Selang beberapa hari setelah Idul Adha, pastinya kita masih terbawa suasana merayakan lebaran haji. Tidak terlepas dari libur panjang, pola makan dan lidah pun dimanjakan oleh makanan – makanan berbahan dasar utama daging. Tidak jarang beberapa makanan diolah dengan mencampurkan santan ataupun dengan pemanggangan. Lezat tentunya. Disamping itu banyak dari kita yang malas untuk melakukan olahraga, ditambah dengan kondisi libur hari raya yang cukup lama. Wah, badan kita bisa mengalami kegemukan mendadak.

Semua orang tentu menginginkan bentuk badan yang ideal dan terhindar dari obesitas. Sebab seperti kita ketahui, bahwa ada banyak resiko penyakit yang disebabkan oleh kegemukan. Cara untuk menghindari obesitas adalah dengan menjalankan program diet. Hanya saja, walaupun saat ini ada banyak macam program diet yang dijalankan, tapi tak semua orang sukses menjalankan diet dengan baik. Kita sebenarnya tak perlu bingung dan cemas menentukan program diet mana yang benar-benar cocok untuk dijalankan. Sebab sejak zaman dahulu, Rasulullah SAW telah mencontohkan bagaimana pola diet sehat dan juga bisa mencegah berbagai resiko penyakit berbahaya.

Pola Diet Ala Rasulullah SAW

Diet ala Rasulullah tak hanya membuat kita terhindar dari obesitas atau kegemukan saja, namun lebih sehat serta tanpa efek samping berbahaya bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa pola diet sehat yang dianjurkan Rasulullah SAW :

  1. Makan Sebelum Lapar, Lalu Berhenti Sebelum Anda Kenyang

Aturan diet ini sudah tentu bukan karena tanpa tujuan, sebab makan sebelum Anda lapar sangat baik bagi kesehatan. Sebab jika Anda menunggu perut lapar sekali, kemudian baru makan justru bisa memicu meningkatnya asam lambung. Hal ini sudah tentu akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, jika makan dalam kondisi terlalu kenyang dapat menimbulkan overdistensi pada lambung, yakni kondisi lambung yang menjadi mekar hingga akhirnya membuat lambung luka. Ibarat sebuah balon terus menerus ditiup sampai membesar, semakin besar justru resiko pecah atau meletus pun akan semakin tinggi. Sama halnya dengan kondisi lambung, untuk itu Anda harus memperhatikan hal ini.

  1. Mengonsumsi Asupan Makanan yang Baik dan Halal

Makanan yang Anda konsumsi sebaiknya sudah terjaga kehalalannya. Halal saja memang tidak cukup, tapi harus ada unsur baik. Entah itu dilihat dari baiknya cara mendapatkannya, baiknya cara pengolahanya serta baik bagi kesehatan. Seperti contohnya, gula merupkan makanan halal, namun gula bersifat tidak baik bagi penderita diabetes. Maka dari itu, Anda pun harus membatasi konsumsi gula. Dappat disimpulkan jika dua unsur tadi tak bisa dipisahkan sebab semuanya untuk kebaikan kita sendiri.

  1. Makan Sembari Duduk Meninggikan Kaki Kanan

Makan dengan cara duduk di bawah lantai lalu meninggikan kaki sebelah kanan tak hanya mencegah supaya tak makan terlalu banyak/kenyang, namun juga memiliki manfaat yang sehat. Selain itu, seperti kita ketahui bahwa lambung terletak di samping kiri. Dengan cara mengganjal perut samping kanan, dengan begitu makanan dapat masuk dengan sempurna pada lambung.  Tak hanya itu saja, cara ini juga bisa mencegah makanan untuk mengendap di bagian esofagus yang dapat memicu esofagitis atau radang esofagus akibat makanan tak masuk dengan sempurna pada lambung.

  1. Mengunyah Makanan Secara Perlahan

Mengunyah makanan secara sempurna, seperti mengunyah sebanyak 32 kali, tak hanya melembutkan makanan saja namun juga dapat membantu supaya fungsi pencernaan tubuh tak terlalu keras bekerja.

  1. Tidak Tidur Sesudah Makan

Ada sebuah hadist yang menyatakan hancurkanlah makananmu melalui sholat dan dzikr dan janganlah tidur sesudah makan sebab bisa membuat hatimu menjadi keras. Adapun yang dimaksud dari pernyataan hati menjadi keras di sini, bisa jadi menimbulkan sirosis, yakni kerusakan hati. Hal tersebut terjadi disebabkan proses fermentasi pada usus terlalu lama. Jika habis makan kita langsung tidur, gerak usus pun akan melambat, ketika itulah kuman pada usus mencerna makanan dengan waktu yang lama, dengan begitu dapat menghasilkan zat-zat atau senyawa yang dapat merusak hati, seperti nitrit, skatol, dan indole.

Di samping cara-cara makan tersebut, Rasulullah juga ternyata sering mengonsumsi makanan-makanan sehat, seperti :

  • Sarapan pagi : Rasulullah SAW mengonsumsi sebanyak 7 butir kurma yang matang dengan 1 gelas air yang sudah dicampur madu. Menu sarapan sederhana ini memang sangat baik, sebab tak hanya dapat meningkatkan energi saja, tetapi juga bisa menghindari masuknyaa racun ke dalam tubuh.
  • Makan siang : Rasulullah SAW mengonsumsi sejenis cuka yang dinamakan khol, yang memiliki khasiat melancarkan pencernaan, mencegah pikun, lemah tulang dan mengurangi kadar kolesterol.
  • Makan malam : saat makan malam Rasulullah SAW mengonsumsi sayuran.
×