Pengertian dan Sunah Makan Sahur

by | Mar 18, 2024 | Info

Puasa Ramadan dianjurkan didahului dengan makan sahur. Lalu, kapan batas akhir makan sahur?

Selain sahur, istilah terkait yang banyak muncul pula waktu bulan Ramadan yaitu waktu imsak. Imsak dikenal sebagai pengingat bahwa waktu sahur akan selesai dan umumnya berjarak 10 menit dari azan Subuh.

Lantas, apakah imsak dapat disebut sebagai batas akhir makan sahur? Berikut penjelasannya.

Pengertian Sahur

Dikutip dari Memantaskan Diri Menyambut Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, secara bahasa As-Saharu berarti akhir waktu malam mendekati fajar atau Subuh.” Sedangkan as-sahuur atau as-suhuur berarti makanan atau minuman yang dimakan pada waktu makan sahur sebelum Subuh.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan sahur dapat dilakukan dengan memakan makanan atau meminum minuman, walaupun hanya dengan seteguk air. Abu Said al-Khudri meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda.

“Sahur itu mengandung berkah, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun salah seorang di antara kalian meneguk satu tegukan air karena Allah dan para malaikat-Nya mendoakan orang-orang yang sahur.” (HR Ahmad, diriwayatkan dalam Musnad Ahmad)

Sunnah Makan Sahur

Dikutip dari Memantaskan Diri Menyambut Ramadhan karya Abu Maryam Kautsar Amru, adapun amalan yang dianjurkan dilakukan ketika sahur yaitu:

  1. Banyak Berdoa

Waktu sahur merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa dan beristighfar pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Hal tersebut senada dengan salah satu hadits.

“Rabb kita tabaroka wa ta’ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman, ‘Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang beristighfar meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari no. 1145 dan Muslim no. 758)

  1. Membaca Al-Qur’an

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada Al-Muzzamil ayat 2-6 yang artinya,

“Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit daripadanya, (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. atau lebih dari seperdua itu. dan bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan. Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS. Al-Muzzammil: 2-6)

  1. Salat Malam

Jika telah melakukan salat Tarawih bersama imam hingga salat witir, maka boleh untuk menambah salat malam pada waktu sahur tanpa mengulangi salat witir.

  1. Menggabungkan Membaca Al-Qur’an dan Salat

Jika mampu, maka boleh menggabungkan membaca Al-Qur’an dan salat malam. Bahkan jika hafalannya tidak terlalu banyak, boleh salat malam sambil berdiri membaca mushaf Al-Qur’an.