Kondisi Mekah Pasca Musim Haji, Katering Sudah Berhenti dan Hujan Lebat Terjadi  – Pada Senin 18 September 2017 lalu Kota Mekah diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang. Hujan diperkirakan mulai terjadi pada pukul 16.40 waktu setempat. Hujan lebat tersebut berlangsung cukup lama hingga lebih dari 25 menit.

Mekah hujan

Setelah suhu panas menerpa Kota Mekah sejak awal September lalu, kali ini hujan lebat mulai terjadi. Sejak Senin sore hingga pukul 17.15, guyuran air hujan mulai reda. Selama hujan berlangsung, tiupan angin kencang turut serta mengiringi hingga menggoyahkan pepohonan di Kota Mekah. Kejadian tersebut tidak serta merta membuat jalanan Kota Mekah sepi, melainkan tetap ramai seperti biasanya.

Disisi lain pada hari yang sama, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Mekah telah mengumumkan penutupan layanan katering bagi jemaah haji. Pada hari Minggu (17/09) telah didistribusikan sebanyak 12.318 nasi kotak kepada jemaah haji yang masih tinggal di Mekah. Porsi tersebut didistribusikan untuk memenuhi layanan katering siang dan malam pada itu juga.

Jumlah keseluruhan layanan yang telah diberikan petugas PPIH kepada jamaah adalah 3.559.366 box nasi kotak yang telah didistribusikan kepada 499 kloter jemaah haji Indonesia. Pendistribusian juga dibagi menjadi dua gelombang yakni gelombang pra Armina dan gelombang pasca Armina. Pada gelombang pra Armina telah didistribusikan sejumlah 2.247.594 box sedangkan pada pasca Armina sebanyak 1.311.772 box. Layanan pasca Armina kembai aktif sejak tanggal 6 September 2017 dan selesai pada 17 September 2017 lalu. Setiap jemaah haji Indonesia memiliki hak untuk mendapatkan layanan katering sebanyak 25 kali.

Evy Nuryana, Kasi Katering Daker Mekah, memberikan penjelasan bahwa kendala paling krusial selama menjadi penanggungjawab layanan katering jemaah haji Indonesia adalah permasalahan keterlambatan distribusi kepada jemaah. Telah dikeluhkan sebelumnya saat puncak musim haji lalu, banyak distribusi layanan katering terlambat sampai kepada jemaah. Hal ini disebabkan karena padatnya lalu lintas di Armina dan ditambah dengan buka tutup ruas jalan sehingga menambah kemacetan.

Sebelumnya, pihak PPIH juga telah mengadakan meeting evaluasi dengan layanan katering yang bekerjasama dengan PPIH. Pada pertemuan tersebut, pihak PPIH memberikan peringatan keras kepada seluruh perusahaan untuk memenuhi kinerja sesuai dengan yang tertulis pada kontrak. Bahkan pihak PPIH pun tidak segan – segan memutuskan hubungan kerja apabila perusahaan katering diketahui melakukan pelanggaran.

Selama hampir dua minggu, tim PPIH juga melakukan quality control terhadap perusahaan katering. Tidak tanggung – tanggung, panitia melakukan sidak sejak dini hari untuk memastikan kondisi dapur, bahan makanan, cara pengolahan hingga cara penyajian yang dilakukan oleh perusahaan katering higienis dan layak konsumsi. Semua dalam pemantauan panitia untuk menjaga kualitas makanan yang diberikan kepada jemaah haji Indonesia.

“Namun secara umum semuanya lancar” imbuh Evy.

Namun tidak berhenti sampai situ saja pekerjaan PPIH saat ini. Selesainya katering jemaah haji di Mekah bukan menjadi penutup pekerjaan layanan katering karena sebagian jemaah haji ada yang singgah di Madinah dahulu untuk melakukan ibadah Arbain sebelum dipulangkan ke Tanah Air. Layanan katering  berlanjut untuk jemaah yang akan diberangkatkan ke Madinah dan baru akan berakhir tanggal 26 September 2017 mendatang.

 

×