Proses pemulangan jemaah haji telah berlangsung sejak Rabu (06/09) kemarin, menandakan bahwa musim haji telah memasuki tahap akhir. Pada tahap tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin beserta Panitia Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan delegasi Amirul Hajj telah melangsungkan rapat evaluasi penyelenggaraan haji tahun 2017 / 1438 H yang dilaksanakan di Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah pada Sabtu (09/09) lalu. Pada rapat tersebut dihadiri juga oleh perwakilan KJRI serta Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Rapat evaluasi penyelenggara haji 2017 / 1438 H menghasilkan beberapa catatan yang harus diperhatikan dan diperbaiki saat penyelenggaraan haji tahun depan. Catatan tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Perbaikan sarana dan prasarana di Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina)

Kondisi fasilitas yang tersedia di Armina pada musim haji tahun ini dirasa kurang sesuai harapan. Pasalnya, kuota jemaah haji Indonesia mengalami peningkatan signifikan namun tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.

Penambahan tenda, listrik maupun kamar mandi perlu diperhatikan, terutama di Mina. Menag meminta agar Dubes RI dapat melakukan lobby kepada Pemerintah Arab Saudi untuk memperbanyak fasilitas yang disediakan di Mina.

Adapun rencana lain yang perlu dipertimbangkan untuk meminimalisir overload kapsitas saat mabit di Mina yaitu dengan mengatur kloter – kloter jemaah haji yang hotenya berada di sekitar jamarat untuk disarankan kembali ke hotel sehingga tenda dapat digunakan kloter lain agar tidak terlalu berdesakan.

  1. Catatan hukum jemaah haji

Mungkin isu ini belum sering didengar mengenai catatan hukum jemaah haji Indonesia yang melangsungkan perjalanan haji. Perlu diperhatikan bahwa saat musim haji berlangsung jutaan orang dar berbagai negara berbondong – bondong ke Baitullah untuk menunaikan haji, namun disisi keamanan negara, pihak imigrasi memperketat aturan.

Bagi jemaah haji yang pernah memiliki catatan hukum di Arab Saudi tidak diberikan izin masuk ke negara tersebut, akibatnya adalah deportasi. Oleh sebab itu, untuk penyelenggaraan haji tahun depan perlu dipastikan bahwa jemaah haji memiliki riwayat hukum yang bersih.

  1. Perubahan sistem penyewaan hotel di Madinah

Menag menambahkan bahwa terdapat rencana perubahan yang akan dilakukan hotel – hotel di Madinah terkait sistem reservasinya. Pada tahun ini masih digunakan sistem blocking time, namun kedepannya akan diubah menjadi sistem sewa musiman. Bagi petugas penyelenggara haji harus selalu siap untuk melakukan tindakan preventif apabila rencana ini benar – benar diberlakukan tahun depan.

  1. Penambahan kuota petugas

Tahun ini jemaah haji Indonesia mengalami peningkatan hingga 48.800 jemaah haji reguler jika dibandingkan dengan jumlah jemaah haji empat tahun lalu. Namun saat jumlah jemaah haji Indonesia dikenai pemotongan kuota, jumlah petugas yang dipekerjakan mencapai 3.250 orang, sedangkan saat kuota kembali ditambahkan pada tahun ini hanya bertambah 250 orang petugas saja. Hal tersebut tentunya menjadi catatan tersendiri bagi penyelenggara ibadah haji. Menag berharap dapat dilakukan lobby untuk mendapatkan kuota tambahan bagi Indonesia agar jumlah petugas di Arab Saudi dapat mengimbangi kebutuhan pelayanan jemaah haji.

  1. Penambahan ruang kesehatan khusus di bandara

Selama ini, kantor Daker yang digunakan sebagai ruangan untuk menindaklanjuti jemaah haji yang sakit. Menag menyatakan perlunya pembangunan ruang rawat yang didirikan disekitar bandara Madinah dan Jeddah. Menurutnya, ruangan yang digunakan saat ini masih kurang memadai dan jemaah haji yang memiliki masalah kesehatan harus mendapatkan pelayanan yang layak.

Disamping catatan – catatan tersebut, masih terdapat beberapa koreksi yang dapat dibaca disini untuk memperbaiki pelayanan panitia haji tahun depan. Pemerintah Indonesia beserta jajarannya telah berusaha semaksimal mungkin dan memberikan yang terbaik untuk mensukseskan penyelenggaraan musim haji tahun 2017 / 1438 H. Walaupun masih terdapat kekurangan, kita patut bersyukur atas kelancaran ibadah haji tahun ini.

 

×