Jumlah Jemaah Haji Wafat Meningkat, KKHI Tingkatkan Pelayanan Medis

Jumlah Jemaah Haji Wafat Meningkat, KKHI Tingkatkan Pelayanan Medis – Memasuki dua minggu sebelum puncak haji, jamaah haji Indonesia telah seluruhnya diberangkatkan ke Arab Saudi. Saat ini telah ada sebanyak 173.684 jemaah haji yang sudah berada di Mekah. Dalam dua hari terakhir, jumlah jemaah haji yang wafat di tanah suci bertambah 20 orang sehingga total jemaah haji yang wafat mencapai 66 orang pada Selasa (22 Agustus 2017). Masih pada indikasi yang sama, sebagian besar jamaah meninggal akibat serangan jantung dan gangguan pernapasan, sedangkan beberapa lainnya terdapat indikasi kanker dan gangguan peredaran darah.

 

Berikut nama – nama Jemaah haji yang telah wafat di tanah suci saat melakukan rangkaian ibadah haji.

  1. Surita Hartini binti Maserun (49), kloter 003 Banjarmasin (BDJ 003), meninggal dunia di RS. Arab Saudi (RSAS) Mekah dengan indikasi kanker.
  2. Amin bin Samin Muliha (60), kloter 030 Surabaya (SUB 030), meninggal dunia di RSAS Mekah karena infeksi.
  3. Abdul Hadi Santoso bin M Asnawi (68), kloter 025 Solo (SOC 025), meninggal dunia di RSAS Mekah karena serangan jantung.
  4. Syamsul Bahri bin Munaf (60), kloter 001 Padang (PDG 001), meninggal dunia di RSAS Mekah karena gangguang sirkulasi darah.
  5. Abdul Gani bin Abdul Hapid Tang (69), kloter 006 Balikpapan (BPN 006), meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.
  6. Yulianti bin Muhid Abdullah (75), kloter 001 Medan (MES 001), meninggal dunia di RSAS Madinah karena gangguang saluran pernapasan.
  7. Sumadi Marsajid bin Notosuyidno (80), haji khusus, meninggal dunia di RSAS Madinah karena gangguan saluran pernapasan.
  8. Marida Cecep binti Rengga (49), kloter 017 Ujungpandang (UPG 017), meninggal dunia di RSAS Mekah karena serangan jantung.
  9. Becce Mariani binti Bacco (47) dari kloter 010 Balikpapan (BPN 010), meninggal dunia di RSAS Mekah karena serangan jantung.
  10. Asiah binti Lukman Zainal Abidin (77), kloter 004 Palembang (PLM 004), meninggal dunia dipemondokan Mekah karena serangan jantung.
  11. Kardisah binti Wardi Yunus (67) dari kloter 019 solo (SOC 019), meninggal dunia di Masjid Mekah karena serangan jantung.
  12. Thantawi bin Drajat Hasbullah (73) dari kloter anjarmasin (BDJ 003) meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.
  13. Nasrap bin Asli Tarmono (77) dari kloter 031 Surabaya (SUB 031) meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.
  14. Dulpani bin Asmuni Bola (57) dari kloter 037 Surabaya (SUB 037) meninggal dunia di RSAS Mekah karena serangan jantung.
  15. Muhammad Sobri bin Syamsul Bahri (62) dari kloter 006 Jakarta (JKG 006) meninggal dunia di Mekah karena serangan jantung.
  16. Farikhin bin Masduki Jakariyah (78) dari kloter 006 Jakarta – Bekasi (JKS 006) meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.
  17. Jumra binti Umr Daeng Pawinru (75) dari kloter 022 Ujungpandang (UPG 022) meninggal dunia di RSAS Mekah karena serangan jantung.
  18. Nahin binti H Ral Tembun (77) dari kloter 011 Jakarta (JKG 011) meninggal dunia di RSAS Madinah karena serangan jantung.
  19. Uray Suarni binti Uray Hasanuddin dari kloter 013 Batam (BTH 013) meninggal dunia di RSAS Madinah karena gangguang saluran pernapasan.
  20. Andin Kadim bin Ukir Entjun (62) dari kloter 034 Surabaya (SUB 034) meninggal dunia di pemondokan Mekah karena serangan jantung.

Untuk daftar 46 jemaah wafat sebelumnya dapat dilihat pada daftar ini. Daftar nama Jemaah dapat dilihat melalui Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Semoga amal ibadah mereka diterima disisi Allah SWT. Amin.

Adapun upaya pemerintah dalam hal ini yaitu meningkatkan pelayanan medis di Mekah maupun di Madinah. Sampai hari ini, Rabu 23 Agustus 2017, jumlah pasien yang dievakuasi oleh petugas Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) terus meningkat. Untuk mengimbangi banyaknya pasien yang berdatangan, tim medis tidak memberlakukan hari libur pada musim haji tahun ini. Dalam sehari, terdapat kurang lebih 30 pasien yang harus ditangani oleh satu tenaga medis. Baik dokter, perawat, dan petugas medis lainnya bekerja 24 jam untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji Indonesia.

×