Dua dari tiga kota suci umat islam terletak di Arab Saudi yaitu Mekah dan Madinah. Tentunya dalam bepergian dalam rangka menunaikan ibadah haji maupun umroh, pasti akan mengunjungi kedua kota tersebut. Namun letak keduanya tidaklah berdekatan. Apalagi jika penerbangan yang digunakan berhenti di bandara King Abdul Aziz di kota Jeddah. Perjalanan dari Jeddah – Madinah membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam ditempuh dengan bus, karena batas kecepatan maksimum yang diperbolehkan adalah 80 km/jam, sedangkan dari Jeddah – Mekah ditempuh dalam waktu kurang lebih 1 hingga 2 jam perjalanan dengan jarak tempuh 50 mil atau setara dengan 82 km. Tidak jauh berbeda dengan waktu tempuh dari Madinah – Mekah juga memerlukan waktu sekitar 5 jam perjalanan.

Mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Arab Saudi dalam badan Saudi Railways Organization (SRO) telah merancang kereta cepat Haramain yang direncanakan melewati rute kota – kota tersebut. Pada Juli 2017 lalu, pihak SRO telah melakukan uji coba lengkap kereta cepa dengan rute Jeddah – Madinah. Kecepatan kereta tersebut mencapai 330 km/jam dengan penghematan waktu tempuh yang dihasilkan mencapai 90 menit. Kecepatan maksimal yang dibawa kereta Haramain adalah 360 km/jam. Jika penambahan daya lokomotif dilakukan hingga 12.000 tenaga kuda atau setara dengan 8.820.000 watt dapat menghasilkan penghematan waktu tempuh yang signifikan yakni mencapai 120 menit.

Pada uji coba lengkap kereta api Haramain yang dilakukan di Al – Sulaimaniah, Jeddah, dihadiri oleh tokoh – tokoh penting seperti Pangeran Abdullah Bin Bandar Bin Abdulaziz, wakil emir wilayah Mekah, Menteri Perhubungan Sulaiman Al – Hamdan, tim pejabat Spanyol, tim dari SRO, serta para ahli dari Saudi Rail Road. Tidak lupa juga tim media baik local maupun internasional juga hadir pada acara tersebut.

Rute yang dibawa oleh kereta api Haramain ini adalah menghubungkan Madinah dan Mekah melalui jalur bandara – bandara baru. Stasiun – stasiun bandara menjadi tempat transit kereta ini, seperti stasiun Al – Sulaimaniah di Jeddah maupun King Abdullah Economic City yang berdekatan dengan Rabigh.

Manajer penghubung rolling stock dari proyek kereta Haramain dari Mobility Network Logistic, Nayef Fawaier, mengatakan bahwa Arab Saudi mengharapkan 35 unit kereta api, namun sejauh ini baru 11 unit kereta api yang telah tiba dan siap dioperasikan.

Berdasarkan pemaparan manajer Talgo, Mariano De La Vega,  bahwa kereta api Haramain akan segera beroperasi setelah Pemerintah Arab Saudi telah memberikan lampu hijau karena semuanya dalam urutan kerja dan telah siap untuk dilakukan pembukaan resmi.

×