Setiap Muslim tentu berharap untuk menjadi bagian dari golongan yang dirindukan surga, yakni golongan yang mendapatkan tempat mulia di akhirat. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa surga merindukan empat golongan manusia tertentu. Mereka adalah orang-orang yang memiliki amalan-amalan khusus yang menjadikan mereka istimewa di mata Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pertanyaannya, siapa saja yang termasuk dalam empat golongan yang dirindukan surga ini?
Hadits tentang 4 Golongan yang Dirindukan Surga
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menerangkan bahwa surga memiliki rasa rindu terhadap orang-orang tertentu yang memiliki amalan-amalan istimewa. Terdapat empat golongan manusia yang surga rindukan karena keistimewaan amal kebaikan dan ketakwaan mereka. Berikut ini adalah hadits yang menjelaskan hal tersebut, sebagaimana dikutip dari buku Risalah Ramadhan (Risalah dari Perjalanan Malam Ramadhan) karya Furqon Al-Kalam.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَالِي الْقُرْآنِ, وَحَافِظِ النِّسَانِ وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ، وَصَائِمٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ
Artinya: “Surga itu merindukan empat golongan: orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang yang berpuasa pada bulan Ramadan.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi)
Penjelasan Hadits 4 Golongan yang Dirindukan Surga
Hadits tersebut menjelaskan tentang empat golongan yang dirindukan surga dan memberikan penjelasan yang mendalam tentang karakteristik orang-orang yang memperoleh keistimewaan tersebut. Berikut adalah penjelasan dari hadits mengacu pada sumber sebelumnya.
- Orang yang Membaca Al-Qur’an dengan Tekun (Taalil Qur’an)
Salah satu golongan yang dirindukan surga adalah mereka yang senantiasa mentilawahkan Al-Qur’an dengan tekun. Tidak hanya membaca, namun juga memahami dan mengamalkan ajaran di dalamnya. Pada hadits tersebut menggunakan kata talil Qur’an, yang berarti lebih dari sekadar pembaca biasa. Orang yang masuk golongan ini adalah mereka yang melibatkan hati dan pikiran dalam setiap tilawahnya, menjadikan Al-Qur’an pedoman dalam kehidupan sehari-hari, sehingga surga pun merindukan mereka.
Membaca Al-Qur’an adalah salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan dan alasan mengapa umat Islam harus melakukannya. Berikut adalah beberapa alasan pentingnya membaca Al-Qur’an seperti dikutip dari buku Jika Surga Neraka (tak Pernah) Ada tulisan Wawan Susetya:
Petunjuk hidup. Al-Qur’an adalah kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terakhir, menjadi pedoman dan tuntunan bagi umat manusia.
Relevan sepanjang masa. Ajaran Al-Qur’an tidak akan bertentangan dengan kebenaran ilmu pengetahuan.
Mudah dipahami. Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa yang mudah dimengerti.
- Orang yang Menjaga Lisan (Wa Haafidzii Lisan)
Orang yang menjaga ucapannya agar tidak berkata kasar, mencaci, atau menghina termasuk salah satu golongan yang dirindukan surga. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan manusia dengan kemampuan berbicara, dan itu adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan baik. Dalam surah Al-Mu’minun ayat 3, disebutkan bahwa orang yang menjauhkan diri dari perkataan yang sia-sia dan tidak berguna adalah salah satu syarat untuk masuk Surga Firdaus.
وَالَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ
Artinya: “Orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,”
Mengontrol lisan memiliki makna yang dalam karena seseorang yang tidak mampu menjaga ucapannya bisa terjebak dalam perbuatan dosa seperti dusta, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), atau hasud (dengki). Pepatah “diam itu emas” menegaskan betapa pentingnya berbicara hanya untuk kebaikan.
Jika tidak mampu menjaga ucapan, seseorang bisa jatuh ke dalam sikap buruk yang merusak hati dan amalan, sehingga menjauhkan mereka dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan surga.
- Orang yang Memberi Makan Mereka yang Kelaparan (Wa Muth’mimul Jii’an)
Mereka yang senantiasa berbagi makanan kepada orang yang kelaparan termasuk dalam golongan yang dirindukan surga. Amal ini jika dilakukan dengan penuh keikhlasan semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, dijanjikan akan dibalas dengan pahala yang melimpah di akhirat. Bahkan, memberi makanan kepada mereka yang berbuka puasa memiliki pahala setara dengan orang yang menjalankan puasa tersebut.
Islam sangat menganjurkan umatnya untuk peduli terhadap mereka yang kelaparan dan kurang mampu, karena perhatian ini menjadi salah satu ibadah yang mendatangkan pahala besar. Di akhirat kelak, mereka yang menjalankan amal ini dengan penuh keikhlasan akan mendapat tempat istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yakni surga.
- Orang yang Puasa Ramadan Penuh Keimanan (Wa Shooimiina Fi Syahri Ramadhan)
Terakhir, golongan yang dirindukan surga adalah orang-orang yang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan. Ramadan adalah bulan yang istimewa, seluruh kebaikan terkumpul, doa dikabulkan, dan dosa diampuni.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda bahwa jika umatnya mengetahui keutamaan Ramadan, mereka akan berharap sepanjang tahun adalah bulan Ramadan, “Kalau sekiranya umatku mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadan, niscaya mereka menginginkan agar sepanjang tahun bulan Ramadan.”
Ketaatan dan keikhlasan dalam menjalani puasa selama bulan Ramadan membuat surga merindukan mereka, karena di bulan ini kebaikan, pengampunan, dan rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu melimpah. Doa yang dipanjatkan akan dikabulkan, dosa yang dilakukan akan diampuni, dan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa diterima.
Wallahu a’lam.