga tiga jemaah tersebut rencana ditanazulkan. Karena kondisi yang tidak memungkinkan dan tidak memenuhi syarat keselamatan penerbangan, alhasil ketiganya dibawa kembali ke KKHI Mekah.

Rencananya pada tanggal 25 September 2017 mendatang KKHI Mekah sudah tidak beroperasional lagi, dengan harapan seluruh jemaah sudah dapat dipulangkan ke Tanah Air . Tim medis KKHI menghimbau kepada seluruh jemaah haji yang masih di Arab Saudi untuk menjaga kondisi fisik maupun mental. Setelah rangkaian puncak haji yang menguras energi, diharapkan para jemaah untuk banyak minum dan atur pola makan tepat waktu karena kondisi tubuh sudah mulai menurun.

Gelombang II Beranjak Ke Madinah

Gelombang II Beranjak Ke Madinah

Hari Selasa pekan ini (12/09) jemaah haji gelombang II telah beranjak dari Mekah menuju Madinah. Jemaah akan bermalam disekitar lokai Masjid Nabawi. Sebanyak 16 kloter jemaah haji Indonesia yang bergabung dalam rombongan gelombang II ini.

Terdapat perbedaan antara jemaah haji gelombang I yang dipulangkan melalui Jeddah, jemaah haji gelombang II ini dipulangkan melalui Madinah dengan waktu tinggal di Madinah sendiri cukup lama yakni mencapai 8 – 9 hari. Bagi kloter yang tergabung dalam gelombang II ini mendapatkan jadwal tambahan yaitu ibadah Arbain di Masjid Nabawi. Ibadah Arbain merupakan ibadah sholat berjamaah 40 waktu di Masjid Nabawi.

Amin Handoyo, Kepala Daker Madinah menghimbau kepada jemaah untuk selalu berpergian beregu selama menjalankan ibadah Arbain. Besarnya Masjid Nabawi, ditambah dengan ramainya suasana pasca puncak haji ini akan berpotensi menyesatkan arah jemaah. Terdapat kemungkinan jemaah terpisah dari rombongan, sehinga perlu untuk saling mengingatkan. Adapun ibadah Arbain yang sudah dijadwalkan membuat pengaturan jadwal keberangkatan dari Mekah hingga persiapan pulang ke Tanah Air harus tepat waktu.

Amin juga mengingatkan jemaah haji untuk lebih sering minum air, karena cuaca di Madinah cukup panas yaitu mencapai 38 – 43 derajat Celcius dengan kondisi kelembaban 2%. Jangan menunggu haus, melainkan sesering mungkin mengkonsumsi air mineral karena dikhawatirkan jemaah mengalami dehidrasi.

Disamping hal tersebut, jemaah diminta untuk membawa kantong yang digunakan untuk menyimpan alas kaki dan turut dibawa masuk kedalam Masjid Nabawi. Fasilitas di Masjid Nabawi yang dilengkapi rak sepatu pada bagian pilar – pilar di dalam masjid memungkinkan jemaah untuk meletakkan alas kaki tidak jauh di sekitar tempat jemaah sholat. Namun harus di masukkan kedalam kantong terlebi dahulu untuk tetap menjaga kebersihan dan kesucian tempat sholat.

Pada jadwal kepulangan gelombang II pekan depan, jemaah juga harus tepat waktu mengingat diberlakukan jam check out dari hotel adalah 4 – 5 jam sebelum jam penerbangan. Oleh sebab itu, bagi jemaah gelombang II wajib mengikuti jadwal yang sudah ditentukan secara tepat waktu.

Keenam belas kloter jemaah haji yang diberangkatkan ke Madinah hari ini antara lain sebagai berikut.

  1. Embarkasi Surabaya 44 (SUB 044)
  2. Embarkasi Surabaya 45 (SUB 045)
  3. Embarkasi Surabaya 46 (SUB 046)
  4. Embarkasi Solo 48 (SOC 048)
  5. Embarkasi Solo 49 (SOC 049)
  6. Embarkasi Solo 50 (SOC 050)
  7. Embarkasi Solo 51 (SOC 051)
  8. Embarkasi Jakarta – Bekasi 48 (JKS 048)
  9. Embarkasi Jakarta – Bekasi 49 (JKS 049)
  10. Embarkasi Jakarta – Bekasi 50 (JKS 050)
  11. Embarkasi Jakarta – Bekasi 51 (JKS 051)
  12. Embarkasi Batam 14 (BTH 014)
  13. Embarkasi Palembang 09 (PLM 09)
  14. Embarkasi Jakarta – Pondok Gede 30 (JKG 030)
  15. Embarkasi Padang 14 (PDG 014)
  16. Embarkasi Lombok 01 (LOP 001)
Larangan Memasukkan Air Zamzam dalam Koper, Jemaah Harus Patuhi Ketentuan Penimbangan Barang

Larangan Memasukkan Air Zamzam dalam Koper, Jemaah Harus Patuhi Ketentuan Penimbangan Barang

Pada Rabu 6 September 2017 kemri, gelombang pertama jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Jeddah untuk proses pemulangan ke Tanah Air. Penimbangan koper telah dilakukan sejak dua hari belakangan ini. Pada masa penimbangan tersebut masih ditemukan jemaah yang membawa air Zamzam didalam koper. Pengecekan dilakukan menggunakan X-ray di bandara menyebabkan koper yang terindikasi terdapat air Zamzam terpaksa dibongkar. Pembongkaran koper – koper jemaah haji tersebut berakibat pada menumpuknya antrian pada proses pengecekan bagasi. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri karena dapat berdampak terhadap jadwal penerbangan pesawat.

Jemaah telah mendapatkan penyuluhan terkait pembawaan air Zamzam, bahkan penyuluhan tersebut telah dilakukan sejak jemaah haji masih berada di Tanah Air. Namun pada kenyataannya masih banyak jemaah haji yang tidak mempedulikan larangan tersebut dan tetap memasukkan air Zamzam kedalam koper. Atas kejadian ini, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Nizar Ali menyampaikan bahwa pada kloter keberangkatan selanjutnya agar selalu diingatkan serta akan memastikan melalui screening dengan X-ray untuk proses identifikasi. Ia juga menambahkan jika terdapat koper positif identifikasi membawa air Zamzam akan segera dilakukan pembongkaran demi keselamatan penerbangan.

Nizar berharap jemaah menaati peraturan dan larangan yang telah disampaikan agar proses pengecekan bagasi tidak terhambat. Secara keseluruhan, jadwal pemulangan jemaah haji masih tepat waktu.

Jemaah haji yang telah dijadwalkan pulang pada gelombang pertama dinilai sudah memahami ketentuan penimbangan. Pasalnya, sebagian besar jemaah sudah mengerti kapasitas maksimum yang diperbolehkan untuk masing – masing koper yakni seberat 32 kg. Namun masih ada jemaah yang memiliki koper lebih dari batas yang diperbolehkan, sehingga petugas menghimbau untuk melakukan pengurangan kapasitas pada isi koper tersebut.

Jemaah haji Indonesia dinilai patuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan. Hal ini memudahkan panitia untuk melakukan tugasnya dan mengatur agar proses pemulangan sesuai jadwal serta lancar. Nasrullah Jasam, Kepala Daker Mekah, juga menghimbau kepada para jemaah haji untuk tidak membawa barang – barang yang dilarang seperti gunting kuku dan air Zamzam. Kalaupun gunting kuku tetap ingin dibawa pulang, beliau menambahkan untuk menyimpannya kedalam bagasi. Adapaun berat barang yang diijinkan masuk dalam kabin adalah 7 kg saja. Penimbangan barang bawaan dilakukan pada H-2 sebelum jadwal pemulangan.

×